Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Soal Kabar Lelang Kepulauan Widi dan Ancaman KKP ke Pengelolanya...

Kompas.com - 08/12/2022, 08:36 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com - Kasus pelelangan Kepulauan Widi di Halmahera Selatan, Maluku Utara, oleh pengelolanya, PT LII, berbuntut panjang.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan akan menindak tegas pengelolanya jika tidak mengajukan izin pemanfaatan pulau-pulau kecil, termasuk Kepulauan Widi, ke KKP. Selama ini, PT LII disebut sama sekali belum mengantongi izin dari pemerintah pusat melalui KKP.

"Sekali lagi PT LII wajib mengurus perizinan pemanfaatan pulau-pulau kecil tersebut ke KKP. Mereka wajib mengantongi di antaranya Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) yang ditandatangani Menteri Kelautan dan Perikanan. Semua aspeknya akan kami kaji terutama dampak dan mudaratnya secara ekologi," kata Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan, Wahyu Muradi kepada Kompas.com via sambungan WhatsApp, Kamis (8/12/2022).

Baca juga: Pengelola Kepulauan Widi Belum Kantongi PKKPRL, Menteri KP: Selama Dia Belum Beraktivitas, Kita Diam Saja

Wahyu menegaskan, jika pengelola tidak mengurus izin pemanfaatan pulau kecil, maka pihak KKP akan melakukan tindakan tegas, yakni pemanfaatannya akan dihentikan.

"Jika tidak mendapatkan izin tersebut tapi terus melakukan aktivitas, maka sikap KKP tegas: akan kami hentikan!" tandasnya.

Lebih jauh Wahyu menjelaskan, selama ini PT LII sama sekali belum mengantongi izin PKKPRL yang diterbitkan dan ditandatangani Menteri Kelautan dan Perikanan.

Selama mereka belum melakukan aktivitas apapun, tidak menjadi persoalan, termasuk jika hendak menggalang dana investor asing.

"Tapi begitu memulai kegiatan pemanfaatan di Kepulauan Widi tersebut, maka sikap Pak Menteri Trenggono tegas: akan kami hentikan!" tegas Wahyu.

Menurutnya, selama ini PT LII hanya berbekal izin Pemprov Maluku Utara untuk mengelola 15 pulau dan 2 atol (pulau karang berbentuk cincin), yang disebut masih tersisa di planet bumi..

Perusahaan itu mendapat izin lokal sejak 2015 tapi selama ini tidak melakukan aktivitas apapun.

"Menurut UUCK (Undang-undang Cipta Kerja), izin pemanfaatan pulau kecil harus dari pemerintah pusat. Kalau berdalih pakai aturan sebelum UUCK atau ketentuan lama, disebutkan jika didiamkan selama 6 bulan maka izin akan dievaluasi atau dibekukan," katanya.

Baca juga: Pesona Kepulauan Widi yang Dikabarkan Akan Dilelang, Pulau Terindah di Maluku Utara

Sebelumnya media CNN melaporkan bahwa sekitar 100 pulau di Kepulauan Widi masuk daftar lelang di situs asing Sothebey's Concierge Auctions. Di situs lelang tersebut, pulau-pulau kecil yang masuk Kepulauan Widi disebut Widi Reserve yang tersebr di kawasan seluas 10.000 hektar.

Di berita itu disebutkan bahwa hukum Indonesia melarang warga asing membeli kepulauan di negara tersebut. Namun untuk pembelian bisa disiasati dengan mengakuisisi saham pengelolanya, yakni PT LII.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Air Terjun Lubuk Hitam di Padang: Daya Tarik, Keindahan, dan Rute

Air Terjun Lubuk Hitam di Padang: Daya Tarik, Keindahan, dan Rute

Regional
Motif Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Solo, Pelaku Terlanjur Malu

Motif Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Solo, Pelaku Terlanjur Malu

Regional
Nasib Pilu Siswi SMP Diperkosa Ayah Kandung Usai Mengadu Dicabuli Kekasihnya

Nasib Pilu Siswi SMP Diperkosa Ayah Kandung Usai Mengadu Dicabuli Kekasihnya

Regional
Viral, Video Bocah 5 Tahun Kemudikan Mobil PLN, Ini Kejadian Sebenarnya

Viral, Video Bocah 5 Tahun Kemudikan Mobil PLN, Ini Kejadian Sebenarnya

Regional
Detik-detik TKW Asal Madiun Robohkan Rumah Hasil Kerja 9 Tahun di Hongkong

Detik-detik TKW Asal Madiun Robohkan Rumah Hasil Kerja 9 Tahun di Hongkong

Regional
Menanti Pemekaran Indramayu Barat, Antara Mimpi dan Nyata

Menanti Pemekaran Indramayu Barat, Antara Mimpi dan Nyata

Regional
Pelaku Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Ditangkap, Sempat Kabur ke Ngawi

Pelaku Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Ditangkap, Sempat Kabur ke Ngawi

Regional
Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Surat Tanah, PJ Walikota Tanjungpinang Belum Diperiksa

Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Surat Tanah, PJ Walikota Tanjungpinang Belum Diperiksa

Regional
Anggota Timses di NTT Jadi Buron Usai Diduga Terlibat Politik Uang

Anggota Timses di NTT Jadi Buron Usai Diduga Terlibat Politik Uang

Regional
Pedagang di Mataram Tewas Diduga Ditusuk Mantan Suami di Kamar Kosnya

Pedagang di Mataram Tewas Diduga Ditusuk Mantan Suami di Kamar Kosnya

Regional
Pengurus Masjid Sheikh Zayed Solo Sempat Tolak Ratusan Paket Berbuka Terduga Penipuan Katering

Pengurus Masjid Sheikh Zayed Solo Sempat Tolak Ratusan Paket Berbuka Terduga Penipuan Katering

Regional
Mengenal Lebaran Mandura di Palu, Tradisi Unik untuk Mempererat Tali Persaudaraan

Mengenal Lebaran Mandura di Palu, Tradisi Unik untuk Mempererat Tali Persaudaraan

Regional
Pantai Pulisan di Sulawesi Utara: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Pulisan di Sulawesi Utara: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Ketua DPRD Kota Magelang Jawab Rumor soal Maju Pilkada 2024

Ketua DPRD Kota Magelang Jawab Rumor soal Maju Pilkada 2024

Regional
Order Fiktif Takjil Catut Nama Masjid Sheikh Zayed, Pengurus: Terduga Pelaku Ngakunya Sedekah

Order Fiktif Takjil Catut Nama Masjid Sheikh Zayed, Pengurus: Terduga Pelaku Ngakunya Sedekah

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com