Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejoli Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap ke Rumah Teman yang Harapkan Momongan

Kompas.com - 15/10/2022, 09:35 WIB
Titis Anis Fauziyah,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com - Sejoli tersangka pembuangan anak di sekitar Taman Wologito Semarang Barat mengaku membuang bayi hasil hubungan gelapnya ke rumah temannya sendiri.

Tersangka pria berinisial A (42) dan perempuan D (32) diketahui membuang bayi dalam kardus mi instan berbungkus plastik besar.

“Saya buang di rumah teman saya supaya bisa sering melihat anak saya, karena saya tahu teman saya sudah lama nikah dan ingin punya anak,” kata A, dalam gelar kasus yang dihadiri Kompas.com, di Mapolrestabes Semarang, Jumat (14/10/2022).

A sempat kembali ke TKP satu jam setelah aksi pembuangan, untuk memastikan bayi perempuannya telah diambil temannya sesuai yang diharapkan.

Baca juga: Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap, Pelaku Pria Sudah Beristri dengan 2 Anak

Ia mengaku telah merencanakan membuang bayi sejak usia kandungan masih 6 bulan. Tersangka D menyetujui rencana pasangan gelapnya.

Selama ini D menutupi kehamilannya dihadapan ibunya dengan dalih penyakit asam lambung yang diidapnya. Ibu D tak pernah curiga terhadap tersangka.

Sedangkan tersangka A menyembunyikan hubungannya dari istri dan kedua anak. Anak pertamanya kini sudah duduk di bangku SMA.

Kasat reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lombantoruan menyebutkan, pihaknya mendapat laporan dari warga di tempat kejadian perkara (TKP).

“Dari Informasi itu, kami lakukan penyelidikan dengan mengecek CCTV maupun lokasi-lokasi sebagian bidan. Dari situ ada info sepasang tersangka berinisial D wanita dan juga pasangannya A,” ujar Donny.

Polisi kemudian melacak tersangka dengan mengecek catatan kelahiran di klinik sekitar TKP.

Setelah diusut, pihaknya juga menemukan rekaman CCTV hotel tempat kedua tersangka bermalam usai proses kelahiran pada Selasa (11/10/2022).

Dalam rekaman CCTV Rabu (12/10/2022), pasangan itu datang menggunakan taksi online dan memasuki sebuah hotel di Jalan Muradi dengan menggendong bayi perempuannya.

 

Sang ibu yang baru melahirkan bayi itu terlihat berjalan dengan tertatih.

Pada Kamis (13/10/2022), tersangka pria terekam menenteng kardus dalam plastik putih besar ke luar hotel.

Ia meletakkan bayinya dalam kardus itu.

Tersangka A melancarkan aksinya dan membuang bayinya ke teras rumah warga yang diakui sebagai teman dekatnya.

Baca juga: Monumen Ketenangan Jiwa, Mengenang Tentara Jepang yang Gugur dalam Perang Lima Hari di Semarang

Namun, setelah terciduk membuang anaknya, D mengakui ingin membesarkan anaknya sendiri.

Sementara selama proses hukum dijalani, ia menitipkan bayi perempuannya kepada ibunya dan A berjanji akan menafkahi D dan anaknya.

“Saya ingin merawat anak saya, ini akan saya titipkan ibu saya dulu,” ujar D.

Atas perbuatannya, pasangan itu dijerat Pasal 76 B Jo Pasal 77 B UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak.

Ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan atau denda paling banyak Rp 100 juta.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polres Lombok Barat Tangkap Pengedar Sabu di Batulayar

Polres Lombok Barat Tangkap Pengedar Sabu di Batulayar

Regional
PDI-P Sukoharjo Jalin Koalisi dengan Gerindra di Pilkada 2024, Meski Bisa Usung Calon Sendiri

PDI-P Sukoharjo Jalin Koalisi dengan Gerindra di Pilkada 2024, Meski Bisa Usung Calon Sendiri

Regional
Dipercaya Punya Banyak Khasiat, Ratusan Warga Demak Berebut Minyak Jamas Pusaka Sunan Kalijaga

Dipercaya Punya Banyak Khasiat, Ratusan Warga Demak Berebut Minyak Jamas Pusaka Sunan Kalijaga

Regional
'Endorse' Situs Judi 'Online', 2 Selebgram di Lampung Diciduk

"Endorse" Situs Judi "Online", 2 Selebgram di Lampung Diciduk

Regional
KKB Tembak Tukang Ojek di Puncak Jaya

KKB Tembak Tukang Ojek di Puncak Jaya

Regional
Tipu Calon Pekerja Migran Rp 47 Juta, Perempuan di Lombok Ditangkap

Tipu Calon Pekerja Migran Rp 47 Juta, Perempuan di Lombok Ditangkap

Regional
PNS yang Diduga Ada di Video Asusila Mirip Sekda Taput Pindah Tugas dari Sumut ke Jabar

PNS yang Diduga Ada di Video Asusila Mirip Sekda Taput Pindah Tugas dari Sumut ke Jabar

Regional
Libur Sekolah, Penumpang di Bandara Lampung Diprediksi Meningkat 1.000 Orang

Libur Sekolah, Penumpang di Bandara Lampung Diprediksi Meningkat 1.000 Orang

Regional
Sakit Hati Ditelantarkan, Anak di Kebumen Bunuh Ayah yang Baru Pulang Merantau

Sakit Hati Ditelantarkan, Anak di Kebumen Bunuh Ayah yang Baru Pulang Merantau

Regional
Solo Jadi Tuan Rumah Peparnas 2024, Gibran: Siap, 2 Kali Pengalaman ASEAN Para Games

Solo Jadi Tuan Rumah Peparnas 2024, Gibran: Siap, 2 Kali Pengalaman ASEAN Para Games

Regional
5 Kecamatan di Magelang Rentan Kekeringan Saat Musim Kemarau

5 Kecamatan di Magelang Rentan Kekeringan Saat Musim Kemarau

Regional
Anak Bunuh Ayah di Kebumen, Korban Ber-KTP Kalimantan

Anak Bunuh Ayah di Kebumen, Korban Ber-KTP Kalimantan

Regional
Seorang Perempuan dan Anaknya di Deli Serdang Tewas Tertimpa Pohon

Seorang Perempuan dan Anaknya di Deli Serdang Tewas Tertimpa Pohon

Regional
3 Hari Dieng Diselimuti Embun Es, Suhu Pagi Ini Minus 0,57 Derajat Celsius

3 Hari Dieng Diselimuti Embun Es, Suhu Pagi Ini Minus 0,57 Derajat Celsius

Regional
Menpora Gelar Rapat Perdana dengan Gibran Usai Solo Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Peparnas 2024

Menpora Gelar Rapat Perdana dengan Gibran Usai Solo Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Peparnas 2024

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com