Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

29 Nasabah Bank Sulselbar Terima Pengembalian Dana yang Ditilap Mantan Pegawai

Kompas.com - 01/12/2022, 17:27 WIB
Himawan,
Khairina

Tim Redaksi

 

MAMUJU, KOMPAS.com - Sebanyak 29 nasabah Bank Sulselbar Cabang Mamuju telah menerima kembali uang tabungan yang sebelumnya diduga ditilap oknum mantan pegawainya berinisial H. 

Tim Legal Bank Sulselbar Faisal Satria mengatakan, isi tabungan 29 nasabah yang hilang ini akan ditransferkan langsung ke rekening mereka. 

Baca juga: Bank Sulselbar Mamuju Akui Sulit Kembalikan Dana 6 Nasabah yang Tidak Tercatat, Ini Alasannya

Ke-29 nasabah tersebut yang sebelumnya tercatat dalam sistem bank Sulselbar cabang Mamuju. 

"Sesuai penyampaian kami, tahap pertama yang terdaftar dulu, tahap kedua akan ada lagi untuk proses yang tidak tercatat. Tahap pertama itu (jumlah) pengembalian Rp 6 miliar 83 juta. Itu yang sudah kami verifikasi," kata Faisal kepada wartawan di Hotel Meganita Mamuju, Kamis (1/12/2022).  

Faisal mengatakan, jumlah dana yang diterima nasabah ini lebih kecil dan berbeda-beda karena telah dikurangi dengan cashback dan bonus yang sebelumnya diberikan oleh H sewaktu dananya masih berada di dalam buku rekening. 

Baca juga: Tidak Dapat Pengembalian, Nasabah Bank Sulselbar Siapkan Langkah Hukum

Kini, Faisal menyebut masih ada dua nasabah yang tercatat dalam sistem yang belum menerima pengembalian karena pihak bank masih memverifikasi kesesuaian jumlah caschback yang diterima kedua nasabah tersebut. 

Salah satu nasabah yang belum menerima uangnya ialah Nirmalasari Aras, anggota DPRD Mamuju Tengah yang mengaku kehilangan uang hingga Rp 2 miliar. 

"31 nasabah yang sudah dikembalikan dan nasabah sudah menandatangani bahwa menerima kemudian tidak akan lagi menuntut atau komplen kepada bank," kata Faisal. 

Sementara itu, Nirmalasari Aras yang juga hadir dalam proses pengembalian ini mengaku telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak bank terkait uang yang akan ia terima nantinya. 

Namun dia menyebut kalau nominal jumlah yang ia terima sudah sesuai dengan kesepakatan yang ia buat. 

"Saya sudah punya kesepakatan dengan pihak bank. Biar mereka nanti yang bilang," kata wanita yang juga putri dari anak bupati Mamuju Tengah ini. 

Sebelumnya diberitakan, Bank Sulselbar Cabang Utama Mamuju menyebut 37 nasabah sudah melapor terkait kehilangan isi saldo rekening yang diduga digelapkan oleh mantan pegawainya beberapa waktu lalu.

Direktur Kepatuhan Bank Sulselbar Dian Angraeni Hutina mengatakan bahwa dari 37 nasabah tersebut, hanya 31 nasabah yang berhak menerima pengembalian dana. Pasalnya, ada beberapa nasabah yang setorannya tidak tercatat di rekening Bank.

Mantan pegawai Bank Sulselbar berinisial H diduga tidak menyetor beberapa dana nasabah hingga tidak tercatat dalam sistem pembukuan Bak Sulselbar.

"Ada nasabah yang melakukan pengaduan tidak tercatat dalam pembukuan bank sebesar Rp 1 miliar," kata Dian saat menggelar konferensi pers di Hotel Grand Maleo Mamuju, Selasa (29/11/2022). 

Kasus penggelapan miliaran dana nasabah ini sendiri terkuak setelah puluhan warga yang menjadi nasabah Bank Sulselbar Kantor Cabang Mamuju mengaku kehilangan uang di rekening pribadi mereka.

Jumlah saldo yang hilang mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah. Salah satu nasabah yang kehilangan dana di rekening Bank Sulselbar Mamuju ialah anggota DPRD Mamuju Tengah Nirmalasari Aras.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Kabur Selama 2 Bulan Usai Cabuli Remaja Putri, Residivis Kasus Pencurian Motor di NTT Ditangkap

Kabur Selama 2 Bulan Usai Cabuli Remaja Putri, Residivis Kasus Pencurian Motor di NTT Ditangkap

Regional
Berkenalan dengan Maya Dewi, Sosok Kartini Masa Kini dari Kota Semarang

Berkenalan dengan Maya Dewi, Sosok Kartini Masa Kini dari Kota Semarang

Regional
Cerita Ning, Gerakkan Ibu-ibu di Demak Sulap Sampah Jadi Rupiah

Cerita Ning, Gerakkan Ibu-ibu di Demak Sulap Sampah Jadi Rupiah

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 21 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 21 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Video Viral Siswi SMA Tak Ikut Ujian karena Tak Bayar Uang Sekolah Rp 50.000

Video Viral Siswi SMA Tak Ikut Ujian karena Tak Bayar Uang Sekolah Rp 50.000

Regional
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Minggu 21 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Minggu 21 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Memanas Lagi, Epyardi Diduga Tak Undang Gubernur Sumbar saat HUT Ke-111 Kabupaten Solok

Memanas Lagi, Epyardi Diduga Tak Undang Gubernur Sumbar saat HUT Ke-111 Kabupaten Solok

Regional
Tawuran Antargeng Pelajar di Lhokseumawe, Massa Kejar Pelaku dan Pukul hingga Babak Belur

Tawuran Antargeng Pelajar di Lhokseumawe, Massa Kejar Pelaku dan Pukul hingga Babak Belur

Regional
PDI-P Pangkalpinang Buka Pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil, Kesiapan Finansial Jadi Pertimbangan

PDI-P Pangkalpinang Buka Pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil, Kesiapan Finansial Jadi Pertimbangan

Regional
Jembatan Gantung Putus Diterjang Banjir, Satu Desa di Aceh Utara Terisolasi

Jembatan Gantung Putus Diterjang Banjir, Satu Desa di Aceh Utara Terisolasi

Regional
Disebut Masuk Bursa Pilgub Jateng, Irjen Ahmad Luthfi: Saya Masih Dinas

Disebut Masuk Bursa Pilgub Jateng, Irjen Ahmad Luthfi: Saya Masih Dinas

Regional
Polisi Gagalkan Aksi Pemuda yang Hendak Bunuh Diri di Sumba Barat NTT

Polisi Gagalkan Aksi Pemuda yang Hendak Bunuh Diri di Sumba Barat NTT

Regional
Aktivitas Erupsi Gunung Ruang Menurun, Peringatan Tsunami Dicabut

Aktivitas Erupsi Gunung Ruang Menurun, Peringatan Tsunami Dicabut

Regional
300 Hektar Tanaman Padi Siap Panen Rusak Disapu Banjir di Lebong Bengkulu

300 Hektar Tanaman Padi Siap Panen Rusak Disapu Banjir di Lebong Bengkulu

Regional
Macet Horor Saat Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak, Pakar: 'Buffer Zone' Harus segera Dibuat

Macet Horor Saat Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak, Pakar: "Buffer Zone" Harus segera Dibuat

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com