Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Antar Geng Janjian Tawuran di Medsos, 2 Pemuda Ditangkap Lakukan Pembacokan

Kompas.com - 18/11/2022, 15:43 WIB
Dian Ade Permana,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

SALATIGA, KOMPAS.com - Aksi saling tantang dua geng pemuda di media sosial berakhir dengan dua orang ditangkap Satreskrim Polres Salatiga. Sementara satu korban mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuh, dengan luka serius di tangan kanan.

Tawuran tersebut dipicu saling tantang antara geng Havana dari Ambarawa, Kabupaten Semarang dengan KGS dari Ampel, Kabupaten Boyolali.

Baca juga: Puluhan Anggota Geng Motor di Tasikmalaya Diamankan Polisi Saat Tenggak Miras, Ada 2 Perempuan Remaja

Kedua kelompok tersebut janjian ketemu di Jalan Lingkar Salatiga (JLS), tepatnya di perempatan Salib Putih pada Senin (23/11/2022).

Mulanya, kelompok KGS sampai di lokasi lebih dulu. Mereka berniat menyergap anggota Havana, saat datang.

Namun ternyata strategi tersebut diketahui kelompok Havana yang langsung mengejar anggota KGS. "Kami datang dari Ambarawa sekitar 15 motor," kata pelaku pembacokan, Cosan All Hakim (21), warga Kelurahan Tambakboyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Dia yang membonceng Adam Arya Rizky (20) mengejar korban AR (16) dengan sepeda motor. "Saya langsung mengarahkan celurit ke korban, karena dia melarikan diri, tapi paling belakang," ungkapnya.

Cosan mengaku baru pertama kali terlibat tawuran antar kelompok. "Saat kejadian itu saya minum ciu sama teman-teman, langsung diajak ke Salatiga karena ditantang. Saya langsung ikut ke JLS, solidaritas antar teman," kata dia.

Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana mengatakan tindakan para pemuda tersebut meresahkan masyarakat. "Mereka janjian tawuran di Salatiga karena lokasinya di tengah, ini genk-genk akan kita berantas karena mengganggu situasi kondusif masyarakat," tegasnya.

Indra mengungkapkan kedua pelaku ditangkap atas laporan orangtua korban. Mereka dijerat Pasal 78C UU RI No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 80 UU RI No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama lima tahun dan denda Rp 100 juta," paparnya.

Baca juga: Geng Motor Bikin Onar di Tasikmalaya, Warga Sweeping Setiap Malam

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com