Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Soal Batal Cairnya Anggaran RTLH Rp 5,9 Miliar, Bupati Purworejo: Beri Saya Waktu untuk Menyelesaikan Masalah Ini

Kompas.com - 30/11/2022, 06:51 WIB

PURWOREJO, KOMPAS.com - Warga dan ratusan kades serta perangkat desa kembali menggeruduk kantor Bupati Purworejo Selasa (29/11/2022), karena batal cairnya anggaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar Rp 5,9 miliar.

Berbeda dengan sehari sebelumnya, Bupati Purworejo Agus Bastian kali ini hadir menemui demonstrans dan berdialog bersama di ruang pertemuan Arahiwang kompleks Kantor Bupati Purworejo.

Dalam dialog ini, Bupati Agus Bastian meminta waktu untuk menyelesaikan persoalan bantuan RTLH tahun 2022 yang kabarnya telah dibatalkan.

Baca juga: Bupati Purworejo Janji Cairkan Bantuan Pembangunan RTLH di Bulan Desember

"Beri saya waktu untuk menyelesaikan masalah Ini, karena saya harus konsolidasi dan koordinasi dengan semua pihak," kata Agus Bastian saat dialog.

Agus menambahkan, pihaknya meminta waktu sebelum akhir Desember 2022 untuk menyelesaikan soal gagal cairnya bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2022 sebanyak 398 rumah miskin sebesar Rp 5,9 miliar.

Waktu tersebut akan ia gunakan untuk berkoordinasi dengan semua pihak baik itu eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.

"Kalau bisa akan kita laksanakan sebelum Desember 2022. Butuh waktu yang cukup lama, tunggulah sebentar Insya Allah semuanya bisa diselesaikan," kata Bupati.

Aksi demonstrasi tersebut dipelopori oleh Polosoro (Paguyuban Kades se Purworejo), PPDI (Persatuan Perangkat Desa Indonesia), Forum BPD Purworejo dan warga. Mereka berorasi di depan Kantor Bupati Purworejo sebelum masuk untuk berdialog dengan Agus Bastian.

Bupati berpesan, seandainya uang bantuan RTLH ini bisa dicairkan, uang tersebut tidak boleh digunakan untuk membayar utang material. Ia meminta pengusul bantuan untuk menyiasati bagaimana caranya agar uang tersebut dibelanjakan, bukan untuk bayar utang.

Baca juga: Gagal Temui Bupati Purworejo soal Batal Cairnya RTLH Rp 5,9 Miliar, Demonstran Ancam Turunkan Massa Lebih Banyak

Agus juga meminta masyarakat untuk bersabar menunggu penyelesaian persoalan ini hingga akhir tahun 2022.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Jembatan Terpanjang di Indonesia Segera Direalisasikan di Kepri

Pembangunan Jembatan Terpanjang di Indonesia Segera Direalisasikan di Kepri

Regional
Berapa Gaji dan Lama Masa Kerja PPK, PPS, KPPS, dan Pantarlih di Pemilu 2024?

Berapa Gaji dan Lama Masa Kerja PPK, PPS, KPPS, dan Pantarlih di Pemilu 2024?

Regional
Balita di Jayapura Dianiaya Ayah hingga Tulang Kakinya Patah

Balita di Jayapura Dianiaya Ayah hingga Tulang Kakinya Patah

Regional
Sekjen PDI-P soal Potensi Gibran Maju Jadi Gubernur Jateng atau Jakarta: Yang Penting Melatih Diri

Sekjen PDI-P soal Potensi Gibran Maju Jadi Gubernur Jateng atau Jakarta: Yang Penting Melatih Diri

Regional
Potret Ganjar dan Megawati Mengobrol di Acara Pelantikan Wali Kota Semarang

Potret Ganjar dan Megawati Mengobrol di Acara Pelantikan Wali Kota Semarang

Regional
Lakukan Aborsi di Kamar Hotel, Perempuan Muda Meninggal Dunia

Lakukan Aborsi di Kamar Hotel, Perempuan Muda Meninggal Dunia

Regional
Polda Sumsel Buru Polisi Gadungan Tipu Wanita dengan Modus Video Call, Bujuk Korban Buka Baju

Polda Sumsel Buru Polisi Gadungan Tipu Wanita dengan Modus Video Call, Bujuk Korban Buka Baju

Regional
Mantan Suami Norma Risma Ternyata Sudah Cabut Aduan Pencemaran Nama Baik

Mantan Suami Norma Risma Ternyata Sudah Cabut Aduan Pencemaran Nama Baik

Regional
Sekjen PDI-P Hasto Jelaskan soal Politik Dinasti, Ini Katanya...

Sekjen PDI-P Hasto Jelaskan soal Politik Dinasti, Ini Katanya...

Regional
Sejarah Singkat Berdirinya Nahdlatul Ulama (NU): Latar Belakang, Tokoh, dan Tujuannya

Sejarah Singkat Berdirinya Nahdlatul Ulama (NU): Latar Belakang, Tokoh, dan Tujuannya

Regional
Sejumlah Anak di Pati Dirawat di Bangsal Kejiwaan akibat Keranjingan 'Game' dan Konten Porno

Sejumlah Anak di Pati Dirawat di Bangsal Kejiwaan akibat Keranjingan "Game" dan Konten Porno

Regional
Proyek Jalan Raya di Padang Dinilai Asal Jadi, Dinas PUPR Buka Suara

Proyek Jalan Raya di Padang Dinilai Asal Jadi, Dinas PUPR Buka Suara

Regional
Pendaki Wanita Tewas di Gunung Lawu: Proses Evakuasi Terkendala Cuaca

Pendaki Wanita Tewas di Gunung Lawu: Proses Evakuasi Terkendala Cuaca

Regional
Jual Motor Hasil Curian di Facebook, 2 Pemuda di Ende Ditangkap

Jual Motor Hasil Curian di Facebook, 2 Pemuda di Ende Ditangkap

Regional
Muncul Wacana Kaesang 'Dijodohkan' dengan Rheo Fernandes Anak Ketua PDI-P Solo FX Rudy, Gibran: Bagus

Muncul Wacana Kaesang "Dijodohkan" dengan Rheo Fernandes Anak Ketua PDI-P Solo FX Rudy, Gibran: Bagus

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.