Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Selesaikan Konflik Tanah di Blora, Menteri Hadi Tjahjanto Kaget: Lho, Kok Sudah Banyak Penduduknya

Kompas.com - 08/10/2022, 20:01 WIB
Aria Rusta Yuli Pradana,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

BLORA, KOMPAS.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Hadi Tjahjanto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Sabtu (8/10/2022).

Dalam kunjungannya tersebut, Menteri Hadi langsung menyelesaikan konflik tanah yang telah dihuni sekitar 1.320 kepala keluarga.

Tanah yang bersengketa tersebut berada di wilayah Wonorejo, Sarirejo, Tegalrejo dan Jatirejo yang lokasinya berada di Kecamatan Cepu, serta di Desa Karangjong, Kecamatan Ngawen.

Baca juga: Bertemu Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto, Gibran Sebut Ada Titik Terang soal Sengketa Tanah Sriwedari

Sebelum tiba, Hadi sempat kaget saat perjalanan menuju ke sekitar lokasi.

Dirinya pun sempat bertanya kepada Bupati Blora, Arief Rohman perihal tersebut.

"Saya ingin bercerita sedikit ketika masuk wilayah ini, saya tanya ke pak bupati 'tanahnya yang mana', 'yang kiri kanan ini', 'lho kok sudah banyak penduduknya ya'," kata Hadi kepada warga di Pondok Pesantren Al Muhammad, Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu.

Dirinya sempat membayangkan bahwa konflik tanah yang harus diselesaikannya berada di sekitar hutan, namun anggapannya tersebut salah total.

"Bayangan saya masih hutan kemudian ada kampung-kampung itu terus aksesnya susah, ternyata sudah kota dan banyak masyarakat yang ada di situ, dan saya yakin (mereka) enggak punya sertifikat," ujar dia.

Setelah kurang lebih lima belas menit memberikan pengarahan dan berbincang dengan warga, Hadi pun menjanjikan kepada mereka agar segera memiliki sertifikat hak pakai dan sertifikat hak guna bangunan.

Sebab, selama beberapa tahun ke belakang, telah terjadi sengketa tanah antara warga, pemerintah kabupaten Blora, dan pihak Perhutani di wilayah tersebut.

"Sebanyak 1.320 kepala keluarga pasti ingin punya sertifikat kan, sekarang akan kita selesaikan masalah sertifikat, makanya yang penting selesai tanpa melanggar hukum," jelas dia.

Sehingga diharapkan, pada 2023 mendatang warga yang tengah berkonflik tersebut dapat memiliki sertifikat hak pakai dan sertifikat hak guna bangunan.

Selain itu, kedatangannya ke Bumi Samin ini juga merupakan perintah presiden Joko Widodo untuk segera mempercepat sertifikat PTSL (Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap).

Baca juga: Naturalisasi Sungai Mangkrak hingga Jelang Anies Lengser, Wagub: Banyak Sengketa Tanah

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sakit Hati Disebut Kere, Buruh Bangunan di Grobogan Bunuh Rentenir

Sakit Hati Disebut Kere, Buruh Bangunan di Grobogan Bunuh Rentenir

Regional
KPU Kota Serang Terima Dana Hibah Rp 28 Miliar untuk Pilkada 2024

KPU Kota Serang Terima Dana Hibah Rp 28 Miliar untuk Pilkada 2024

Regional
Buron 1 Tahun, Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Aceh Timur Dibekuk

Buron 1 Tahun, Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Aceh Timur Dibekuk

Regional
Program 'Makan Siang Gratis' Berubah Jadi 'Makan Bergizi Gratis', Budiman Sudjatmiko Ungkap Alasannya

Program "Makan Siang Gratis" Berubah Jadi "Makan Bergizi Gratis", Budiman Sudjatmiko Ungkap Alasannya

Regional
Pantai Jodo di Batang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Jodo di Batang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
KSP Kopdit Pintu Air Minta Perbaikan Jalan, Pj Bupati Sikka: Saya Tidak Janji tapi Saya Catat

KSP Kopdit Pintu Air Minta Perbaikan Jalan, Pj Bupati Sikka: Saya Tidak Janji tapi Saya Catat

Regional
Keluarga Kalin Puas Pratu FS Jadi Tersangka, Minta Pelaku Dihukum Mati

Keluarga Kalin Puas Pratu FS Jadi Tersangka, Minta Pelaku Dihukum Mati

Regional
3 Desa di Bangka Belitung Terendam Banjir, 225 Jiwa Terdampak

3 Desa di Bangka Belitung Terendam Banjir, 225 Jiwa Terdampak

Regional
Gara-gara Tak Dikasih Tembakau, ODGJ di NTT Aniaya Ayah dan Bunuh Kakeknya

Gara-gara Tak Dikasih Tembakau, ODGJ di NTT Aniaya Ayah dan Bunuh Kakeknya

Regional
Siswi SD di Padang Pariaman Tewas Terbakar Saat Gotong Royong di Sekolah, Luka Bakar 80 Persen

Siswi SD di Padang Pariaman Tewas Terbakar Saat Gotong Royong di Sekolah, Luka Bakar 80 Persen

Regional
Kapal Pengangkut Karam, 40 Ton Beras Bulog Basah

Kapal Pengangkut Karam, 40 Ton Beras Bulog Basah

Regional
Jalur Pantura Semarang-Demak Macet Parah, Apa Penyebabnya?

Jalur Pantura Semarang-Demak Macet Parah, Apa Penyebabnya?

Regional
Jalan Provinsi dan Negara di Rejang Lebong Terhantam Longsor

Jalan Provinsi dan Negara di Rejang Lebong Terhantam Longsor

Regional
Seorang Anak Hilang Terseret Ombak di Pantai Jetis Cilacap

Seorang Anak Hilang Terseret Ombak di Pantai Jetis Cilacap

Regional
Warung Seblak di Ciamis Diserbu Ratusan Pelamar Kerja, Pemilik Hanya Terima 20 Orang

Warung Seblak di Ciamis Diserbu Ratusan Pelamar Kerja, Pemilik Hanya Terima 20 Orang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com