Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wanita Ini Diperkosa Residivis Kasus yang Sama, Korban Diancam Dibunuh

Kompas.com - 07/11/2022, 13:04 WIB
Suddin Syamsuddin,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

PAREPARE, KOMPAS.com - Warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berinisial DR (36) ditangkap polisi di Kota Parepare, Sualwesi Selatan, karena diduga memerkosa wanita berinisial IA (36) asal Kota Parepare.

Pelaku memerkosa korban sambil mengancam akan membunuh korban.

"Pelaku dan korban adalah tetangga kamar dalam sebuah rumah indekos. Korban bersama temannya tinggal dalam satu kamar. Saat sepi, pelaku masuk dalam kamar korban dengan melakukan pemerkosaan, dengan cara mulut disumpal dan leher dicekik dengan diancam akan membunuh korban jika berteriak," kata Kasat Reskrim Polres Parepare AKP Deki Marizal, pada Senin (7/11/2022). 

Deki mengatakan, saat diperkosa, korban berusaha meronta. Namun, karena tenaga pelaku lebih kuat, serta mulut disumpal pelaku, korban tidak bisa melawan.

Baca juga: Ismail Bolong Tarik Pernyataan dan Minta Maaf ke Kabareskrim soal Viral Setoran Uang Tambang Ilegal

"Saat melakukan aksinya, pelaku mengendap-endap langsung masuk dalam kamar korban. Korban merupakan wanita yang telah bersuami. Namun, telah pisah ranjang dengan suaminya. Korban kini tinggal bersama temannya di salah satu rumah indekos Kota Parepare," terang Deki. 

Polisi juga telah memeriksa suami korban. Deki menuturkan, korban mengidap suatu penyakit traumatik yang berlebihan sehingga butuh pendampingan khusus, apalagi dengan adanya kejadian yang dialaminya, korban terlihat sangat trauma. 

"Korban mengidap penyakit trauma terlalu berlebih, jadi ia memerlukan pendampingan khusus," ungkap Deki.  

Pelaku merupakan residivis juga dengan kasus pemerkosaan di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Saat itu, kata Deki, pelaku dikenakan hukuman 4 tahun penjara di Lapas Sidrap.  

Baca juga: Ismail Bolong Klarifikasi, Tidak Pernah Setor Uang Tambang Ilegal ke Kabareskrim, Mengaku Diancam Brigjen Hendra

"Pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 6 huruf B Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan atau pun Pasal 285 subsider 289 KHUP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," ujar dia. 

Kepada polisi pelaku DR, mengakui perbuatanya dengan secara sadar melakukan pemerkosaan terhadap IA. 

"Saat itu saya ketemu dengan korban dan niat akan melakukan pemerkosaan," kata DR.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Gagal Curi Uang di Kotak Wakaf, Wanita di Jambi Bawa Kabur Karpet Masjid

Gagal Curi Uang di Kotak Wakaf, Wanita di Jambi Bawa Kabur Karpet Masjid

Regional
Pantai Watu Karung di Pacitan: Daya Tarik, Aktivitas, dan Rute

Pantai Watu Karung di Pacitan: Daya Tarik, Aktivitas, dan Rute

Regional
Diejek Tak Cocok Kendarai Honda CRF, Pemuda di Lampung Tusuk Pelajar

Diejek Tak Cocok Kendarai Honda CRF, Pemuda di Lampung Tusuk Pelajar

Regional
Bantuan PIP di Kota Serang Jadi Bancakan, Buat Perbaiki Mobil hingga Bayar Utang

Bantuan PIP di Kota Serang Jadi Bancakan, Buat Perbaiki Mobil hingga Bayar Utang

Regional
Ditanya soal Pilkada Kabupaten Semarang, Ngesti Irit Bicara

Ditanya soal Pilkada Kabupaten Semarang, Ngesti Irit Bicara

Regional
Ditinggal 'Njagong', Nenek Stroke di Grobogan Tewas Terbakar di Ranjang

Ditinggal "Njagong", Nenek Stroke di Grobogan Tewas Terbakar di Ranjang

Regional
Terungkap, Napi LP Tangerang Kontrol Jaringan Narkotika Internasional

Terungkap, Napi LP Tangerang Kontrol Jaringan Narkotika Internasional

Regional
Siswi SMA di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri

Siswi SMA di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri

Regional
Mengaku Khilaf, Pria di Kubu Raya Cabuli Anak Kandung Saat Tidur

Mengaku Khilaf, Pria di Kubu Raya Cabuli Anak Kandung Saat Tidur

Regional
Masyarakat Diminta Waspada, 5 Orang Meninggal akibat DBD di Banyumas

Masyarakat Diminta Waspada, 5 Orang Meninggal akibat DBD di Banyumas

Regional
Tangerang-Yantai Sepakat Jadi Sister City, Pj Walkot Nurdin Teken LoI Persahabatan

Tangerang-Yantai Sepakat Jadi Sister City, Pj Walkot Nurdin Teken LoI Persahabatan

Regional
Lebih Parah dari Jakarta, Pantura Jateng Alami Penurunan Muka Tanah hingga 20 Cm per Tahun

Lebih Parah dari Jakarta, Pantura Jateng Alami Penurunan Muka Tanah hingga 20 Cm per Tahun

Regional
Kasus DBD di Demak Tinggi, Bupati Ingatkan Masyarakat Fogging Bukanlah Solusi Efektif

Kasus DBD di Demak Tinggi, Bupati Ingatkan Masyarakat Fogging Bukanlah Solusi Efektif

Regional
Stok Vaksin Hewan Penular Rabies di Sikka Semakin Tipis

Stok Vaksin Hewan Penular Rabies di Sikka Semakin Tipis

Regional
BBWS Pemali Juana Ungkap Solusi Banjir Pantura Jateng: Harus Keluarkan Sedimen dan Perkuat Tanggul

BBWS Pemali Juana Ungkap Solusi Banjir Pantura Jateng: Harus Keluarkan Sedimen dan Perkuat Tanggul

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com