Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tangkap Pengedar Narkoba di Kafe Solo, Polisi Amankan Hampir 1 Kg Ganja

Kompas.com - 08/02/2023, 11:15 WIB
Fristin Intan Sulistyowati,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com -  Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Solo, melakukan penangkapan puluhan pelaku pengedar penyalahgunaan narkoba. Satu dari puluhan pelaku tertangkap dengan barang bukti narkoba jenis ganja seberat hampir 1 kilogram.

Kepala Polresta (Kapolresta) Solo, Kombes Pol Iwan Saktiadi menjelaskan, tersangka berinisial BNS (26), warga Kecamatan Gladaksari, Kabupaten Boyolali, ditangkap saat akan melakukan transaksi jual beli di kafe.

Baca juga: Selundupkan 7,1 Kg Sabu dari Malaysia, 2 Kurir Ditangkap

Peristiwa itu terjadi pada Senin, (30/1/2023), sekitar pukul 20.30 WIB, di kafe yang beralamat di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.

"Petugas mengamankan tersangka, didapati barang bukti yang berada di rumahnya di Boyolali. Kurang lebih 1 kilogram kurang sedikit, 990 gram ganja," kata Iwan Saktiadi, saat di Mapolresta Solo, Rabu (8/2/2023).

Barang bukti ganja, masih terbungkus dan dalam keadaan hampir seperti serpihan-serpihan atau serbuk. Hal ini lantaran terlalu lama disimpan dan belum sempat diedarkan oleh tersangka.

"Karena pengembangan keterangan dari tersangka mengatakan bahwa barang bukti ini sudah tersimpan selama 6 bulan dari bulan Agustus 2022," jelasnya.

"(Alasan menyimpan ganja) ada cerita di belakangnya bahwa tersangka itu mendekam di lembaga pemasyarakatan bertemu dengan A yang saat ini masih buron," lanjutnya.

BNS dijerat dengan Primer pasal 114 ayat (1) Jo 132 ayat (1) subsider pasal 111 ayat (1) Jo 132 ayat (1)  Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika.

"Pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, dengan denda Rp 10 miliar," ucapnya.

Baca juga: Kronologi 2 Oknum TNI Selundupkan 20 Kg Sabu Malaysia, Dikemas Dalam Teh, Ditangkap di Pontianak

Kemudian terkait tersangka lainnya, Iwan Saktiadi menjelaskan didapati banyak bukti dengan berat barang bukti narkoba bervariasi.

"Total ada 22 tersangka. Dengan satu tersangka BNS barang bukti hampir 1 kg, kemudian, tersangka AD (48) barang bukti 30 paket narkoba jenis tembakau gorila. Ada kurang lebih 30 paket. Sedangkan 20 tersangka lainnya mereka pengguna dengan barang bukti di bawah 1 gram semua 0,3 gram," lanjutnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Penemuan Mayat Bayi di Sragen, Terbungkus Mantel dengan Kondisi Leher Terjerat Kain di Dapur Rumah

Penemuan Mayat Bayi di Sragen, Terbungkus Mantel dengan Kondisi Leher Terjerat Kain di Dapur Rumah

Regional
Terpeleset Saat Memancing, Dua Pemuda Tewas Tenggelam di Embung

Terpeleset Saat Memancing, Dua Pemuda Tewas Tenggelam di Embung

Regional
Sederet Cerita Saat Hewan Kurban Mengamuk, 'Terbang' ke Atap dan Tendang Panitia

Sederet Cerita Saat Hewan Kurban Mengamuk, "Terbang" ke Atap dan Tendang Panitia

Regional
Pemprov Sumbar Salurkan 83 Hewan Kurban di 15 Titik Bencana

Pemprov Sumbar Salurkan 83 Hewan Kurban di 15 Titik Bencana

Regional
Sosok Danis Murib, Prajurit TNI yang 2 Bulan Tinggalkan Tugas lalu Gabung KKB

Sosok Danis Murib, Prajurit TNI yang 2 Bulan Tinggalkan Tugas lalu Gabung KKB

Regional
Bocah 13 Tahun Dicabuli Ayah Tiri hingga Hamil, Ibu Korban Tahu Perbuatan Pelaku

Bocah 13 Tahun Dicabuli Ayah Tiri hingga Hamil, Ibu Korban Tahu Perbuatan Pelaku

Regional
Takut Dimarahi, Seorang Pelajar Minta Tolong Damkar Ambilkan Rapor

Takut Dimarahi, Seorang Pelajar Minta Tolong Damkar Ambilkan Rapor

Regional
Cerita Tatik, Dua Dekade Jualan Gerabah Saat Grebeg Besar Demak

Cerita Tatik, Dua Dekade Jualan Gerabah Saat Grebeg Besar Demak

Regional
BNPB Pasang EWS dengan CCTV di Sungai Berhulu dari Gunung Marapi

BNPB Pasang EWS dengan CCTV di Sungai Berhulu dari Gunung Marapi

Regional
PPDB SMA/SMK Dibuka Malam Ini, Pj Gubernur Banten Ultimatum Tak Ada Titip Menitip Siswa

PPDB SMA/SMK Dibuka Malam Ini, Pj Gubernur Banten Ultimatum Tak Ada Titip Menitip Siswa

Regional
Kasus Ayah Bunuh Anak di Serang, Warga Lihat Pelaku Kabur Bawa Golok dengan Bercak Darah

Kasus Ayah Bunuh Anak di Serang, Warga Lihat Pelaku Kabur Bawa Golok dengan Bercak Darah

Regional
4 Orang Tewas Ditabrak Mobil Elf di Aceh Timur, Ini Kronologinya

4 Orang Tewas Ditabrak Mobil Elf di Aceh Timur, Ini Kronologinya

Regional
Pilkada Salatiga Rawan Politik Uang, Gerindra Sebut Elektabilitas Tinggi Tak Jaminan Terpilih

Pilkada Salatiga Rawan Politik Uang, Gerindra Sebut Elektabilitas Tinggi Tak Jaminan Terpilih

Regional
Sebelum Bunuh Anaknya, Pria di Serang Banten Sempat Minta Dibunuh

Sebelum Bunuh Anaknya, Pria di Serang Banten Sempat Minta Dibunuh

Regional
Berantas Judi Online, Ponsel Aparat di Polres Bengkulu Utara Diperiksa

Berantas Judi Online, Ponsel Aparat di Polres Bengkulu Utara Diperiksa

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com