Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2 Rumah Adat Gorontalo, Dulohupa dan Bantayo Poboide

Kompas.com - 12/01/2023, 22:53 WIB
Dini Daniswari

Editor

KOMPAS.com - Rumah adat Gorontalo adalah salah satu ciri khas Provinsi Gorontalo.

Ada berbagai macam rumah adat Gorontalo, diantaranya adalah Dulohupa dan Bantayo Poboide.

Masing-masing rumat adat tersebut memiliki fungsi sebagai tempat musyawarah.

Berikut ini adalah karakteristik rumah adat Dulohupa dan Bantayo Pobo'ide.

Rumah Adat Gorontalo

Rumat Adat Dulohupa

Rumah Adat Dulohupa berada di Kota Gorontalo. Penduduk Gorontalo juga menyebut rumah adat Dulohupa dengan sebutan Yiladia Dulohupa Lo Ulipo Hulondhalo.

Rumah adat Dulohupa adalah balai musyawarah dari kerabat kerajaan. Dolohupa dalam bahasa Gorontalo berarti mufakat atau kesepakatan.

Rumah adat Dulohupa dibangun berdasarkan prinsip-prinsip dan kepercayaan. Setiap bagian memiliki maknanya masing-masing.

Rumah adat tersebut berbentuk panggung yang pada bagian badannya terbuat dari papan dan struktur atap khas Gorontalo.

Pilar-pilar kayu menjadi hiasan dan lambang dari rumah adat yang memiliki dua tangga ini, yaitu kanan dan kiri.

Baca juga: Rumah Dulohupa, Rumah Adat Gorontalo

Bentuk panggung rumah adat Gorontalo ini sebagai gambaran badan manusia. Dimana, atap menggambarkan kepala, badan rumah menggambarkan badan, dan penyangga rumah menggambarkan kaki.

Pemilihan bentuk rumah panggung juga sebagai cara untuk menghindari banjir yang sering terjadi pada saat itu.

Bagian atap rumah adat Dulohupa terbuat dari jerami terbalik yang berbentuk seperti pelana. Bentuk atap rumah ini menggambarkan syariat dan adat penduduk Gorontalo.

Atap bagian atas menggambarkan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan agama yang merupakan kepentingan segalanya.

Atap bagian bawah menggambarkan kepercayan terhadap adat istiadat serta budaya.

Dahulu, pada puncak atap terdapat batang kayu yang dipasang bersilang atau disebut Talapua.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Mengenal Kawah Nirwana Suoh Lampung Barat yang Terbangun Setelah 91 Tahun

Mengenal Kawah Nirwana Suoh Lampung Barat yang Terbangun Setelah 91 Tahun

Regional
'Ball' Pakaian dan Sepatu Bekas Impor Diamankan di Perairan Nunukan

"Ball" Pakaian dan Sepatu Bekas Impor Diamankan di Perairan Nunukan

Regional
Wapres Ma'ruf Amin ke Bangka, 1.075 Personel Pengamanan Disiagakan

Wapres Ma'ruf Amin ke Bangka, 1.075 Personel Pengamanan Disiagakan

Regional
Pelantikan Pengurus Pusat, GP Ansor Usung Transisi Energi dan Ekonomi Digital

Pelantikan Pengurus Pusat, GP Ansor Usung Transisi Energi dan Ekonomi Digital

Regional
Longsor Saat Ibadah Minggu di Distrik Minyambouw, 4 Warga Tertimbun

Longsor Saat Ibadah Minggu di Distrik Minyambouw, 4 Warga Tertimbun

Regional
Kakak Vina Bingung dengan Pernyataan Polisi yang Hapus 2 Nama Pelaku dalam DPO

Kakak Vina Bingung dengan Pernyataan Polisi yang Hapus 2 Nama Pelaku dalam DPO

Regional
Optimalisasi Lahan Rawa Seluas 98.400 Hektare, Pemprov Sumsel Optimistis Target Produksi 3,1 Ton GKG Tercapai

Optimalisasi Lahan Rawa Seluas 98.400 Hektare, Pemprov Sumsel Optimistis Target Produksi 3,1 Ton GKG Tercapai

Regional
Sapi Terperosok ke dalam 'Septic Tank', Damkar di Ngawi Turun Tangan

Sapi Terperosok ke dalam "Septic Tank", Damkar di Ngawi Turun Tangan

Regional
Jelang Idul Adha 2024, Sapi di Kota Malang Diberi Jamu

Jelang Idul Adha 2024, Sapi di Kota Malang Diberi Jamu

Regional
Pembunuh Gajah Ditangkap di Aceh Utara, Gading Disita di Aceh Barat

Pembunuh Gajah Ditangkap di Aceh Utara, Gading Disita di Aceh Barat

Regional
Disebut Tewas Kecelakaan, Hansip di Kuningan Ternyata Jadi Korban Pembunuhan, Sang Istri Terlibat

Disebut Tewas Kecelakaan, Hansip di Kuningan Ternyata Jadi Korban Pembunuhan, Sang Istri Terlibat

Regional
Budayakan Hidup Sehat, Pj Gubernur Sulsel Ajak OPD dan Masyarakat Rutin Olahraga

Budayakan Hidup Sehat, Pj Gubernur Sulsel Ajak OPD dan Masyarakat Rutin Olahraga

Regional
Sopir Mengantuk, Calya Tabrak Pasutri di Banyumas dan Dua Orang Tewas

Sopir Mengantuk, Calya Tabrak Pasutri di Banyumas dan Dua Orang Tewas

Regional
2 Warga Tertimbun Longsor di Lampung

2 Warga Tertimbun Longsor di Lampung

Regional
Mengundurkan Diri karena UKT Mahal, Naffa: Cita-cita Saya Kuliah, tapi Tidak Terkabul

Mengundurkan Diri karena UKT Mahal, Naffa: Cita-cita Saya Kuliah, tapi Tidak Terkabul

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com