Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sosialisasikan UU Keolahragaan, Dede Yusuf: Tragedi Kanjuruhan Terjadi karena Kemalasan Membaca

Kompas.com - 13/11/2022, 17:29 WIB
Muhamad Syahrial

Editor

KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi X (10) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dede Yusuf Macan Effendi mengatakan, saat ini pengelolaan olahraga terkesan hanya berorientasi pada hasil akhir atau prestasi.

Padahal, menurut Dede, perlu adanya sistem pengelolaan dan partisipasi dari semua pihak untuk mencapai prestasi dalam bidang olahraga.

Akan tetapi, Dede menyayangkan, baik pemerintah pusat maupun daerah, termasuk organisasi induk sepak bola Indonesia, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), masih tidak memahami Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

"Ini kan menandakan bahwa ada sosialisasi yang tidak berjalan dengan baik. Makanya, kami bersama Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olah Raga) terus dan akan segera melakukan sosialisasi ini (UU Nomor 11 Tahun 2022) di seluruh daerah," kata Dede Yusuf di Bandung, Sabtu (12/11/2022), dikutip dari TribunJabar.id, Minggu (13/11/2022).

Baca juga: Melawan Lupa Tragedi Kanjuruhan, Bundaran Tugu Kota Malang Dikelilingi 137 Keranda dan Foto

Dia pun meyakini, jika semua elemen di bidang olahraga memahami dan menerapkan UU Keolahragaan tersebut, tragedi nahas seperti yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur (Jatim), pada Sabtu (1/10/2022), tidak akan terjadi.

"Tragedi di Stadion Kanjuruhan yang mengakibatkan 135 orang tewas itu tidak akan terjadi seandainya UU Keolahragaan ini dibaca dan dilaksanakan oleh Liga (PT Liga Indonesia Baru) dan pemerintah," ujar Dede.

Menurutnya, kemalasan pemerintah dan pihak-pihak yang terlibat dalam membaca UU Keolahragaan inilah yang mengakibatkan Tragedi Kanjuruhan terjadi.

Padahal dalam aturan tersebut, Dede menjelaskan, telah dijabarkan peran semua elemen, seperti penyelenggara, PSSI, klub, dan pihak-pihak lainnya.

Baca juga: Kisah Pilu Putri, Korban Tragedi Kanjuruhan, Ingatan Belum Pulih hingga Gunakan Kursi Roda

Sebelum Liga Indonesia dilanjutkan

Dia menekankan, jika Liga Sepak Bola Indonesia atau Liga 1 ingin dilanjutkan, Standard Operating Procedure (SOP) atau prosedur operasi standar penyelenggaraan event olahraga khususnya sepak bola harus dibuat terlebih dahulu berdasarkan UU Keolahragaan tersebut.

"Kalau liga (sepak bola Indonesia) mau main lagi, SOP ini harus jalan (diterapkan) dan sudah dibentuk task force dalam penyusunannya," ucap Dede.

"Artinya, semua based on (berdasarkan) UU (Nomor 11 Tahun 2022) ini. Diharapkan akhir November (2022) ini selesai, dan liga bisa main lagi," imbuhnya.

Oleh sebab itu, Komisi X DPR bersama Kemenpora kini tengah menggencarkan sosialisasi UU Keolahragaan yang memuat 23 bab dan 110 pasal tersebut.

Baca juga: Survei Indikator Politik Indonesia: Banyak Warga Meragukan Komitmen Kapolri dalam Kasus Tragedi Kanjuruhan

Sosialisasi UU yang disahkan pada Maret 2022 itu dianggap perlu mengingat masih banyak masyarakat, termasuk pelaku olahraga, yang belum memahami bahkan mengetahui adanya regulasi yang memuat berbagai hal penting dalam pembangunan dan pengelolaan olahraga di Tanah Air.

Hak dan kewajiban supporter

Sementara itu, pengamat hukum olahraga, Eko Noer Kristiyanto memaparkan bahwa hak dan kewajiban supporter atau pendukung saat menyaksikan langsung pertandingan di dalam stadion juga tertuang di dalam aturan tersebut.

Salah satu pasal dalam UU tersebut menyebutkan bahwa para supporter berhak mendapatkan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan sebagaimana kewajiban tiket yang dibayarkan.

"Kita bisa belajar dari tragedi Kanjuruhan kemarin. Boro-boro aman dan selamat, justru yang ada ratusan nyawa meninggal dunia. Dengan jumlah (penonton) over capacity (melebihi kapasitas) kemarin, boro-boro nyaman, desak-desakan begitu," terangnya.

Baca juga: 3 Tuntutan Aremania dalam Aksi Damai Tragedi Kanjuruhan

Oleh karena itu, Eko berharap, semua pihak harus memahami tiap poin dan pasal dalam UU Keolahragaan agar tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan tidak terulang kembali.

"Jadi supporter yang hadir menyaksikan pertandingan tidak boleh merasa ketakutan atau khawatir, karena mereka datang untuk fun atau mencari kebahagiaan," tegas Eko.

"Maka pembinaan supporter harus juga menjadi bagian dari kewajiban pemerintah, dalam upaya menciptakan iklim sepak bola yang aman dan nyaman," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Asmara Berujung Maut, Wanita di Wonogiri yang Hilang Sebulan Ternyata Dibunuh Pacar

Asmara Berujung Maut, Wanita di Wonogiri yang Hilang Sebulan Ternyata Dibunuh Pacar

Regional
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Sedang

Regional
Jembatan Menuju Pos Pantau TNI AL di Pulau Sebatik Ambruk, DPRD Desak Segera Bangun Ulang

Jembatan Menuju Pos Pantau TNI AL di Pulau Sebatik Ambruk, DPRD Desak Segera Bangun Ulang

Regional
11 Tokoh Daftar Pilkada 2024 di Partai Golkar Gunungkidul, Ada Bupati Sunaryanta

11 Tokoh Daftar Pilkada 2024 di Partai Golkar Gunungkidul, Ada Bupati Sunaryanta

Regional
Penumpang Kapal di Nabire Kedapatan Bawa 1 Kg Ganja

Penumpang Kapal di Nabire Kedapatan Bawa 1 Kg Ganja

Regional
Pembunuhan di Wonogiri, Pelaku Kubur Jasad Kekasih di Pekarangan Rumah

Pembunuhan di Wonogiri, Pelaku Kubur Jasad Kekasih di Pekarangan Rumah

Regional
Kronologi Tentara Amerika Meninggal di Hutan Karawang, Sempat Terpisah Saat Survei Latihan Gabungan

Kronologi Tentara Amerika Meninggal di Hutan Karawang, Sempat Terpisah Saat Survei Latihan Gabungan

Regional
Bea Cukai Temukan Truk Berisi Jutaan Batang Rokok Ilegal Tak Bertuan di Kalbar

Bea Cukai Temukan Truk Berisi Jutaan Batang Rokok Ilegal Tak Bertuan di Kalbar

Regional
Siswi SMA yang Simpan Bayinya di Koper Ternyata Sedang Magang

Siswi SMA yang Simpan Bayinya di Koper Ternyata Sedang Magang

Regional
TKW Asal Cianjur Diduga Jadi Korban Kekerasan Majikan di Irak, Kini Minta Dipulangkan ke Indonesia

TKW Asal Cianjur Diduga Jadi Korban Kekerasan Majikan di Irak, Kini Minta Dipulangkan ke Indonesia

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Kamis 25 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Petir

Regional
2 Perempuan Indonesia Kabur Saat Hendak Dijadikan Penghibur di Malaysia

2 Perempuan Indonesia Kabur Saat Hendak Dijadikan Penghibur di Malaysia

Regional
[POPULER REGIONAL] Rencana Satyalancana untuk Gibran dan Bobby | Demi Anak, Ayah Nekat Curi Susu

[POPULER REGIONAL] Rencana Satyalancana untuk Gibran dan Bobby | Demi Anak, Ayah Nekat Curi Susu

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com