Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Papua di Kupang Dibubarkan Ormas

Kompas.com - 02/12/2022, 10:05 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Andi Hartik

Tim Redaksi

KUPANG, KOMPAS.com - Sejumlah mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam Aliansi Forum HAM dan Demokrasi (Formasi) menggelar aksi unjuk rasa di Depan Kampus Universitas Katolik Widya Mandira Kupang di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (1/12/2022).

Belasan mahasiswa yang merupakan gabungan dari Aliansi Mahasiswa Papua ( AMP ) Kota Kupang, Forum Komunikasi Mahasiswa Papua (Fokmap ) NTT dan Forum Rakyat Indonesia West Papua (FRI-WP), menggelar aksi unjuk rasa untuk menyuarakan persoalan-persoalan HAM dan demokrasi di Papua.

Baca juga: Pasien yang Tewas Ditabrak Mobil Boks di RSUD WZ Johannes Kupang Berprofesi sebagai Guru

Dalam aksinya, mahasiswa membawa spanduk yang bertuliskan tentang tuntutan mereka. Mulai dari persoalan HAM dan demokrasi di Papua, penolakan rencana eksploitasi geothermal Wae Sano di NTT dan penolakan kenaikan tiket dan monopoli bisnis di Taman Nasional Komodo NTT, serta penolakan terhadap RKUHP.

Saat menjalankan aksi unjuk rasa itu, para mahasiswa dibubarkan oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) Garda Flobamora XXX.

Baca juga: Pasien yang Tewas Ditabrak Mobil Boks di RSUD Johannes Kupang Sedang Antre untuk Operasi

Aparat kepolisian yang menjaga aksi tersebut, kemudian membawa para mahasiswa menuju ke Markas Kepolisian Sektor Polsek Kelapa Lima untuk diamankan.

"Betul, anggota kita mengamankan mereka (mahasiswa Papua) di Polsek Kelapa Lima," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah NTT Komisaris Besar Ariasandy kepada Kompas.com, Kamis (1/12/2022).

Setelah itu, mahasiswa asal Papua itu dibawa ke Markas Kepolisian Resor Kupang Kota demi alasan keamanan.

Kemudian, pihak Polres Kupang Kota mengambil langkah untuk mengamankan perselisihan antara Ormas dan mahasiswa tersebut.

Polisi pun mengimbau kepada kedua belah pihak agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum yang berpengaruh pada stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Kupang.

"Anggota Polres Kupang Kota kemudian memulangkan para mahasiswa menggunakan bus milik Polresta Kupang Kota ke Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima," ujar dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Walhi Bengkulu Tantang KLHK Tertibkan Perkebunan Sawit Ilegal di Kawasan Hutan

Walhi Bengkulu Tantang KLHK Tertibkan Perkebunan Sawit Ilegal di Kawasan Hutan

Regional
Kadis Perindagkop Halmahera Barat Keroyok Pendemo, Anggota DPD RI: Aksi Barbar dan Anti-kritik

Kadis Perindagkop Halmahera Barat Keroyok Pendemo, Anggota DPD RI: Aksi Barbar dan Anti-kritik

Regional
Anak Bos Rental Mobil Trauma Kembali ke Lokasi Penembakan Ayahnya saat Rekonstruksi

Anak Bos Rental Mobil Trauma Kembali ke Lokasi Penembakan Ayahnya saat Rekonstruksi

Regional
Rekonstruksi Penembakan Bos Rental Mobil Peragakan 36 Adegan

Rekonstruksi Penembakan Bos Rental Mobil Peragakan 36 Adegan

Regional
Puluhan Warga Merauke Tuntut PT Global Papua Abadi Hentikan Operasi, Sengketa Lahan Memanas

Puluhan Warga Merauke Tuntut PT Global Papua Abadi Hentikan Operasi, Sengketa Lahan Memanas

Regional
Kronologi Pemuda Bakar Motornya karena Emosi Ditilang Polisi

Kronologi Pemuda Bakar Motornya karena Emosi Ditilang Polisi

Regional
Underpass Joglo Dibuka Hari Ini, Kendaraan Kembali ke Jalur Normal

Underpass Joglo Dibuka Hari Ini, Kendaraan Kembali ke Jalur Normal

Regional
Kantor Disdik Makassar Terbakar, Sejumlah Ruangan Ludes Dilahap Api

Kantor Disdik Makassar Terbakar, Sejumlah Ruangan Ludes Dilahap Api

Regional
Dua Warga Bener Meriah Aceh Hilang Tertimbun Longsor

Dua Warga Bener Meriah Aceh Hilang Tertimbun Longsor

Regional
Honorer Pemkab Belitung Tak Jadi Dirumahkan Setelah Arahan Pusat

Honorer Pemkab Belitung Tak Jadi Dirumahkan Setelah Arahan Pusat

Regional
Budi-Agis Ditetapkan Jadi Walkot-Wawalkot Serang Terpilih

Budi-Agis Ditetapkan Jadi Walkot-Wawalkot Serang Terpilih

Regional
Kecelakaan Kereta Sancaka di Sragen, KAI Tuntut Ganti Rugi Pemilik Truk

Kecelakaan Kereta Sancaka di Sragen, KAI Tuntut Ganti Rugi Pemilik Truk

Regional
Diguyur Hujan Lebat, Rumah dan Jalan di Banyumas Terendam Banjir

Diguyur Hujan Lebat, Rumah dan Jalan di Banyumas Terendam Banjir

Regional
Penyebab Kecelakaan Truk Tertabrak Kereta Api di Sragen

Penyebab Kecelakaan Truk Tertabrak Kereta Api di Sragen

Regional
Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Pilkada 2024 Menunggu MK

Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Pilkada 2024 Menunggu MK

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau