Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus Dugaan Mafia Tanah Kaum Maboet di Padang, Mantan Kapolda Sumbar: Mengungkapnya Tidak Sulit

Kompas.com - 12/11/2022, 14:16 WIB
Perdana Putra,
Khairina

Tim Redaksi

 

PADANG, KOMPAS.com-Kasus dugaan mafia tanah di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat seluas 765 hektare hingga sekarang belum tuntas.

Polisi yang dulu menangkap dan menjadikan tersangka mamak kepala waris (MKW) Kaum Maboet telah menghentikan kasus tersebut dengan keluarnya Surat Pemberhentian Penyidikan Perkara (SP3) pada 10 Agustus 2022 lalu.

Baca juga: Sengketa 765 Ha Tanah Kaum Maboet di Padang, Menteri ATR/BPN Diminta Segera Tuntaskan

Mantan Kapolda Sumbar Irjen (Purn) Fakhrizal mengatakan sebenarnya untuk mengungkap siapa mafia tanah tidak begitu sulit.

"Zaman saya Kapolda tahun 2019 persoalan tanah 765 hektare itu sudah hampir selesai, tapi setelah saya pindah kasusnya meruncing kembali," kata Fakhrizal kepada Kompas.com, Sabtu (12/11/2022).

Politisi PDI P itu menyebutkan saat dia menjadi Kapolda, pihaknya menangkap 5 oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang diduga memalsukan dokumen tanah 765 hektare itu.

Saat itu, kata Fakhrizal, dirinya digugat praperadilan di pengadilan, tapi penggugat yang merupakan 5 pegawai BPN itu kalah dan kepolisian menang.

Namun semenjak dirinya pindah ke Mabes Polri, menurut Fakhrizal kondisi berbalik.

Baca juga: Duduk Perkara Kasus Mafia Tanah di Padang, Berawal dari Landraad 1930, Kaum Maboet Ditahan lalu Dilepas karena Tak Cukup Bukti

Kasus 5 oknum pegawai BPN dihentikan, kemudian mamak kepala waris kaum Maboet Lehar, bersama rekannya M Yusuf, Yasri dan Eko Posko ditangkap dan dicap sebagai mafia tanah.

Padahal, kata Fakhrizal, kaum Maboet itu memiliki dokumen sah atas kepemilikan tanah ulayat ada 765 hektare itu.

Saat itu, kata Fakhrizal, Menteri ATR/BPN, gubernur hingga walikota memberi penghargaan kepada personel Polda yang dipimpin Kapolda Irjen Toni Harmanto.

"Diekpose besar-besar di media. Bahwa Polda berhasil mengungkap kasus mafia tanah 765 hektare. Penghargaan diberikan," jelas Fakhrizal.

Namun nyatanya, kata Fakhrizal, kasus mafia tanah itu tidak terbukti. Polisi akhirnya mengeluarkan SP3 kasus itu pada 10 Agustus 2022.

MKW Kaum Maboet Lehar, kata Fakhrizal menjadi korban dengan meninggal saat menjadi tahanan Polda Sumbar.

"Mana mungkin mafia tanah itu hanya satu kelompok saja, kaum Maboet saja. Ini kan aneh, disebut mafia tanah tapi tidak melibatkan oknum lain. Jadi siapa sebenarnya mafia tanah mudah saja mengungkapnya," kata Fakhrizal.

Fakhrizal berharap kasus dugaan mafia tanah 765 hektare tersebut segera dituntaskan.

Satgas Mafia tanah yang dibentuk oleh Menteri ATR/BPN, Mabes Polri dan Kejaksaan Agung harus turun tangan sebab jika tidak banyak pihak terlibat permasalahan ini tidak akan pernah selesai.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Kakak Kelas Diduga Setrika Dada Juniornya di Semarang Diduga karena Masalah Salaman

Kakak Kelas Diduga Setrika Dada Juniornya di Semarang Diduga karena Masalah Salaman

Regional
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024, dan Besok : Siang Ini Cerah

Regional
[POPULER REGIONAL] Soal Dugaan BAP 8 Pembunuh Vina Dirubah | Bobby Sentil Anggota Dishub Medan

[POPULER REGIONAL] Soal Dugaan BAP 8 Pembunuh Vina Dirubah | Bobby Sentil Anggota Dishub Medan

Regional
Tak Ada Petahana, PKB Optimistis Gus Yusuf Bisa Menang Pilkada Jateng

Tak Ada Petahana, PKB Optimistis Gus Yusuf Bisa Menang Pilkada Jateng

Regional
Kebakaran Rumah di Bantaran Rel Kereta Api Solo, 25 Warga Mengungsi

Kebakaran Rumah di Bantaran Rel Kereta Api Solo, 25 Warga Mengungsi

Regional
Maju Pilkada Solo, Caleg Terpilih Kevin Fabiano Daftar Cawalkot di PDI-P

Maju Pilkada Solo, Caleg Terpilih Kevin Fabiano Daftar Cawalkot di PDI-P

Regional
Sedihnya Hasanuddin, Tabungan Rp 5 Juta Hasil Jualan Angkringan Ikut Terbakar Bersama Rumahnya

Sedihnya Hasanuddin, Tabungan Rp 5 Juta Hasil Jualan Angkringan Ikut Terbakar Bersama Rumahnya

Regional
Maju Lagi di Pilkada, Mantan Wali Kota Tegal Dedy Yon Daftar Penjaringan ke PKS

Maju Lagi di Pilkada, Mantan Wali Kota Tegal Dedy Yon Daftar Penjaringan ke PKS

Regional
Dua Caleg Terpilih di Blora Mundur, Salah Satunya Digantikan Anak Sendiri

Dua Caleg Terpilih di Blora Mundur, Salah Satunya Digantikan Anak Sendiri

Regional
Perajin Payung Hias di Magelang Banjir Pesanan Jelang Waisak, Cuan Rp 30 Juta

Perajin Payung Hias di Magelang Banjir Pesanan Jelang Waisak, Cuan Rp 30 Juta

Regional
9 Rumah di Bantaran Rel Kereta Kota Solo Terbakar

9 Rumah di Bantaran Rel Kereta Kota Solo Terbakar

Regional
Pimpin Aksi Jumat Bersih, Bupati HST Minta Masyarakat Jadi Teladan bagi Sesama

Pimpin Aksi Jumat Bersih, Bupati HST Minta Masyarakat Jadi Teladan bagi Sesama

Regional
Harga Tiket dan Jadwal Travel Semarang-Banjarnegara PP

Harga Tiket dan Jadwal Travel Semarang-Banjarnegara PP

Regional
Sempat Ditutup karena Longsor di Sitinjau Lauik, Jalur Padang-Solok Dibuka Lagi

Sempat Ditutup karena Longsor di Sitinjau Lauik, Jalur Padang-Solok Dibuka Lagi

Regional
Dugaan Korupsi Pengadaan Bandwidth Internet, Plt Kepala Dinas Kominfo Dumai Ditahan

Dugaan Korupsi Pengadaan Bandwidth Internet, Plt Kepala Dinas Kominfo Dumai Ditahan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com