Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Modus Diskon Belanja Logam Mulia hingga 30 Persen, 4 Warga Jabar Bobol Kartu Kredit di Palembang

Kompas.com - 25/11/2022, 19:03 WIB
Aji YK Putra,
Reni Susanti

Tim Redaksi

PALEMBANG, KOMPAS.com -  Aksi bobol kartu kredit dengan modus menawarkan diskon 30 persen belanja logam mulia di aplikasi belanja online Bukalapak.com menimpa seorang warga Palembang.

Akibat kejadian tersebut, korban Periansyah (62) yang tercatat sebagai warga Letnan Murod, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, rugi hingga Rp 49,3 juta.

Usai kejadian, Subdit V Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Selatan, menangkap empat pelaku yang berasal dari Jawa Barat. Mereka adalah Eko Bowie, Shandy Setiawan, Syahrul, dan Mamun.

Baca juga: Cerita Desti, Mengabdi 14 tahun Jadi Guru Honorer di Bandung, Gaji Hanya Rp 1 Jutaan

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Barly Ramadhani mengatakan, keempat tersangka semula membuat akun di Bukalapak.com dengan modus menjual logam mulia dengan diskon 30 persen.

Mereka lalu mencari korban secara acak. Kemudian, korban Periansyah yang menjadi sasaran para pelaku langsung dihubungi oleh pelaku. Mereka menawarkan pembelian logam mulia dengan menggunakan kartu kredit.

Tergiur diskon yang ditawarkan cukup besar, korban pun masuk ke dalam perangkap para tersangka.

“Pelaku mengirimkan tautan untuk diisi oleh pelaku, dimana di dalamnya terdapat kode OTP yang terhubung ke kartu kredit korban. Setelah mendapatkan kode OTP pelaku langsung mengakses kartu kredit korban,” kata Barly.

Baca juga: Pembunuh Mahasiswa Asal Palembang Ingin Jual Mobil Korban untuk Beli Ekstasi

Untuk meyakinkan korban, para pelaku yang telah membuat akun belanja di Bukalapak.com mengirimkan logam mulia palsu yang terbuat dari timah. Logam itu lalu dikirim ke korban hingga akhirnya kasus tersebut terungkap.

“Kami masih terus melakukan pengembangan dugaan ada korban lain dari aksi keempat pelaku ini karena mereka telah beraksi selama lima bulan,” ujarnya.

Sementara, pelaku Eko mengaku bahwa toko online di aplikasi Bukalapak.com itu ia buat untuk mengelabui korban. uang hasil kejahatan itu pun dibagi tersangka secara merata.

“Kami hanya minta kode OTP-nya untuk mengakses kartu kredit, baru setelah itu uangnya diambil. Untuk meyakinkan emas palsunya kami kirim,” ujarnya singkat.

Akibat perbuatanya, keempat pelaku terancam pasal 30 ayat 1 atau pasal 32 ayat 2 JO pasal 45A ayat 1 UU ITE pasal 55, 56 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun dan denda Rp 1 miliar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pria di Tapin Kalsel Ditangkap Usai Tepergok Istri Cabuli Anak Tirinya

Pria di Tapin Kalsel Ditangkap Usai Tepergok Istri Cabuli Anak Tirinya

Regional
Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Perairan Karimun Kepri

Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Perairan Karimun Kepri

Regional
Mudah Alami Pendarahan Spontan di Mulut, Penderita Hemofilia Diminta Kurangi Makanan Manis dan Lengket

Mudah Alami Pendarahan Spontan di Mulut, Penderita Hemofilia Diminta Kurangi Makanan Manis dan Lengket

Regional
Harvesting Gernas BBI-BBWI 2024, Ada Layanan Sertifikasi Halal Gratis hingga Pelatihan UMKM

Harvesting Gernas BBI-BBWI 2024, Ada Layanan Sertifikasi Halal Gratis hingga Pelatihan UMKM

Regional
Mama Maria Evin Terima Donasi Pembaca 'Kompas.com'

Mama Maria Evin Terima Donasi Pembaca "Kompas.com"

Regional
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Senin 27 Mei 2024, dan Besok : Malam Ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Senin 27 Mei 2024, dan Besok : Malam Ini Hujan Ringan

Regional
Viral, Video Pria Dibacok Gerombolan Orang di Magelang, Berawal Tantangan lewat Medsos

Viral, Video Pria Dibacok Gerombolan Orang di Magelang, Berawal Tantangan lewat Medsos

Regional
Warga Aceh Besar Mandi dengan Air Minum Isu Ulang Imbas Aliran PDAM Mati

Warga Aceh Besar Mandi dengan Air Minum Isu Ulang Imbas Aliran PDAM Mati

Regional
PKS Aceh Tamiang Serahkan Nasib Caleg Terlibat Jaringan Sabu ke Mahkamah Partai

PKS Aceh Tamiang Serahkan Nasib Caleg Terlibat Jaringan Sabu ke Mahkamah Partai

Regional
Polisi di Kupang Amankan 4 Sepeda Motor yang Dipakai Balap Liar

Polisi di Kupang Amankan 4 Sepeda Motor yang Dipakai Balap Liar

Regional
Tabrak Polisi, Mahasiswa Pengedar Ekstasi di Pekanbaru Ditembak

Tabrak Polisi, Mahasiswa Pengedar Ekstasi di Pekanbaru Ditembak

Regional
Sumbar Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana sampai 9 Juni 2024

Sumbar Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana sampai 9 Juni 2024

Regional
Tabrakan Sepeda Motor di NTT, Satu Tewas dan Satu Polisi Luka Berat

Tabrakan Sepeda Motor di NTT, Satu Tewas dan Satu Polisi Luka Berat

Regional
Wisata Memancing Bakal Jadi Andalan Pariwisata Sukabumi

Wisata Memancing Bakal Jadi Andalan Pariwisata Sukabumi

Regional
Meski Punya 2 Calon Internal, PKS Tetap Buka Penjaringan untuk Pilkada Salatiga

Meski Punya 2 Calon Internal, PKS Tetap Buka Penjaringan untuk Pilkada Salatiga

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com