Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/11/2022, 13:37 WIB
Rahmat Rahman Patty,
Andi Hartik

Tim Redaksi

AMBON, KOMPAS.com - Dua kelompok pemuda terlibat bentrok di kawasan IAIN, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku.

Bentrok yang terjadi antardua kelompok pemuda itu pecah sejak Selasa (8/11/2022) malam dan berlangsung hingga Rabu (9/11/2022) pagi.

Bentrokan itu menyebabkan dua orang terluka. Salah satu korban bentrok kini masih dirawat di rumah sakit karena luka yang dideritanya.

Baca juga: Upaya Penyelundupan 1.100 Liter Miras ke Ambon Digagalkan

Salah satu kelompok pemuda yang terlibat dalam bentrokan itu membakar sebuah pangkalan ojek di kawasan tersebut.

Polisi beberapa kali harus mengeluarkan tembakan peringatan ke udara guna membubarkan kedua kelompok yang saling serang.

Baca juga: Korupsi Uang Makan Minum Nakes, 4 Pegawai RSUD Ambon Jadi Tersangka

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sirimau, AKP Sally Lewerissa mengakui bahwa dua orang terluka akibat bentrokan tersebut dan saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

“Korban luka akibat bentrok itu ada dua, satu korban pada hari Selasa kemarin, dan satu korban lagi tadi subuh,” katanya kepada wartawan di kantor Polsek Sirimau, Ambon, Rabu (9/11/2022).

Dia mengungkapkan, bentrok antardua kelompok pemuda itu dipicu oleh saling ejek karena pengaruh minuman keras.

“Itu penyebabnya saling ejek karena sudah dipengaruhi minuman keras,” katanya.

Saat ini pihaknya masih mengusut dan menyelidiki pelaku bentrokan tersebut.

“Masih kita selidiki para pelakunya,” ujarnya.

Saat ini, kondisi di lokasi bentrokan sudah kembali kondusif. Meski begitu, polisi masih terus berupaya melakukan mediasi terhadap kedua kelompok agar mereka tidak lagi saling menyerang.

“Upaya mediasi masih terus dilakukan,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com