Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/01/2023, 10:20 WIB

KOMPAS.com - Penyegelan Puskesmas Pasangkayu di Desa Karya Bersama, Sulawesi Barat, membuat pelayanan terganggu.

Warga yang hendak berobat tidak bisa dilayani. Penyegelan terjadi setelah lahan tempat Puskesmas Pasangkayu tersangkut sengketa lahan.

Sejumlah warga mengklaim lahan itu adalah milik mereka. Saat ini masih proses negosiasi antara pemerintah dan warga.

Baca juga: Alasan Bupati Grobogan Cukur 2 Kades yang Viral di Video Sentil Nama Jokowi

“Kita sudah sepakat dengan manajemen Puskesmas Pasangkayu untuk merelokasi sementara pelayanan dasar kesehatan ke Puskesmas Tanjung Rabia, sambil menunggu hasil negosiasi pemerintah daerah dan warga yang menyegel puskesmas,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Pasangkayu, Samhari.

Baca juga: Puskesmas Pasangkayu Disegel Warga, Pasien Kebingungan Cari Tempat Berobat

Duduk perkara

Samhari menjelaskan lahan tersebut awalnya ialah hibah untuk pembangunan puskesmas seluas 5000 meter.

Namun terjadi kesalahan pada sertifikat yang mencantumkan 7000 meter.

"Jadi ada lebih 2000 meter itu. Nah itu lahan milik warga yang menyegel. Tidak semua dipakai pembangunan gedung itu yang 2000 meter, cuman masuk dalam kawasan puskesmas yang dalam pagar," kata Samhari dilansir dari Tribunnews.com.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat penyegelan itu pelayanan Puskesmas Pasangkayu pun terpaksa direlokasi ke Puskesmas Tanjung Rabia.

Namun, di puskesmas tersebut hanya bisa memberikan pelayanan dasar.

Pelayanan seperti pemeriksaan USG, pemeriksaan laboratorium tak bisa dilakukan karena para petugas tidak bisa merelokasi peralatan mereka ke Puskesmas Tanjung Rabia.

“Untuk sementara pelayanan kita relokasi ke Puskemas Tanjung Rabia, namun hanya pelayanan dasar karena kita tak bisa merelokasi semua peralatan ke tempat yang baru,” jelas Kepala Puskesmas Pasangkayu, Fatmawati MKes, Selasa (24/1/2023).

(Penulis : Kontributor Polewali, Junaedi | Editor : Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini telah tayang di Tribunsulbar.com dengan judul: Alasan Warga Segel Puskesmas Pasangkayu 1 hingga Ganggu Layanan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesan Sabu ke Pensiunan ASN, Anggota DPRD Pekalongan Ditangkap BNN Batang

Pesan Sabu ke Pensiunan ASN, Anggota DPRD Pekalongan Ditangkap BNN Batang

Regional
Siswa SD di Flores Timur Bertemu Terduga Penculik, Sempat Dibujuk Uang Rp 10.000

Siswa SD di Flores Timur Bertemu Terduga Penculik, Sempat Dibujuk Uang Rp 10.000

Regional
Banjir Bandang di Dompu, Ratusan Rumah Warga Terendam

Banjir Bandang di Dompu, Ratusan Rumah Warga Terendam

Regional
Saat Pencuri di Wonogiri Kembalikan Emas 181 Gram ke Pemiliknya

Saat Pencuri di Wonogiri Kembalikan Emas 181 Gram ke Pemiliknya

Regional
Gibran Tolak Wacana Penghapusan Gubernur: Krusial Banget Perannya

Gibran Tolak Wacana Penghapusan Gubernur: Krusial Banget Perannya

Regional
Tenggelam Saat Berenang di Embung, Remaja Asal Sabu Raijua Ditemukan Tewas

Tenggelam Saat Berenang di Embung, Remaja Asal Sabu Raijua Ditemukan Tewas

Regional
Saat Perempuan Kei Turun Jalan Serukan Perdamaian di Kota Tual...

Saat Perempuan Kei Turun Jalan Serukan Perdamaian di Kota Tual...

Regional
Pamit Pergi ke Kebun, Wanita Tewas Dibunuh Pencuri, Korban Ditemukan Bersimbah Darah dengan Luka di Leher

Pamit Pergi ke Kebun, Wanita Tewas Dibunuh Pencuri, Korban Ditemukan Bersimbah Darah dengan Luka di Leher

Regional
Soal Kekerasan terhadap Manusia Silver, LBH: Satpol PP Seolah Kebal Hukum

Soal Kekerasan terhadap Manusia Silver, LBH: Satpol PP Seolah Kebal Hukum

Regional
Beredar Rekaman Suara Percobaan Penculikan 2 Murid SD Bangetayu Semarang, Ternyata Hoaks

Beredar Rekaman Suara Percobaan Penculikan 2 Murid SD Bangetayu Semarang, Ternyata Hoaks

Regional
Maling di Wonogiri Kembalikan Emas 181 Gram yang Dicuri, Diletakkan di Depan Lemari Penyimpanan

Maling di Wonogiri Kembalikan Emas 181 Gram yang Dicuri, Diletakkan di Depan Lemari Penyimpanan

Regional
Anehnya Maling Emas di Wonogiri, Masuk Lagi ke Rumah Korban untuk Kembalikan Hasil Curian

Anehnya Maling Emas di Wonogiri, Masuk Lagi ke Rumah Korban untuk Kembalikan Hasil Curian

Regional
Hotel di Lombok Timur Dibakar Massa, Manajemen: Kalau Tak Direspons, Investor Lain Angkat Kaki

Hotel di Lombok Timur Dibakar Massa, Manajemen: Kalau Tak Direspons, Investor Lain Angkat Kaki

Regional
Tak Bisa Bertemu, Gibran Sebut Anies Baswedan Hubungi Dirinya Lewat Telepon Pamit Kembali ke Jakarta

Tak Bisa Bertemu, Gibran Sebut Anies Baswedan Hubungi Dirinya Lewat Telepon Pamit Kembali ke Jakarta

Regional
Minta-minta di Perempatan Lampu Merah Padang, 2 Badut Jalanan Disidang Tipiring

Minta-minta di Perempatan Lampu Merah Padang, 2 Badut Jalanan Disidang Tipiring

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.