KOMPAS.com - Museum Mandala Bhakti terletak di Unika Soegijapranata No 1 Barusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Letak Museum Mandala Bhakti tepat berhadapan dengan Tugu Muda Semarang
Museum Mandala Bhakti merupakan museum yang menyimpan bukti-bukti perjuangan bangsa saat melawan penjajah.
Berikut ini adalah daya tarik, harga tiket, dan jam buka Museum Mandala Bhakti.
Museum Mandala Bhakti berdiri di atas lahan seluas 12.000 meter persegi dengan luas bangunan 6.000 meter persegi.
Bangunan tersebut memiliki 30 ruang dengan kurang lebih 800 koleksi yang terdiri dari baju, lukisan, pernak-pernik, sampai barang tiga dimensi.
Museum Mandala Bhakti menyimpan berbagai benda-benda yang digunakan dalam masa peperangan.
Baca juga: Mengunjungi Museum Mandala Bhakti, Hampir Terbengkalai di Tengah Pusat Kota Semarang
Senjata merupakan benda yang tersimpan dalam museum yang diresmikan pada tanggal 1 Maret 1985.
Senjata-senjata itu, seperti tombak, keris, bambu runcing, maupun busur. Selain itu, terdapat sejata moderen, seperti pistol, granat, senjata pelontar, senjata mesin berat, amunisi, dan lain sebagainya.
Semua senjata tersebut dipajang rapi di etalase.
Benda lain yang disimpan di museum ini adalah seragam yang digunakan TNI dalam peperangan, kendaraan perang, dokumentasi perjuangan TNI, data, dan foto-foto pahlawan Indonesia.
Benda-benda bersejarah ini dikelompokan sesuai dengan kejadian peristiwa, seperti peristiwa pertempuarn Lima Hari di Semarang dan Gerakan G 30 September.
Museum juga mengkoleksi sejumlah lukisan-lukisan Pangeran Diponegoro.
Lukisan tersebut secara runtut menceritakan kisah Pengeran Diponegoro sejak bayi hingga dewasa, termasuk kisah perjuangan dan pengorbanannya melawan penjajah.
Pakaian Pangeran Diponegoro juga ikut dipamerkan dalam museum ini.
Alih Fungsi Museum Mandala Bhakti
Museum Mandala Bhakti merupakan bangunan yang pernah mengalami beberapakali perubahan fungsi.
I Kuhr E dan van Leeuwen, arsitek yang membangun gedung ini seebagai Raad van Justite atau Pengadilan Tinggi Negeri untuk golongan orang Eropa di Semarang pada tahun 1906.
Gedung ini pernah diduduki oleh Belanda sampai beralih ke tangan Jepang, menjadi Kantor Polisi Militer Jepang.
Pada saat itu, para pemuda Indonesia di Semarang sedang memperjuangkan Indonesia merdeka. Akhirnya, mereka bisa mengambil alih gedung dan menggunakan sebagai gedung pemuda juang.
Baca juga: Menengok Jejak Perjuangan Bangsa di Museum Mandala Bhakti Semarang
Pada tahun 1949, gedung tersebut digunakan sebagai kantor Kodam. Kemudian, kantor Kodam Diponegoro pindah ke Jalan Perintis Kemerdekaan, Banyumanik, Semarang.
Bagi pengunjung yang ingin menikmati perjalanan sejarah di Museum Mandala Bhakti tidak dikenakan tiket masuk alias gratis.
Museum Mandala Bhakti mulai buka pukul 08.00-15.00 WIB setiap Senin hingga Sabtu. Pada hari Minggu, museum tutup. (Penulis: Kontributor Semarang, Sabrina Mutiara Fitri; Editor: Dheri Agriesta)
Sumber:
www.sonora.id dan regional.kompas.com
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.