Polisi yang Diduga Tembak Demonstran hingga Tewas di Sulteng Diproses Polda

Kompas.com - 05/10/2022, 16:13 WIB
Editor Khairina

KOMPAS.com- Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) telah memproses Bripka H, tersangka dugaan penembakan terhadap warga Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng dalam unjuk rasa penolakan perusahaan tambang, Sabtu (12/2/2022).

"Sejauh ini prosesnya masih terus berlangsung dan berkas-berkas yang diminta untuk dilengkapi juga sudah penuhi oleh penyidik," kata Kasubdit Penerangan Masyarakat Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari di Palu, Rabu (5/10/2022) seperti ditulis Antara.

Baca juga: Simpan 4,9 Kilogram Sabu, Pasutri di Banjarmasin Tak Berkutik Saat Ditangkap Polisi

Dia menjelaskan, setelah dilengkapi sesuai dengan petunjuk Jaksa (P-19), pihak penyidik telah melimpahkan kembali berkas Bripka H kepada jaksa penuntut umum (JPU) per Selasa (27/9/2022).

Sugeng menyebut, saat ini pihaknya tengah menunggu status P-21 dari berkas yang sudah dilimpahkan tersebut.

Serupa dengan itu, sambung Kompol Sugeng, untuk perkara kode etik Bripka H juga masih berproses di Profesi dan Keamanan (Propam) yang sekaligus menunggu hasil perkembangan penyidikan yang dilakukan Ditreskrimum

"Nanti kalau ada perkembangan terbaru akan kami sampaikan lagi," ujar Kompol Sugeng.

Baca juga: Diminta Kembalikan Uang Lewat Billboard, Pemilik Travel di Makassar Lapor Polisi

Sebelumnya, berkas perkara Bripka H sudah dikirim ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), tetapi oleh jaksa peneliti masih ada petunjuk baru (P-19) sehingga masih ditambah keterangan ahli dari laboratorium forensik (labfor).

Bripka H ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penembakan demonstran yakni Erfaldi alias Aldi (21) dalam unjuk rasa penolakan tambang, Jumat (4/3/2022).

 

Hal itu dikuatkan hasil uji balistik tim Bidlabfor Polda Sulteng yang menyimpulkan bahwa identik dengan proyektil yang keluar pada senjata jenis HS-9 nomor seri H239748 yang dipegang oleh Bripka H.

Pasca penetapan tersangka, Polda Sulteng langsung melakukan penahanan selama 20 hari di rumah tahanan (Rutan) Polda Sulteng, Selasa (8/3/2022).

Terhadap Bripka H dikenakan Pasal 359 KUHP karena lalai yang kemudian mengakibatkan orang meninggal dunia dengan ancaman pidana penjara 5 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Antara


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UMP Buruh di Sumsel Naik Jadi Rp 3,4 Juta, Apindo Ajukan Judicial Review ke MK

UMP Buruh di Sumsel Naik Jadi Rp 3,4 Juta, Apindo Ajukan Judicial Review ke MK

Regional
Dokter di Bima Demo Tolak RUU Omnibus Law Kesehatan

Dokter di Bima Demo Tolak RUU Omnibus Law Kesehatan

Regional
Gibran Cerita Trauma Dicium Bapak-bapak dalam Acara Pertemuan Jokowi dengan Relawan Nusantara Bersatu di GBK

Gibran Cerita Trauma Dicium Bapak-bapak dalam Acara Pertemuan Jokowi dengan Relawan Nusantara Bersatu di GBK

Regional
Kakek Kandung Perkosa 2 Cucunya, Korban Trauma, Diamankan di Shelter Dinas Sosial

Kakek Kandung Perkosa 2 Cucunya, Korban Trauma, Diamankan di Shelter Dinas Sosial

Regional
Serpihan Badan Helikopter Polri yang Jatuh di Babel Sudah Ditemukan

Serpihan Badan Helikopter Polri yang Jatuh di Babel Sudah Ditemukan

Regional
Ganjar 'Posting' Foto Berambut Hitam Usai Jokowi Beri Kode Pemimpin Rambut Putih, Begini Tanggapan Pakar Politik

Ganjar "Posting" Foto Berambut Hitam Usai Jokowi Beri Kode Pemimpin Rambut Putih, Begini Tanggapan Pakar Politik

Regional
Satu Keluarga di Magelang Ditemukan Tewas, Diduga Diracun

Satu Keluarga di Magelang Ditemukan Tewas, Diduga Diracun

Regional
Gagal Temui Bupati Purworejo soal Batal Cairnya RTLH Rp 5,9 Miliar, Demonstran Ancam Turunkan Massa Lebih Banyak

Gagal Temui Bupati Purworejo soal Batal Cairnya RTLH Rp 5,9 Miliar, Demonstran Ancam Turunkan Massa Lebih Banyak

Regional
Bawa Rombongan Pelayat, Minibus di Pakpak Bharat Terjun ke Jurang 100 Meter, 5 Tewas

Bawa Rombongan Pelayat, Minibus di Pakpak Bharat Terjun ke Jurang 100 Meter, 5 Tewas

Regional
Kesaksian Sobri, Penemu Sandaran Kursi dari Helikopter Polri yang Hilang Kontak di Belitung Timur: Cuaca Waktu Itu Sangat Buruk

Kesaksian Sobri, Penemu Sandaran Kursi dari Helikopter Polri yang Hilang Kontak di Belitung Timur: Cuaca Waktu Itu Sangat Buruk

Regional
Pasar Cinde Palembang Terbakar, 103 Lapak Pedagang Hangus

Pasar Cinde Palembang Terbakar, 103 Lapak Pedagang Hangus

Regional
Soal Suparwi yang Belum Dapat Ganti Rugi Tol Semarang-Demak, Ganjar: Kita Uruskan

Soal Suparwi yang Belum Dapat Ganti Rugi Tol Semarang-Demak, Ganjar: Kita Uruskan

Regional
Tak Peduli Hujan, Warga Kota Kupang Tetap Antre Beli Minyak Tanah

Tak Peduli Hujan, Warga Kota Kupang Tetap Antre Beli Minyak Tanah

Regional
Kondisi Kesehatan Lukas Enembe Disebut Memburuk, Ajukan Izin ke KPK untuk Berobat di Singapura

Kondisi Kesehatan Lukas Enembe Disebut Memburuk, Ajukan Izin ke KPK untuk Berobat di Singapura

Regional
Truk BBM Masuk Jurang di Tanjakan Silaiang Padang Panjang, Kernet Melompat, Sopir Luka-luka

Truk BBM Masuk Jurang di Tanjakan Silaiang Padang Panjang, Kernet Melompat, Sopir Luka-luka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.