Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jenazah Novita, Korban Penembakan Brutal di Texas, AS, Tiba di Semarang Malam Ini

Kompas.com - 29/10/2022, 17:18 WIB
Muchamad Dafi Yusuf,
David Oliver Purba

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com - Jenazah Novita Kurnia Putri, korban penembakan di San Antonio, Texas, Amerika Serikat, akan tiba di tanah kelahirannya di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (29/10/2022) malam.

Kapolsek Banyumanik Kompol Benny Hartawan mengatakan, jenazah Novita dipulangkan menggunakan pesawat kargo dari Amerika Serikat.

Baca juga: Sebelum Tewas, WNI Korban Penembakan di Texas Enggan Kirim Foto Dirinya, Minta Ibu Doakan

"Untuk pendaratan pertama di Bandara Internasional Soekarno Hatta," jelasnya saat dikonfirmasi, Sabtu (29/10/2022).

Baca juga: 5 Fakta WNI Asal Semarang Tewas Diberondong 100 Peluru di Texas, AS

Dia memperkirakan jenazah akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, sekitar pukul 16.00 WIB.

Setelah itu, jenazah Novita akan langsung diterbangkan ke Bandara Ahmad Yani Semarang.

"Kira-kira sampai Semarang pukul 22.00 WIB," katanya.

Informasi yang dia dapatkan, jenazah Novita akan disemayamkan di rumah duka dan akan dimakamkan keesokan harinya.

Jenazah akan dimakamkan di di TPU Sasonoloyo Bumi Rejo, Kelurahan Pudakpayung, Semarang, pukul 11.00 WIB," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Warga Negara Indonesia (WNI) asal Semarang, Novita Kurnia Putri (25) tewas di Texas, AS, Selasa (4/10/2022) dini hari.

Novita tewas usai rumahnya di San Antonio, Bexar County, Texas, AS diberondong lebih dari 100 peluru oleh sejumlah remaja.

Dilansir dari NBC News, suara tembakan itu sempat terdengar oleh para deputi yang sedang berpatroli di wilayah tersebut.

Mereka kemudian melihat sebuah kendaraan melarikan diri dari kawasan itu dengan kecepatan tinggi untuk menangkap pelaku.

Menurut pihak kepolisian, Novita merupakan korban tembak salah sasaran. Kedua pelaku mengaku menembak rumah yang salah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Pegi Terduga Pembunuh Vina Cirebon Ditangkap | Akhir Kasus Norma Risma

[POPULER NUSANTARA] Pegi Terduga Pembunuh Vina Cirebon Ditangkap | Akhir Kasus Norma Risma

Regional
8 Alat Musik Tradisional Sumatera Barat dan Cara Memainkannya

8 Alat Musik Tradisional Sumatera Barat dan Cara Memainkannya

Regional
Trauma, Gadis Pemohon KTP Korban Pelecehan Seksual di Nunukan Menangis Saat Diperiksa

Trauma, Gadis Pemohon KTP Korban Pelecehan Seksual di Nunukan Menangis Saat Diperiksa

Regional
PKB-Gerindra Jajaki Koalisi untuk Pilkada Jateng, Gus Yusuf: Cinta Lama Bersemi Kembali

PKB-Gerindra Jajaki Koalisi untuk Pilkada Jateng, Gus Yusuf: Cinta Lama Bersemi Kembali

Regional
Sempat Jadi Bupati Karanganyar Selama 26 Hari, Rober Christanto Maju Lagi di Pilkada

Sempat Jadi Bupati Karanganyar Selama 26 Hari, Rober Christanto Maju Lagi di Pilkada

Regional
Antisipasi Banjir, Mbak Ita Instruksikan Pembersihan dan Pembongkaran PJM Tanpa Izin di Wolter Monginsidi

Antisipasi Banjir, Mbak Ita Instruksikan Pembersihan dan Pembongkaran PJM Tanpa Izin di Wolter Monginsidi

Regional
Soal Wacana DPA Dihidupkan Kembali, Mahfud MD Sebut Berlebihan

Soal Wacana DPA Dihidupkan Kembali, Mahfud MD Sebut Berlebihan

Regional
Baliho Bakal Cawalkot Solo Mulai Bermunculan, Bawaslu: Belum Melanggar

Baliho Bakal Cawalkot Solo Mulai Bermunculan, Bawaslu: Belum Melanggar

Regional
Ayah di Mataram Lecehkan Anak Kandung 12 Tahun, Berdalih Mabuk sehingga Tak Sadar

Ayah di Mataram Lecehkan Anak Kandung 12 Tahun, Berdalih Mabuk sehingga Tak Sadar

Regional
Jembatan Penghubung Desa di Kepulauan Meranti Ambruk

Jembatan Penghubung Desa di Kepulauan Meranti Ambruk

Regional
Universitas Andalas Buka Seleksi Mandiri, Bisa lewat Jalur Tahfiz atau Difabel

Universitas Andalas Buka Seleksi Mandiri, Bisa lewat Jalur Tahfiz atau Difabel

Regional
Pemkab Bandung Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut dari BPK RI

Pemkab Bandung Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut dari BPK RI

Regional
Berikan Pelayanan Publik Prima, Pemkab HST Terima Apresiasi dari Gubernur Kalsel

Berikan Pelayanan Publik Prima, Pemkab HST Terima Apresiasi dari Gubernur Kalsel

Regional
Penculik Balita di Bima Ditangkap di Dompu, Korban dalam Kondisi Selamat

Penculik Balita di Bima Ditangkap di Dompu, Korban dalam Kondisi Selamat

Regional
Candi Ngawen di Magelang: Arsitektur, Relief, dan Wisata

Candi Ngawen di Magelang: Arsitektur, Relief, dan Wisata

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com