Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tangis Gubernur Viktor Laiskodat Saat Serahkan Jenazah Sekda NTT kepada Bupati Sumba Timur

Kompas.com - 05/10/2022, 10:31 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Dheri Agriesta

Tim Redaksi

KUPANG, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat mengantar langsung jenazah Sekretaris Daerah Provinsi NTT Domu Waronday ke Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Selasa (4/10/2022).

Sebelum jenazah Domu diberangkatkan ke Pulau Sumba, Viktor memimpin upacara pelepasan jenazah di lantai dasar Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT.

Baca juga: Sekda NTT Meninggal Dunia akibat Kecelakaan

Pelepasan jenazah itu dihadiri pimpinan DPRD Provinsi NTT, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Pimpinan Perangkat Daerah, serta para ASN lingkup Pemprov NTT.

Setelah upacara pelepasan dilaksanakan, Viktor mengantar jenazah Domu ke Bandara El Tari Kupang. Jenazah Domu diterbangkan dengan sebuah pesawat sewaan.

Setibanya di Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu, ratusan elemen masyarakat, para ASN, guru-guru, hingga pelajar SD, SMP, dan SMA, menyambut jenazah Domu.

Mereka berbaris berjejer di sisi kiri dan kanan bahu jalan dalam iring-iringan jenazah Domu dari Bandara menuju Kantor Bupati Sumba Timur.

Upacara penghormatan jenazah pun digelar di Kantor Bupati Sumba Timur. Viktor menyerahkan foto almarhum Domu Warandoy kepada Bupati Sumba Timur Khristofel Praing.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat NTT, kami telah dituntun oleh Tuhan untuk mengantarkan jenazah almarhum Sekda Domu Warandoy sampai ke Waingapu Sumba Timur. Oleh karena itu kami menyerahkan foto ini sebagai bentuk penyerahan jenazah almarhum Sekda Domu Warandoy untuk dapat dikebumikan secara kedinasan di Sumba Timur, “ ucap Gubernur Laiskodat kepada Bupati Sumba Timur dengan mata berkaca-kaca.

Kedua pemimpin tersebut tidak sanggup menyembunyikan rasa haru hingga harus meneteskan air mata.

Linangan air mata serta tangisan oleh kedua pemimpin ini juga bersamaan dengan tangisan ASN, pejabat, serta keluarga besar almarhum yang hadir menyaksikan upacara penyerahan jenazah tersebut.

Upacara penyerahan jenazah almarhum Domu Warandoy juga diawali dengan doa yang dipimpin oleh Ketua BPMJ GKS Payeti Pendeta Yuliana Ata Ambu.

Upacara penyerahan jenazah ini juga dilaksanakan secara adat istiadat Sumba dengan pemotongan seekor kuda di halaman Kantor Bupati Sumba Timur oleh para tokoh adat.

Untuk diketahui, Domu Warandoy menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi NTT sejak 13 Juli 2022.

Sebelumnya almarhum menjabat sebagai Sekda Kabupaten Sumba Timur dari tanggal 13 April 2019 hingga 12 Juli 2022.

Almarhum meninggal setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Frans Seda Kota Kupang pada Minggu (2/10/2022) dini hari.

Baca juga: Kronologi Sekda NTT Meninggal dalam Kecelakaan, Mobil Tersangkut di Pohon

Jenazah almarhum Domu Warandoy saat ini sudah disemayamkan di rumah duka di Praihowar, Kelurahan Wangga, Kecamatan Kambera.

Untuk waktu dan tempat pemakaman almarhum, masih dibicarakan oleh pihak keluarga pada Senin (10/10/2022).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Viral, Video Penumpang Mobil 'Catcalling' di Jakarta, Pelat Tercatat Milik Kantor Konservasi Borobudur

Viral, Video Penumpang Mobil "Catcalling" di Jakarta, Pelat Tercatat Milik Kantor Konservasi Borobudur

Regional
Oknum ASN di Manokwari Serahkan 3 Pucuk Senjata Api Buatan Filipina, Dibeli untuk Maskawin

Oknum ASN di Manokwari Serahkan 3 Pucuk Senjata Api Buatan Filipina, Dibeli untuk Maskawin

Regional
4 Penambang Emas Ilegal Ditangkap, Ratusan Warga Kepung Kantor Polres Sintang

4 Penambang Emas Ilegal Ditangkap, Ratusan Warga Kepung Kantor Polres Sintang

Regional
Marak Tawuran Remaja dengan Sajam, Desa di Demak Ini Bentuk Barikade Anti-gangster

Marak Tawuran Remaja dengan Sajam, Desa di Demak Ini Bentuk Barikade Anti-gangster

Regional
Seorang Santriwati Kritis di RSUD Selong, Pihak Ponpes Membantah Tudingan Tindak Kekerasan

Seorang Santriwati Kritis di RSUD Selong, Pihak Ponpes Membantah Tudingan Tindak Kekerasan

Regional
Gunung Lewotobi Laki-laki Diguncang 45 Gempa Letusan dalam Sepekan

Gunung Lewotobi Laki-laki Diguncang 45 Gempa Letusan dalam Sepekan

Regional
Sukolilo Pati Dijuluki 'Kampung Bandit', Kriminolog Undip: Bukan Tanpa Sebab

Sukolilo Pati Dijuluki "Kampung Bandit", Kriminolog Undip: Bukan Tanpa Sebab

Regional
Pria di Mamuju Ditikam Saat Hadiri Pesta Pernikahan, Pelaku Masih Buron

Pria di Mamuju Ditikam Saat Hadiri Pesta Pernikahan, Pelaku Masih Buron

Regional
Grup Band Metal asal Aceh Bakal Tampil Wakili Indonesia di Jerman

Grup Band Metal asal Aceh Bakal Tampil Wakili Indonesia di Jerman

Regional
DPRD Minta Kasus 'Bullying' Siswi SMP di Purworejo Berlanjut Ke Ranah Hukum

DPRD Minta Kasus "Bullying" Siswi SMP di Purworejo Berlanjut Ke Ranah Hukum

Regional
Mampu Turunkan Stunting 10 Persen, Kota Semarang Jadi Tuan Rumah Harganas Ke-31 dan Layani 10.000 Tamu

Mampu Turunkan Stunting 10 Persen, Kota Semarang Jadi Tuan Rumah Harganas Ke-31 dan Layani 10.000 Tamu

Regional
Imbas Gangguan Server, Imigrasi Pekanbaru Tak Bisa Terbitkan Paspor

Imbas Gangguan Server, Imigrasi Pekanbaru Tak Bisa Terbitkan Paspor

Regional
Kakek 62 Tahun yang Rekam Video Asusila bersama Perempuan Muda di Ambon

Kakek 62 Tahun yang Rekam Video Asusila bersama Perempuan Muda di Ambon

Regional
Terduga Pembunuh Nenek di Aceh Timur Ditangkap

Terduga Pembunuh Nenek di Aceh Timur Ditangkap

Regional
Ungkap Penyebab Kematian Pelajar SMP Padang di Sungai, Polisi Tunggu Hasil Otopsi

Ungkap Penyebab Kematian Pelajar SMP Padang di Sungai, Polisi Tunggu Hasil Otopsi

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com