Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Curhat Ayah Bocah 12 Tahun Korban Pemerkosaan di Banyumas: Saya Enggak Tega

Kompas.com - 18/01/2023, 17:20 WIB
Fadlan Mukhtar Zain,
Khairina

Tim Redaksi

BANYUMAS, KOMPAS.com - N (53), ayah bocah 12 tahun korban pemerkosaan oleh 8 orang di Banyumas, Jawa Tengah, mencurahkan isi hatinya.

N mengaku tidak tega melihat kondisi anaknya. Pasalnya, di usia yang masih sangat belia, anak kedua dari tiga bersaudara itu harus mengandung.

"Kasihan sekali anak kecil sudah mengandung. Anak kecil mau punya anak kecil, saya enggak tega," kata N saat ditemui di Satreskrim Polresta Banyumas, Rabu (18/1/2023).

Baca juga: Nasib Anak 12 Tahun Diperkosa 8 Orang di Banyumas, Hamil hingga Dipaksa Keluar dari Sekolah

Untuk itu, N meminta agar para tersangka dihukum seberat-beratnya. Apalagi dua di antara 8 tersangka pemerkosaan merupakan sahabatnya sendiri.

"Diproses hukum saja. Saya kenal pelakunya, rumahnya berdekatan, ada yang 50 meter, 200 meter, dua orang malah teman saya sendiri," ujar pria yang kesehariannya berjualan dompet keliling ini.

Baca juga: 8 Tersangka Perkosa Bocah 12 Tahun di Banyumas di Berbagai Tempat, dari Hotel hingga Kuburan

N mengaku, tidak habis pikir anaknya menjadi korban pemerkosaan yang sebagian besar pelaku tetangganya sendiri.

"Selama ini padahal selalu saya awasi, kalau malam pukul 19.30 WIB belum pulang, pasti saya cari. Berangkat sekolah juga saya antar," kata N.

Lebih lanjut N mengatakan, anaknya kini dalam kondisi sehat.

"Alhamdulillah sehat. Sebelum keluar dari sekolah juga masih tetap berangkat seperti biasa," ujar N.

Diberitakan sebelumnya, tersangka pemerkosaan anak usia 12 tahun di Kabupaten Banyumas, bertambah dari empat orang menjadi delapan orang.

Lima orang tersangka telah diamankan polisi, sedangkan tiga orang lainnya melarikan diri.

Tersangka kelima yang diamankan berinisial Y (27). Sedangkan empat tersangka lain yang lebih dulu diamankan yaitu, W (70), J (50), SA (69), K (67). Keempat tersangka merupakan tetangga korban.

Akibat hal itu, korban yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP juga terpaksa putus sekolah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com