Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/11/2022, 19:15 WIB

KOMPAS.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Medan atas inisiatifnya dalam menerapkan program eco office di kantor pemerintahan.

Kepala BPK Perwakilan Provinsi Sumut Eydu Oktain Panjaitan mengatakan, program Pemkot Medan yang termasuk dalam Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) efektif membuat kantor pemerintah menjadi lebih bersih dan nyaman.

 

“Saya memberikan apresiasi kepada Pemkot Medan karena telah mulai menerapkan eco office di lingkungan kantor pemerintah guna mewujudkan kantor ramah lingkungan. Saya berharap sistem ini dapat menjadikan Kota Medan lebih baik lagi untuk ke depannya,” ungkap Eydu dalam keterangan pers yang diterima kompas.com, Jumat (18/11/2022).

Hal itu disampaikan oleh Eydu Oktain pada saat menghadiri Exit Meeting Pemeriksaan Kinerja atas Efektivitas Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (SRT) dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga (SSSRT) Pemkot Medan Tahun 2021 dan 2022 di Balai Kota, Kamis (17/11/2022).

Baca juga: Pemkot Medan dan Kementerian PUPR Berkolaborasi Atasi Banjir Rob dan Kemiskinan Ekstrem di Belawan

Lanjut Eydu, Exit Meeting tersebut dilakukan bertujuan untuk menilai efektivitas Pemkot Medan dalam mengelola SRT dan SSSRT pada 2021 sampai dengan triwulan III-2022.

“Selain itu, Exit Meeting ini dilakukan untuk mendorong pemerintah daerah (pemda) dalam membentuk pola dalam pengelolaan persampahan yang bersifat nasional. Oleh karena itu, pemda harus fokus melakukan sasaran pemeriksaan seperti kebijakan dan strategi pengelolaan sampah, pengurangan sampah serta penanganan sampah,” kata Eydu. 

Pada kesempatan itu, Wali Kota (Walkot) Medan Bobby Nasution mengucapkan terima kasih atas terpilihnya Kota Medan sebagai perwakilan dari 20 kabupaten atau kota di Indonesia dalam melihat kinerja persampahan di Kota Medan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas pemeriksaan yang sudah disampaikan oleh BPK. Memang, persampahan menjadi persoalan yang sangat krusial bagi pemda, khususnya perkotaan. Maka dari itu, kami berupaya untuk membuat program eco office, yakni penggunaan wadah sampah yang terpilah, kegiatan daur ulang (komposting), dan pembentukan bank sampah di lingkungan kantor,” ujar Bobby.

Baca juga: Warga Medan kepada Bobby Nasution: Terima Kasih Pak Walkot, Akhirnya Kami Punya Sertifikat Tanah

Menjadi tantangan bagi pemda, kata Bobby, Pemkot Medan telah melakukan berbagai upaya dalam membenahi masalah persampahan. Apalagi, Kota Medan pernah menyandang status sebagai kota terjorok di Indonesia.

“Tempat pembuangan akhir (TPA) di Kota Medan belum memiliki standar nasional, karena masih menggunakan sistem open dumping. Maka dari itu, kami mengubah standar menjadi sistem sanitary landfill atau teknologi untuk mengurangi dan menggunakan kembali sampah yang ada,” kata Bobby.

Hasil pemeriksaan tersebut, sebut dia, diharapkan dapat menjadi landasan bagi Pemkot Medan dalam membuat suatu kebijakan dan peraturan guna mengurangi dan memanfaatkan kembali sampah yang ada di Kota Medan.

“Semoga hasil dari pemeriksaan BPK tersebut dapat menjadi acuan dan landasan dalam membuat kebijakan ataupun aturan untuk mengurangi serta memanfaatkan sampah yang ada di Kota Medan, sehingga niat kita membawa Kota Medan menjadi bersih dapat terwujud,” harapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.