Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jenazah 2 Penebang Tebu dan 1 Sopir Truk yang Hanyut akibat Banjir di Blitar Ditemukan

Kompas.com - 26/10/2022, 19:49 WIB
Asip Agus Hasani,
Krisiandi

Tim Redaksi

BLITAR, KOMPAS.com - Sebanyak tiga dari empat orang yang hilang akibat tergulingnya truk bermuatan tebu di Sungai Kedung Cenit, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Jawa Timur akhirnya ditemukan.

Sekitar 50 personel gabungan regu penolong (SAR) menemukan jenazah dua penebang tebu dan satu sopir di titik yang berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Ivong Bettryanto mengatakan ketiga jenazah korban ditemukan dalam pencarian yang berlangsung hingga sore hari.

Baca juga: Hindari Jalan Berlubang di Jalur Truk Pasir, Pemotor di Blitar Tewas Terjatuh

"Tiga korban berhasil kami temukan di titik yang berjarak sekitar 2 kilometer dari sabo dam," ujar Ivong saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/10/2022) petang.

"Jadi masih ada satu lagi korban yang belum ketemu atas nama Riyanto," tambahnya.

Tiga jenazah yang telah ditemukan, ujarnya, yaitu Obet (18), Andik (21) dan Yopi (23).

Berdasarkan catatan pihak kepolisian, Obet adalah sopir dari truk bermuatan tebu yang terguling di sabo dam Sungai Kedung Cenit akibat diterjang banjir bandang pada Selasa (25/10/2022) malam.

Satu korban yang belum ditemukan, Riyanto (55), tercatat sebagai kernet truk.

Ivong mengatakan, proses pencarian korban memakan waktu cukup lama karena medan pencarian yang sangat sulit di daerah perbukitan di salah satu wilayah paling selatan dari Kabupaten Blitar itu.

Tim gabungan, ujarnya, harus menyusuri Sungai Kedung Kenit ke arah hilir dengan berjalan kaki karena penggunaan perahu tidak mungkin dilakukan.

"Air sungai terlalu dangkal. Kita bagi tim setidaknya menjadi tiga. Dua tim sayap di daratan kanan dan kiri sungai, dan satu tim di penampang sungai," jelasnya.

Ivong mengatakan, pencarian akan dilanjutkan esok hari guna menemukan satu lagi korban atas nama Riyanto.

"Kami tidak dapat menduga-duga posisi satu korban yang belum ketemu. Apakah berada di jarak lebih dari 2 kilometer dari lokasi kejadian atau mungkin masih di radius yang sama dengan tiga korban yang sudah ditemukan," ujarnya.

Baca juga: 165 Warga Mengungsi akibat Tanah Bergerak di Kabupaten Blitar

Diberitakan sebelumnya, sebuah truk yang mengangkut tebu dengan 5 penumpang termasuk sopir diterjang banjir bandang saat menyeberangi Sungai Kedung Cenit di Desa Plandirejo, Kecamatan Bakung pada Selasa malam.

Dari 5 orang tersebut, satu orang atas nama Penik (32) berhasil menyelamatkan diri dari terjangan banjir yang datang tiba-tiba. Sedang 4 orang yang lain hilang terbawa arus banjir sungai tersebut.

Tim SAR baru dapat memulai pencarian Rabu pagi lantaran peristiwa nahas itu terjadi pada malam hari.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Rabu 19 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Rabu 19 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Rabu 19 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Rabu 19 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Rabu 19 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Rabu 19 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Rabu 19 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Rabu 19 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Cerah Berawan

Regional
Ombudsman Jateng Terima 30 Aduan PPDB, Salah Satunya Penjualan Seragam di Sekolah

Ombudsman Jateng Terima 30 Aduan PPDB, Salah Satunya Penjualan Seragam di Sekolah

Regional
Kronologi Wanita Tewas Terpental Saat Gunakan 'Treadmill', Jatuh dari Lantai 3 Tempat Gym

Kronologi Wanita Tewas Terpental Saat Gunakan "Treadmill", Jatuh dari Lantai 3 Tempat Gym

Regional
Diduga Korsleting, Tempat Penggilingan Padi di Cilacap Terbakar

Diduga Korsleting, Tempat Penggilingan Padi di Cilacap Terbakar

Regional
Kisah Unik Haji Indonesia, Gus Addin Tiba-tiba Dibekali 14 Kitab oleh Ulama Besar Arab Saudi

Kisah Unik Haji Indonesia, Gus Addin Tiba-tiba Dibekali 14 Kitab oleh Ulama Besar Arab Saudi

Regional
Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Pagi Ini, Abu Mengarah ke 5 Desa

Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Pagi Ini, Abu Mengarah ke 5 Desa

Regional
Ayah yang Bunuh Anak di Banten Berubah Tertutup sejak 6 Bulan Terakhir, Pelaku Sempat Minta Digorok

Ayah yang Bunuh Anak di Banten Berubah Tertutup sejak 6 Bulan Terakhir, Pelaku Sempat Minta Digorok

Regional
[POPULER NUSANTARA] Wali Nikah Tonjok Pengantin Pria | Desertir TNI yang Gabung KKB Ditembak Mati

[POPULER NUSANTARA] Wali Nikah Tonjok Pengantin Pria | Desertir TNI yang Gabung KKB Ditembak Mati

Regional
Tanggul Rob Tambaklorok Semarang, 'Si Penyelamat' Ekonomi Warga yang Masih Perlu Diperkuat

Tanggul Rob Tambaklorok Semarang, "Si Penyelamat" Ekonomi Warga yang Masih Perlu Diperkuat

Regional
Banyak Warga Tak Mampu di Pedukuhan Demangan Tegal Berkurban, Ada yang Sengaja Pelihara Kambing untuk Idul Adha

Banyak Warga Tak Mampu di Pedukuhan Demangan Tegal Berkurban, Ada yang Sengaja Pelihara Kambing untuk Idul Adha

Regional
Kapolda Kalbar Akan Pecat Anggota yang Terlibat Judi Online

Kapolda Kalbar Akan Pecat Anggota yang Terlibat Judi Online

Regional
5 Sate Daging Sapi Khas Indonesia dan Kisah Menarik di Baliknya

5 Sate Daging Sapi Khas Indonesia dan Kisah Menarik di Baliknya

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com