BANJARMASIN, KOMPAS.com - Penyidik dari Satuan Reserse Kriminal Polres Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) masih terus melakukan pengembangan terkait kasus penganiayaan 6 anak yatim piatu di Banjarbaru, Kalsel.
Kasat Reskrim Polres Banjarbaru, Iptu Zuhri mengatakan, hingga saat ini pihaknya baru menetapkan seorang tersangka, yakni salah satu pengelola panti berinisial SJ.
"Kami masih melakukan pengembangan dan pemeriksaan. Yang diperiksa saksi-saksi yang ada di panti itu," ujar Iptu Zuhri saat di konfirmasi, Senin (16/1/2023).
Baca juga: Aniaya 6 Anak Yatim Piatu, Pengelola Panti di Banjarbaru Ditangkap
Zuhri juga mengatakan jika total anak yatim piatu yang dianiaya oleh pengelola panti berjumlah 6 orang.
Seluruhnya kini dipindahkan dan ditangani oleh Dinas Sosial Kota Banjarbaru.
"Sementara mereka dirawat di Dinas Sosial. Totalnya ada 6 orang," pungkasnya.
Baca juga: Mangayubagyo Pernikahan Kaesang-Erina, Warga Sleman Berbagi Makanan untuk Anak Yatim
Sebelumnya diberitakan, 6 orang anak yatim piatu di Kelurahan Mentaos, Banjarbaru, Kalsel, mengalami tindak penganiayaan yang dilakukan oleh pengelola panti.
Dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan, polisi menetapkan seorang tersangka berinisial SJ yang merupakan salah satu pengelola panti.
Polisi juga mengungkapkan motif SJ melakukan penganiyaan terhadap anak yatim piatu tersebut.
Dari hasil pemeriksaan, SJ melakukan pembinaan secara berlebihan sehingga menjurus kepada penganiayaan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.