Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Embung Sei Bolong Kering, 8.000 Pelanggan PDAM di Nunukan Alami Krisis Air Bersih

Kompas.com - 20/12/2022, 14:33 WIB
Ahmad Dzulviqor,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

NUNUKAN, KOMPAS.com - Distribusi air bersih ke pelanggan PDAM di Nunukan, Kalimantan Utara, terhenti akibat embung Sei Bolong mengering. Kondisi pengolahan air yang seadanya terus diupayakan.

PDAM Nunukan juga sudah turun ke lapangan untuk berbagi air bersih ke warga terdampak sejak lima hari lalu.

Direktur Perumda Tirta Taka Nunukan, Masdi, mengatakan, kodisi Embung Sei Bolong yang mengalami kekeringan bukan kali pertama. Dia mengatakan kondisi ini kerap terjadi saat musim kemarau.

Selain karena Kabupaten Nunukan hanya mengandalkan curah hujan, ada sejumlah faktor lain yang mendasari PDAM mengambil kebijakan suplai air bergilir.

Baca juga: Waspada Banjir Rob di Cilacap, BPBD Minta Masyarakat Menjauh dari Pantai

"Walau hujan memang sering turun, tapi di Nunukan, hujannya hanya berskala lokal. Satu daerah berlainan lokasi, ada yang hujan, ada yang tidak. Permasalahannya adalah, Nunukan tidak memiliki sumber air baku dan hanya mengandalkan tadah hujan,’’ujar Masdi, Selasa (20/12/2022).

Selain hanya mengandalkan hujan, pertumbuhan penduduk di Nunukan juga tidak selaras dengan produksi air bersih. Akibatnya, PDAM hanya mampu melakukan pelayanan dengan presentase 40 persen dari jumlah penduduk Nunukan.

Alasan lain, kondisi hutan yang sudah tak lagi lestari akibat alih fungsi, mengakibatkan embung inti di Nunukan, yakni embung Bolong, menyusut.

Kalau di waktu normal, instalasi pengolahan air (IPA) dapat memproduksi air bersih 85 sampai 120 liter per detik. Namun kini hanya mampu mengolah sekitar 25 sampai 30 liter per detik saja.

‘’Embung Bolong hanya bisa disedot 30 sampai 20 cm saja saat ini karena penyusutan. Itu ada pipa turun yang dibuatkan Balai Wilayah Sungai agak dalam, untuk mengantisipasi musibah atau kekeringan. Tapi kalau dipaksa menyedot, mesin akan rusak,’’urai Masdi.

Dia mengatakan pelayanan akan diprioritaskan untuk wilayah yang mayoritas warganya akan merayakan Natal.

"Untuk sementara, layanan kita prioritaskan ke wilayah atas, dimana mayoritas saudara kita yang akan merayakan Natal. Selanjutnya air mulai kita alirkan ke wilayah kota. Mohon dimaklumi,"imbuhnya.

Dia mengatakan  PDAM Nunukan juga sudah melakukan banyak hal untuk mengatasi persoalan ini. Sampai saat ini, pengerukan sudah dilakukan tiga kali terhadap Embung Bolong yang memiliki luas 350.000 kubik.

Tidak hanya itu, PDAM yang memiliki jumlah pelanggan hingga 8.000 tersebut juga kerap menggandeng komunitas pecinta alam untuk melakukan reboisasi.

Baca juga: Waspada, Gelombang Tinggi Capai 6 Meter di Natuna hingga 20 Desember

Sejumlah komunitas juga pernah bergotong royong melakukan pembersihan aliran sungai di hutan, dan terlihat banyak pohon besar tumbang.

"Kami berharap pemerintah pusat bisa melihat kondisi Pulau terluar di Indonesia ini. Kita ingin ada solusi jangka panjang dengan bantuan penyediaan embung lain untuk tadah hujan lebih banyak,"harapnya.

Masdi mengajak masyarakat berdoa agar hujan segera turun dan kembali memenuhi Embung Bolong. Dengan begitu, air bisa kembali normal.

Sementara ini, PDAM terus berkeliling ke sejumlah wilayah terdampak, menggandeng BPBD, dan armada Dinas Pemadam Kebakaran, untuk membagikan air bersih.

"Prediksi BMKG Nunukan, hujan segera turun. Kita berharap embung terisi dan pelayanan bisa kembali normal,"kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Menuju Satu Dekade Borobudur Marathon Sandang World Athletic Label 2024

Menuju Satu Dekade Borobudur Marathon Sandang World Athletic Label 2024

Regional
Jadi Tersangka Pelecehan Gadis Pemohon KTP, ASN Nunukan Minta Bertemu Orangtua Sebelum Ditahan

Jadi Tersangka Pelecehan Gadis Pemohon KTP, ASN Nunukan Minta Bertemu Orangtua Sebelum Ditahan

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Selasa 28 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Selasa 28 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Sedang

Regional
Pemuda 22 Tahun Nekat Curi Hp karena Ketagihan Judi Slot, Ditangkap Setelah Gadai Barang Curian

Pemuda 22 Tahun Nekat Curi Hp karena Ketagihan Judi Slot, Ditangkap Setelah Gadai Barang Curian

Regional
Indeks SPBE Kabupaten Blora Naik Signifikan, Bupati Arief Diundang ke Istana Negara

Indeks SPBE Kabupaten Blora Naik Signifikan, Bupati Arief Diundang ke Istana Negara

Regional
Konsisten Kelola Keuangan secara Transparan, Pemprov Sumsel Raih Opini WTP 10 Kali Berturut-turut

Konsisten Kelola Keuangan secara Transparan, Pemprov Sumsel Raih Opini WTP 10 Kali Berturut-turut

Regional
Kakek 78 Tahun di Sikka Hilang secara Misterius, Tim SAR Lakukan Pencarian

Kakek 78 Tahun di Sikka Hilang secara Misterius, Tim SAR Lakukan Pencarian

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Selasa 28 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Selasa 28 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Kapolres Keerom: 3 Guru SD Nyaris Ditangkap Tentara Papua Nugini

Kapolres Keerom: 3 Guru SD Nyaris Ditangkap Tentara Papua Nugini

Regional
Mengenal Tradisi Ete Ai Kadewa dalam Prosesi Pengangkatan Datu Rajamuda Kesultanan Sumbawa

Mengenal Tradisi Ete Ai Kadewa dalam Prosesi Pengangkatan Datu Rajamuda Kesultanan Sumbawa

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Selasa 28 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Selasa 28 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Selasa 28 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Selasa 28 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Regional
Caleg DPR RI Terpilih Asal NTT Diduga Sabotase Usaha Pengangkutan Sisa Tambang di Maluku, Pengusaha Lokal Mengeluh

Caleg DPR RI Terpilih Asal NTT Diduga Sabotase Usaha Pengangkutan Sisa Tambang di Maluku, Pengusaha Lokal Mengeluh

Regional
BPBD OKU: 10.816 Rumah Terdampak Bencana Banjir

BPBD OKU: 10.816 Rumah Terdampak Bencana Banjir

Regional
Sekap Mantan Anak Tiri, Pria di Banjarmasin Minta Uang Tebusan untuk Beli Narkoba

Sekap Mantan Anak Tiri, Pria di Banjarmasin Minta Uang Tebusan untuk Beli Narkoba

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com