Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Provokasi Adik Kelasnya untuk Tawuran, Alumnus SMK Negeri di Tegal Ditangkap Polisi

Kompas.com - 20/10/2022, 16:41 WIB
Tresno Setiadi,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

TEGAL, KOMPAS.com - Polres Tegal menangkap 39 pelajar dan seorang alumnus salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, yang terlibat tawuran.

Dari 40 orang, satu alumnus berinisial FD (19) dijadikan tersangka utama pembacokan. Kemudian 8 pelajar dijadikan pelaku utama tawuran dengan senjata tajam yang melukai satu orang pelajar sekolah lain pada 21 September 2022 lalu.

Sementara dari 8 pelajar, tiga di antaranya ditahan dan memakai baju tahanan karena berusia di atas 17 tahun. Sedangkan 5 lainnya bersama 31 pelajar diberikan pembinaan dan wajib lapor agar tidak mengulangi perbuatannya.

Baca juga: Hendak Tawuran, 4 Pelajar Bersenjata Tajam Ditangkap Polisi Patroli di Grogol Petamburan

"Dari 40 yang diamankan, satu dinyatakan tersangka utama pelaku pembacokan. Anaknya tidak bisa dihadirkan karena sedang positif Covid. Pelaku utama ini sudah berkali kali tawuran, dan ia alumni," kata Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafaat saat konferensi pers, Kamis (20/10/2022).

Arie mengungkapkan, kejadian bermula pada 21 September 2022 sekitar pukul 15.30 WIB tepatnya di Jalan Raya Slawi-Banjaran, kurang lebih 40 anak mengendarai sepeda motor dan berkonvoi dengan membawa senjata tajam.

"Dan mereka sepakat untuk mencari musuh. Siapa pun pelajar yang ditemui yang berpapasan itulah yang akan jadi sasaran," kata Arie.

Akibat peristiwa itu, satu pelajar dari sekolah lain menjadi korban luka- luka. Terkena senjata tajam di bagian lengan sebelah kiri.

Arie mengatakan, tersangka FD kerap memprovokasi adik- adik kelasnya yang masih bersekolah melalui media sosial yang dikelolanya untuk konvoi.

"FD memprovokasi adik- adiknya untuk melaksanakan tawuran. Sudah kita amankan dan dinyatakan tersangka," kata Arie.

Baca juga: Marak Gangster dan Tawuran Pelajar di Banten, Kadisdik: Terbukti, Berikan Sanksi...

Sedangkan 8 pelajar lainnya, dinyatakan sebagai pelaku utama karena membawa senjata tajam. Dari jumlah itu, 3 ditahan karena meski berstatus pelajar namun telah berusia di atas 17 tahun.

"Kemudian 5 orang lainnya masih di bawah umur kita tidak lakukan penahanan. Sedangkan sisanya, 31 pelajar yang ikut konvoi tawuran kita lakukan pembinaan," kata Arie.

Arie mengatakan, tersangka FD, yang telah membacok korbannya dikenakan Undang- undang Darurat RI No. 12 Tahun 1951, dan Pasal 80 ayat 1 Undang- undang RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang- undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Arie menambahkan, pihaknya berkomitmen menindaklanjuti tawuran antar pelajar yang belakangan marak terjadi di Kabupaten Tegal. Koordinasi lintas sektoral dilakukan untuk mencegah dan mengatasi tawuran.

Baca juga: DPRD Kota Tangerang: Implementasi Kota Layak Anak Bisa Jadi Solusi Maraknya Tawuran

"Kita tindaklanjuti dengan serius. Kami melibatkam pihak sekolah, komite, orangtua, Dinas Pendidikan. Harapannya adik adik bisa diberikan pembinaan untuk tidak mengulangi perbuatannya," kata Arie.

Atas peristiwa itu, Arie mengimbau agar pelajar fokus menimba ilmu di sekolah dan jangan sampai terlibat tawuran karena merupakan perbuatan melanggar hukum.

"Mereka yang diberi pembinaan kita jadijan Duta Anti Tawuran. Setelah diberikan pembinaan, harapannya bisa memberikan pemahaman kepada teman- teman lainnya di sekolah jangan sampai terlibat tawuran," pungkas Arie.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Jelang Idul Adha, Belasan Domba di Bantul Yogyakarta Hilang

Jelang Idul Adha, Belasan Domba di Bantul Yogyakarta Hilang

Regional
Gunung Ibu Kembali Alami Erupsi, Sejumlah Desa Dilanda Hujan Abu

Gunung Ibu Kembali Alami Erupsi, Sejumlah Desa Dilanda Hujan Abu

Regional
Sederet Fakta Terbaru Kasus Kecelakaan Bus 'Study Tour' di Subang

Sederet Fakta Terbaru Kasus Kecelakaan Bus "Study Tour" di Subang

Regional
Mantan Ajudan Ganjar Kembalikan Formulir Cawagub Tegal ke PDI-P, Ingin Perjuangkan Tanah Kelahiran

Mantan Ajudan Ganjar Kembalikan Formulir Cawagub Tegal ke PDI-P, Ingin Perjuangkan Tanah Kelahiran

Regional
Ini Tips Menghindari Penipuan Modus QRIS Palsu

Ini Tips Menghindari Penipuan Modus QRIS Palsu

Regional
Dinilai Membahayakan, Satu Bangunan di Padang Dibongkar

Dinilai Membahayakan, Satu Bangunan di Padang Dibongkar

Regional
Kronologi Santriwati di Inhil Dianiaya Pengemudi Kapal Pompong

Kronologi Santriwati di Inhil Dianiaya Pengemudi Kapal Pompong

Regional
Sakit Saat di Bandara Hasanuddin, Keberangkatan Satu Calon Jemaah Haji Asal Polman Ditunda

Sakit Saat di Bandara Hasanuddin, Keberangkatan Satu Calon Jemaah Haji Asal Polman Ditunda

Regional
Ijtima Ulama di Bangka, Wapres Tekankan 4 Manhaj Atasi Masalah Bangsa

Ijtima Ulama di Bangka, Wapres Tekankan 4 Manhaj Atasi Masalah Bangsa

Regional
Mengintip 'Solo Investment And Public Service Expo 2024', Urus Dokumen Sambil Belanja di Mal Paragon

Mengintip "Solo Investment And Public Service Expo 2024", Urus Dokumen Sambil Belanja di Mal Paragon

Regional
Diduga Selewengkan Dana Bantuan Parpol Rp 89 Juta, Ini Kata PSI Solo

Diduga Selewengkan Dana Bantuan Parpol Rp 89 Juta, Ini Kata PSI Solo

Regional
Kakek di Kalsel Cabuli Cucunya, Tepergok Ibu Korban dan Langsung Diusir

Kakek di Kalsel Cabuli Cucunya, Tepergok Ibu Korban dan Langsung Diusir

Regional
Pj Gubernur Sulsel Paparkan Strategi Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Peran Penting TNI di Dalamnya

Pj Gubernur Sulsel Paparkan Strategi Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Peran Penting TNI di Dalamnya

Kilas Daerah
Pria di Maluku Tengah Perkosa Anak Kandung hingga Hamil

Pria di Maluku Tengah Perkosa Anak Kandung hingga Hamil

Regional
Solihin Warga Garut Mengaku Tak Bisa Tidur Selama 4 Tahun, Tabungan dan Sawah Habis untuk Berobat

Solihin Warga Garut Mengaku Tak Bisa Tidur Selama 4 Tahun, Tabungan dan Sawah Habis untuk Berobat

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com