Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ingin Buat Wisata Penangkaran Buaya, Bupati Malaka: Harapan Saya Ada Investor dari Pemerintah Pusat

Kompas.com - 27/01/2023, 14:37 WIB
Dheri Agriesta

Editor

KOMPAS.com - Pemerintah Malaka sedang berusaha mengembangkan sejumlah potensi yang dimiliki wilayah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste itu.

Ada sejumlah sektor yang ingin dikembangkan Pemkab Malaka, seperti pertanian, peternakan, dan pariwisata.

Baca juga: Gali Potensi Pertanian, Bupati Malaka: Kami Prioritaskan Swasembada Pangan

Untuk sektor pariwisata, Bupati Malaka Simon Nahak ingin membuat penangkaran buaya sebagai salah satu ekowisata di daerah itu.

"saya ingin penangkaran buaya, harapan saya ada investor dari pemerintah pusat. Kami punya cita cita menjinakkan binatang liar ini sehingga jadi atraksi menarik," kata Simon saat berbincang di Kantor Kompas.com, Kamis (26/1/2023).

Simon mengatakan, ada banyak buaya di Kabupaten Malaka. Buaya tersebut bisa menjadi salah satu destinasi wisata karena keunikannya.

Menurutnya, buaya di Malaka sangat patuh terhadap pawangnya. Buaya itu bisa datang ketika dipanggil sang pawang.

Apalagi, masyarakat di Kabupaten Malaka bisa membedakan buaya yang berasal dari kabupaten itu atau dari luar daerah.

"Kalau buaya di Malaka, asli dari Malaka, jarinya lima. Kalau buaya tamu itu jarinya tiga, itu dari Timor Leste atau Australia," kata Simon.


Usaha penangkaran buaya itu telah dimulai oleh Pemerintah Kabupaten Malaka. Mereka bekerja sama dengan salah satu universitas dari Bali untuk membuat penangkaran dan ekowisata.

Simon berharap, buaya itu bisa menjadi identitas dan ikon pariwisata di Kabupaten Malaka, selayaknya Komodo di Labuan Bajo.

"Kalau teman-teman datang ke labuan bajo karena komodonya, wisatawan datang ke Timor, khususnya Kabupaten Malaka, karena buayanya," kata Simon.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 4,1 Guncang Kabupaten Malaka NTT

Selain penangkaran buaya, ada banyak potensi wisata dari Kabupaten Malaka. Ia mencontohkan Bukit Cinta Alas yang menyajikan pemandangan hamparan kota di Timor Leste.

"Lalu ada berbagai macam wisata budaya, adat, ada tarian likurai dan tebe. Macam-macam budaya kami di sana yang bisa dikembangkan," jelas Simon.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Sama-sama Olahan Daging Kambing, Apa Beda Gulai, Tongseng dan Tengkleng?

Sama-sama Olahan Daging Kambing, Apa Beda Gulai, Tongseng dan Tengkleng?

Regional
Bukit Batas di Kalimantan Selatan: Daya Tarik, Biaya, dan Cara Menuju

Bukit Batas di Kalimantan Selatan: Daya Tarik, Biaya, dan Cara Menuju

Regional
Kapal Bermuatan 70 Ton Kayu Ilegal Ditangkap di Perairan Kepulauan Meranti Riau

Kapal Bermuatan 70 Ton Kayu Ilegal Ditangkap di Perairan Kepulauan Meranti Riau

Regional
Gecok Kambing, Kuliner Khas Semarang Berbumbu Rempah

Gecok Kambing, Kuliner Khas Semarang Berbumbu Rempah

Regional
1 Prajurit TNI Gugur Ditembak KKB di Puncak

1 Prajurit TNI Gugur Ditembak KKB di Puncak

Regional
Gempa M 5,7 Guncang Pulau Doi

Gempa M 5,7 Guncang Pulau Doi

Regional
Tersangka Pengeroyok Bos Rental di Sukolilo Pati Bertambah Jadi 10 Orang

Tersangka Pengeroyok Bos Rental di Sukolilo Pati Bertambah Jadi 10 Orang

Regional
3 Kecamatan di Pati Jadi Target Operasi Kendaraan Bodong, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

3 Kecamatan di Pati Jadi Target Operasi Kendaraan Bodong, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Regional
Jelang Idul Adha, Sejumlah Hewan Kurban di Jateng Terjangkit Diare dan Cacar

Jelang Idul Adha, Sejumlah Hewan Kurban di Jateng Terjangkit Diare dan Cacar

Regional
Pengakuan Karyawan di Batam Curi 143 Ponsel dari Perusahaan: Punya Utang di Pinjol Rp 100 Juta

Pengakuan Karyawan di Batam Curi 143 Ponsel dari Perusahaan: Punya Utang di Pinjol Rp 100 Juta

Regional
Wanita Lompat ke Sumur karena Hendak Dianiaya Mantan Suami Alami Luka-luka

Wanita Lompat ke Sumur karena Hendak Dianiaya Mantan Suami Alami Luka-luka

Regional
Dua Kali Disuntik, Bayi di Sukabumi Meninggal Usai Imunisasi Empat Varian Vaksin Sekaligus

Dua Kali Disuntik, Bayi di Sukabumi Meninggal Usai Imunisasi Empat Varian Vaksin Sekaligus

Regional
Densus Antiteror Sita Buku Catatan dan Serbuk dari Kontrakan Penjual Bubur di Karawang

Densus Antiteror Sita Buku Catatan dan Serbuk dari Kontrakan Penjual Bubur di Karawang

Regional
Temuan 24 Pohon Ganja di Ladang Kopi Simalungun, Pemilik Melarikan Diri

Temuan 24 Pohon Ganja di Ladang Kopi Simalungun, Pemilik Melarikan Diri

Regional
Seminggu Dirawat, 3 Korban Pengeroyokan di Sukolilo Pati Akhirnya Pulang

Seminggu Dirawat, 3 Korban Pengeroyokan di Sukolilo Pati Akhirnya Pulang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com