Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pria di Tabanan Hanyut Saat Mandi di Sungai, Warga Temukan Pakaian Korban

Kompas.com - 28/10/2022, 13:53 WIB
Hasan,
Krisiandi

Tim Redaksi

TABANAN, KOMPAS.com - Seorang pria bernama I Ketut Suada (49) hanyut saat mandi di sungai Yeh Ho, di Banjar Dinas Belumbang Kaja, Desa Belumbang, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali.

Ia dilaporkan hilang di sungai yang menghubungkan antara Desa Belumbang, Kecamatan Kerambitan dan Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur.

Tim SAR gabungan masih mencari keberadaan korban yang dicurigai hanyut.

"Diduga korban pada saat mandi terpeleset dan terjatuh kemudian terseret arus sungai," ujar Kapolsek Kerambitan AKP Ni Luh Komang Sri Subakti, dikonfirmasi Jumat (28/10/2022).

Baca juga: Jenazah 2 Penebang Tebu dan 1 Sopir Truk yang Hanyut akibat Banjir di Blitar Ditemukan

Ia menyampaikan, pakaian korban ditemukan oleh warga di pinggir sungai, Kamis (27/10/2022) sekitar pukul 08.00 Wita.

Sehari sebelumnya, korban sempat tampak tengah mandi oleh warga bernama I Made Astawan (43) di sungai Yeh Ho, Rabu (26/10/2022) petang sekitar pukul 18.00 Wita.

Sebelum mandi, korban juga sempat dilihat menyeberangi sungai oleh warga bernama I Wayan Suta (48), yang merupakan adik korban, Rabu pukul 17.45.

"Adik korban saat itu tidak mengizinkan korban untuk menyeberang sungai menuju Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur. Namun korban tidak menghiraukan saran dari saksi," katanya.

Baca juga: 3 Mayat Terbungkus Kain Kafan Hanyut Terseret Banjir di Tulungagung, Videonya Viral

Namun hingga Kamis pagi korban tidak pulang.

"Karena tidak pulang, akhirnya dicari oleh warga dan menemukan pakaian korban," jelasnya.

Warga juga menemukan sepeda motor Suzuki Thunder nopol DK 2014 HO milik korban masih terarkir di pinggir sungai berjarak sekitar 10 meter.

"Dengan kecurigaan tersebut keluarga korban bersama masyarakat berusaha untuk mencari di seputaran sungai namun sampai saat ini korban belum ditemukan," tandasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

PDI-P Pangkalpinang Buka Pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil, Kesiapan Finansial Jadi Pertimbangan

PDI-P Pangkalpinang Buka Pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil, Kesiapan Finansial Jadi Pertimbangan

Regional
Jembatan Gantung Putus Diterjang Banjir, Satu Desa di Aceh Utara Terisolasi

Jembatan Gantung Putus Diterjang Banjir, Satu Desa di Aceh Utara Terisolasi

Regional
Disebut Masuk Bursa Pilgub Jateng, Irjen Ahmad Luthfi: Saya Masih Dinas

Disebut Masuk Bursa Pilgub Jateng, Irjen Ahmad Luthfi: Saya Masih Dinas

Regional
Polisi Gagalkan Aksi Pemuda yang Hendak Bunuh Diri di Sumba Barat NTT

Polisi Gagalkan Aksi Pemuda yang Hendak Bunuh Diri di Sumba Barat NTT

Regional
Aktivitas Erupsi Gunung Ruang Menurun, Peringatan Tsunami Dicabut

Aktivitas Erupsi Gunung Ruang Menurun, Peringatan Tsunami Dicabut

Regional
300 Hektar Tanaman Padi Siap Panen Rusak Disapu Banjir di Lebong Bengkulu

300 Hektar Tanaman Padi Siap Panen Rusak Disapu Banjir di Lebong Bengkulu

Regional
Macet Horor Saat Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak, Pakar: 'Buffer Zone' Harus segera Dibuat

Macet Horor Saat Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak, Pakar: "Buffer Zone" Harus segera Dibuat

Regional
Di HUT ke-111 Solok, Epyardi Pamit Maju Pilkada Sumbar

Di HUT ke-111 Solok, Epyardi Pamit Maju Pilkada Sumbar

Regional
Dari Tepi Jurang Jalan Longsor, Bupati Lebong Mohon Bantuan Presiden

Dari Tepi Jurang Jalan Longsor, Bupati Lebong Mohon Bantuan Presiden

Regional
Jadi Korban Penipuan Paket Buka Puasa untuk Masjid Sheikh Zayed, Pengusaha Katering Terlilit Utang

Jadi Korban Penipuan Paket Buka Puasa untuk Masjid Sheikh Zayed, Pengusaha Katering Terlilit Utang

Regional
Cerita 2 Perempuan di Lampung Berdayakan Anak-anak Termarginalkan

Cerita 2 Perempuan di Lampung Berdayakan Anak-anak Termarginalkan

Regional
Pesan Berantai Anak 10 Tahun di Nunukan Lolos dari 3 Penculik, Polisi: Hoaks

Pesan Berantai Anak 10 Tahun di Nunukan Lolos dari 3 Penculik, Polisi: Hoaks

Regional
Perseteruan Ketua DPRD dengan Bupati Solok Berakhir Damai, Berpelukan di HUT Solok

Perseteruan Ketua DPRD dengan Bupati Solok Berakhir Damai, Berpelukan di HUT Solok

Regional
Kronologi Penipuan Katering Paket Buka Puasa untuk Masjid Sheikh Zayed

Kronologi Penipuan Katering Paket Buka Puasa untuk Masjid Sheikh Zayed

Regional
Kecelakaan Maut Bus ALS di Sumbar, Sopir Jadi Tersangka

Kecelakaan Maut Bus ALS di Sumbar, Sopir Jadi Tersangka

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com