Duduk Bersila, Ratusan Anggota Komunitas Pencinta Sepak Bola Baubau Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan

Kompas.com - 06/10/2022, 07:31 WIB

BAUBAU, KOMPAS.com – Ratusan anggota komunitas pencinta sepak bola di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menggelar doa bersama untuk korban tragedi Stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10/2022).

Doa bersama digelar di depan stadion utama di Kelurahan Lamangga, Kecamatan Murhum, Kota Baubau, Rabu (5/10/2022) malam.

“Kegiatan ini bentuk prihatin kami untuk bersama-sama sure sukha sukhacita atas tragedi kanjuruhan di malang,” kata Ketua Asosiasi Kota PSSI Baubau, Asaad Adi Karim, Rabu malam.

Baca juga: Pintu Stadion Kanjuruhan Tak Segera Dibuka, Panpel Arema FC Sebut Takut Diserbu Suporter dari Luar

Sebelumnya, para komunitas pemuda pencinta sepak bola di Kota Baubau berkumpul di depan stadion utama.

Para pemuda kemudian duduk bersila sambil menyalakan api, dan tak berapa lama kemudian, seorang tokoh agama memberikan tausiah dan langsung menggelar doa bersama.

“Ini sebagai simpati, dukacita untuk mendoakan korban tragedi Kanjuruhan di Malang bersama komunitas pencinta bola Baubau,” ujar Asaad

Asaad berharap korban yang sedang dirawat di rumah sakit agar segera pulih.

Ia berharap agar pemerintah segera mengusut tragedi yang terjadi di Malang yang menyebabkan 131 penonton tewas.

“Semoga kasus ini segera diusut hingga semuanya menjadi terang benderang,” ucap Asaad.

Doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan digelarnya inisiatif bersama antara Asosiasi Kota PSSI Baubau bersama dengan Polres Baubau.

Wakapolres Baubau Kompol Bahtiar yang hadir dalam kegiatan tersebut juga ikut berdoa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan.

"Saya mengucapkan turut belasungkawa dan prihatin terhadap korban tragedi Kanjuruan Malang 1 Oktober 2022," kata Bahtiar.

"Kita semua di balik kesulitan pasti ada kemudahan mari kita bersama-sama berdoa untuk para korban tragedi Kanjuruan, semoga Indonesia ke depannya bisa lebih baik lagi dalam hal olahraga agar hal-hal yang buruk dapat dihindarkan dan tidak terulang lagi," ucapnya.

Baca juga: Perintah Jokowi Evaluasi Total Tragedi Kanjuruhan agar Peristiwa yang Sama Tak Terulang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Kakak Kelas Aniaya Siswa Kelas 2 SD di Malang, Benarkah Pelaku 'Bullying' Alami Luka di Masa Lalu?

7 Kakak Kelas Aniaya Siswa Kelas 2 SD di Malang, Benarkah Pelaku "Bullying" Alami Luka di Masa Lalu?

Regional
Gempa 4,2 Guncang Lombok, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 4,2 Guncang Lombok, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Tekan Peredaran Rokok Ilegal, Pemkot Malang Anggarkan Rp 1 Miliar untuk Pengadaan X-Ray

Tekan Peredaran Rokok Ilegal, Pemkot Malang Anggarkan Rp 1 Miliar untuk Pengadaan X-Ray

Regional
Sekeluarga yang Tewas Diracun Dimakamkan di 3 Liang Berbeda

Sekeluarga yang Tewas Diracun Dimakamkan di 3 Liang Berbeda

Regional
Siswa Kelas 2 SD di Malang Dirundung Kakak Kelasnya, Ini Penyebab 'Bullying' Menurut Psikolog

Siswa Kelas 2 SD di Malang Dirundung Kakak Kelasnya, Ini Penyebab "Bullying" Menurut Psikolog

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2022

Regional
Diduga Hendak Tawuran di Kota Serang, 41 Pelajar Asal Cikupa Diamankan

Diduga Hendak Tawuran di Kota Serang, 41 Pelajar Asal Cikupa Diamankan

Regional
UMP Jatim 2023 Naik 7,8 Persen, Jadi Rp 2,040 Juta

UMP Jatim 2023 Naik 7,8 Persen, Jadi Rp 2,040 Juta

Regional
4 Pelaku Penyerangan dan Perusakan Masjid Al Markaz Maros Ditangkap, 3 Buron

4 Pelaku Penyerangan dan Perusakan Masjid Al Markaz Maros Ditangkap, 3 Buron

Regional
1.000 Siswa Jalani Imunisasi Polio di Pidie Aceh

1.000 Siswa Jalani Imunisasi Polio di Pidie Aceh

Regional
Tiba di Jayapura, Wapres akan Kunjungi 2 Provinsi Baru di Papua

Tiba di Jayapura, Wapres akan Kunjungi 2 Provinsi Baru di Papua

Regional
Rusun Keuskupan Larantuka Senilai Rp 22,3 Miliar Siap Dihuni

Rusun Keuskupan Larantuka Senilai Rp 22,3 Miliar Siap Dihuni

Regional
IDI Sumbar Tolak RUU Kesehatan Omnibus Law yang Dibahas DPR

IDI Sumbar Tolak RUU Kesehatan Omnibus Law yang Dibahas DPR

Regional
Anak Kedua Diduga Bunuh Ayah, Ibu dan Kakaknya di Magelang, Campur Racun ke Minuman Teh dan Kopi

Anak Kedua Diduga Bunuh Ayah, Ibu dan Kakaknya di Magelang, Campur Racun ke Minuman Teh dan Kopi

Regional
Salah Gunakan Narkoba, 7 Polisi di Babel Dipecat dengan Tidak Hormat

Salah Gunakan Narkoba, 7 Polisi di Babel Dipecat dengan Tidak Hormat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.