Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ada 3.848 Honorer di Pemprov Bangka Belitung, Tenggat PPPK hingga 28 November 2023

Kompas.com - 17/11/2022, 10:50 WIB
Heru Dahnur ,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

BANGKA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merampungkan pendataan tenaga honorer 2022 yang jumlahnya tercatat mencapai 3.848 orang.

Dari jumlah itu, tidak semuanya terakomodir dalam pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2022.

Kepala Badan Kepegawaian dan SDM Daerah Bangka Belitung, Susanti mengatakan, pegawai yang tidak terakomodir dalam PPPK memiliki tenggat waktu hingga 28 November 2023.

Baca juga: Video Viral Wabup Syahrul Minta Nakes Honorer Berhenti, Begini Klarifikasi Sekda Dompu

"Kami pedomani aturan sampai 28 November 2023 untuk honorer," kata Susanti saat dikonfirmasi, Kompas.com, Kamis (17/11/2022).

Susanti menuturkan, pengangkatan pegawai tetap diusulkan secara bertahap sesuai kebutuhan yang didukung anggaran daerah.

Pertimbangan idealnya komposisi belanja pegawai dan belanja publik berada di angka 30:70.

"Pendataan honorer dengan pengisian formasi melalui jalur P3K adalah hal yang berbeda," ujar Susanti.

Baca juga: Oknum Honorer Pemprov Kepri Jadi Pengedar Sabu di Tanjungpinang

PPPK yang akan diterima Pemprov Bangka Belitung pada 2022 sebanyak 410 formasi. Terdiri dari 340 guru, 37 tenaga kesehatan dan 33 tenaga teknis.

"Tetap bekerja dengan optimal, persiapkan diri untuk ikuti test, karena semua harus lulus test," pesan Susanti.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bandara Sam Ratulangi Dibuka Normal Setelah Gunung Ruang Berstatus Siaga

Bandara Sam Ratulangi Dibuka Normal Setelah Gunung Ruang Berstatus Siaga

Regional
Motif Duel Maut 2 Pemuda di Banyumas, Bermula Saling Tantang

Motif Duel Maut 2 Pemuda di Banyumas, Bermula Saling Tantang

Regional
377 Warga Lembata Digigit Anjing Selama 4 Bulan

377 Warga Lembata Digigit Anjing Selama 4 Bulan

Regional
Istri Melahirkan di RS, Oknum Polisi di Surabaya Cabuli Anak Tiri Selama 4 Tahun

Istri Melahirkan di RS, Oknum Polisi di Surabaya Cabuli Anak Tiri Selama 4 Tahun

Regional
Presiden Jokowi Dorong Produktivitas dan Harga Jagung Ditingkatkan

Presiden Jokowi Dorong Produktivitas dan Harga Jagung Ditingkatkan

Regional
Diduga Hendak Dirampok, Pengendara di Pekanbaru Dipepet 3 Mobil dan 1 Motor

Diduga Hendak Dirampok, Pengendara di Pekanbaru Dipepet 3 Mobil dan 1 Motor

Regional
Viral, Video Mobil Pelat Merah Isi BBM Bersubsidi di Pertamina Semarang

Viral, Video Mobil Pelat Merah Isi BBM Bersubsidi di Pertamina Semarang

Regional
Menteri LHK Sebut Persoalan Gambut di Kalteng Sudah Dapat Diperbaiki Kecuali di Utara

Menteri LHK Sebut Persoalan Gambut di Kalteng Sudah Dapat Diperbaiki Kecuali di Utara

Regional
Pilkada Magelang, Calon Independen Harus Kantongi 65.494 Dukungan

Pilkada Magelang, Calon Independen Harus Kantongi 65.494 Dukungan

Regional
Kereta Hantam Bus Putra Sulung di OKU Timur, Polisi Pastikan 1 Korban Tewas, 25 Terluka

Kereta Hantam Bus Putra Sulung di OKU Timur, Polisi Pastikan 1 Korban Tewas, 25 Terluka

Regional
Pemerintah Malaysia Deportasi 82 WNI Bermasalah via PLBN Entikong

Pemerintah Malaysia Deportasi 82 WNI Bermasalah via PLBN Entikong

Regional
Mantan Suami yang Diduga Bunuh Pedagang Canang di Mataram Serahkan Diri ke Polisi

Mantan Suami yang Diduga Bunuh Pedagang Canang di Mataram Serahkan Diri ke Polisi

Regional
Mantan Wakil Bupati Banyumas Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Bupati dari PDI-P

Mantan Wakil Bupati Banyumas Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Bupati dari PDI-P

Regional
Presiden Jokowi Resmikan Inpres Jalan Daerah di Gorontalo Senilai Rp 161 Miliar

Presiden Jokowi Resmikan Inpres Jalan Daerah di Gorontalo Senilai Rp 161 Miliar

Regional
Gempa Cilacap Sempat Bikin Kaget, Warga: Seperti Ada yang Berjalan di Bawah

Gempa Cilacap Sempat Bikin Kaget, Warga: Seperti Ada yang Berjalan di Bawah

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com