Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Begini Kata Wagub Jateng dan Ulama Perempuan soal Praktik Sunat bagi Perempuan

Kompas.com - 23/11/2022, 21:53 WIB
Titis Anis Fauziyah,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemotongan dan pelukaan genitalia perempuan, atau sunat perempuan menjadi salah satu topik utama di Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) 2 di Semarang, Rabu (23/11/2022).

Merespons hal itu, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menyebut sunat perempuan sendiri di dalam Islam masih menjadi perdebatan

“Ada yang mengharuskan, bukan mewajibkan tapi menjadi sunnah muakad, tetapi kita tahu bahwa ini ranah penelitian kedokteran juga harus kita libatkan,” tutur Yasin usai membuka KUPI di UIN Walisongo.

Baca juga: Islandia Bahas RUU soal Larangan Sunat bagi Anak Laki-laki

Menurutnya iklim dari setiap negara itu berbeda. Terlebih Indonesia merupakan negara di jalur katulistiwa dan kelembapannya berpengaruh. Sehingga dalam hal ini perlu diserahkan ke ahli kedokteran.

“Kalau kita ada permasalahan yang di situ belum ada hukum pasti, wajib atau tidaknya, maka kembalikan pada ahlinya,” tegasnya.

Pihaknya berterima kasih pada awak media, hal tersebut bakal menjadi referensi untuk menyikapi sunat perempuan di Indonesia.

“Karena dalam Qur’an fas’alu ahla dzikri. Tanyalah kepada ahlinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Majelis Musyawarah KUPI, Badriyah mengatakan sebagian besar penelitian medis dan pengalaman perempuan, pemotongan genitalia perempuan atau sunat perempuan memiliki resiko bahaya yang besar.

“Mengapa ini kita angkat isunya, kerena sunat untuk laki-laki dan perempuan tidak bisa disamakan, karena bagi perempuan itu sama saja memotong anggota tubuh,” bebernya.

Ia bahkan menyebut di beberapa daerah, praktiknya organ genital perempuan sangat mengerikan sampai dipotong dengan bambu dan digelar secara ritual.

Hal itu terbukti membawa trauma bagi perempuan yang pernah mengalami sunat di masa kecilnya. Sebagian juga mengalami luka fisik sampai dewasa.

Topik itu menjadi penting lantaran praktinya cukup banyak, tapi belum menjadi perhatian banyak kalangan umat muslim.

“Kami ingin menengahkan masalah yang selama ini dipinggirkan,” tutur perempuan yang juga Wasekjen MUI Bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga itu.

Baca juga: Hari Anti-Sunat Perempuan Sedunia 6 Februari, Ini Sejarah di Balik Peringatannya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pilkada Salatiga, PKB-Gerindra Jajaki Koalisi

Pilkada Salatiga, PKB-Gerindra Jajaki Koalisi

Regional
Pilkada Kota Semarang, PDI-P Buka Pendaftaran Bakal Calon Awal Mei

Pilkada Kota Semarang, PDI-P Buka Pendaftaran Bakal Calon Awal Mei

Regional
Pemprov Jateng Ajukan Dataran Tinggi Dieng sebagai Geopark Nasional, Ini Alasannya

Pemprov Jateng Ajukan Dataran Tinggi Dieng sebagai Geopark Nasional, Ini Alasannya

Regional
Gagal Curi Kotak Amal, Wanita di Jambi Gasak Karpet Masjid

Gagal Curi Kotak Amal, Wanita di Jambi Gasak Karpet Masjid

Regional
Honda CRV Tabrak Truk dari Belakang di Tol Pekanbaru-Dumai, 3 Tewas

Honda CRV Tabrak Truk dari Belakang di Tol Pekanbaru-Dumai, 3 Tewas

Regional
Pilkada Banyumas, Minimal Dukungan Calon Independen Sebanyak 89.874 Warga

Pilkada Banyumas, Minimal Dukungan Calon Independen Sebanyak 89.874 Warga

Regional
Pemprov Sumbar Dapat Dana Rp 478 Miliar untuk Bangun Jalan

Pemprov Sumbar Dapat Dana Rp 478 Miliar untuk Bangun Jalan

Regional
Demam Berdarah di Demak Alami Tren Kenaikan, Capai 164 Kasus, Terbanyak di Wilayah Kota

Demam Berdarah di Demak Alami Tren Kenaikan, Capai 164 Kasus, Terbanyak di Wilayah Kota

Regional
Pilkada Ende, Politisi PDI-P Daftar Penjaringan Calon Bupati oleh Partai Demokrat

Pilkada Ende, Politisi PDI-P Daftar Penjaringan Calon Bupati oleh Partai Demokrat

Regional
Bukan Rampok, 3 Mobil Pengadang Pengendara di Pekanbaru Ternyata Debt Collector

Bukan Rampok, 3 Mobil Pengadang Pengendara di Pekanbaru Ternyata Debt Collector

Regional
5 Kearifan Lokal di Sumatera, dari Smong hingga Kelekak

5 Kearifan Lokal di Sumatera, dari Smong hingga Kelekak

Regional
Penyuludupan Walabi dan Burung Cendrawasih Digagalkan, Ditemukan di Atas Kapal Pelni

Penyuludupan Walabi dan Burung Cendrawasih Digagalkan, Ditemukan di Atas Kapal Pelni

Regional
SMA di Pulau Buru Maluku Dirusak, Para Pelaku Ancam Tembak Penjaga Sekolah

SMA di Pulau Buru Maluku Dirusak, Para Pelaku Ancam Tembak Penjaga Sekolah

Regional
Jokowi Kunjungi Mal di Mamuju, Warga Saling Dorong Berebut 'Selfie'

Jokowi Kunjungi Mal di Mamuju, Warga Saling Dorong Berebut "Selfie"

Regional
Terjerat Investasi Bodong, Wanita di Gresik Rekayasa Perampokan karena Takut Ketahuan Suami

Terjerat Investasi Bodong, Wanita di Gresik Rekayasa Perampokan karena Takut Ketahuan Suami

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com