Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Memahami Fenomena Burung Bermigrasi yang Melintasi Samudra dan Benua

Kompas.com - 05/10/2022, 09:34 WIB

Ragil menguraikan di jalur terbang Asia Timur-Australasia ini merupakan ruang bagi 210 spesies burung air bermigrasi yang lintasannya terdapat di 22 negara.

Jalur terbang ini merupakan habitat bagi lebih dari 50 juta burung air yang bermigrasi dari lebih dari 250 populasi yang berbeda. Di kawasan ini juga termasuk 36 spesies yang terancam punah secara global dan 19 spesies yang hampir terancam punah.

Bentuk tubuh yang terspesialisasi pada kelompok burung air bermigrasi, seperti burung pantai, sangat dibutuhkan untuk efisiensi dalam mengantisipasi ketersediaan makanan di habitatnya. Kelompok ini biasanya makan dalam suatu kerumunan besar di daerah yang dipengaruhi oleh pasang surut.

Baca juga: Festival Danau Limboto Bersamaan dengan Musim Migrasi Burung

Dalam kondisi normal mereka hanya dapat mencari dan menemukan makanannya pada saat air laut sedang surut. Dengan keterbatasan waktu dan banyaknya "saingan" itulah maka mereka harus menggunakan anggota tubuhnya dengan sangat efisien.

Selama perjalanan migrasi yang menempuh ribuan kilometer ini burung air mengandalkan lahan basah yang sangat produktif untuk beristirahat dan mencari makan, menyimpan energi yang cukup untuk “bahan bakar” fase terbang berikut.

Dalam proses migrasi ini burung mengalami hambatan seperti adanya badai angin kencang, hujan dan terik panas, perburuan, predator alam, hingga perubahan habitat. Tidak seluruhnya mampu mengatasi hal ini, terutama menghadapi perubahan habitat dan perburuan.

Misalnya sebuah rawa yang menyediakan air dan pakan tempat persinggahan burung tiba-tiba sudah diuruk dan berubah menjadi permukiman atau perkantoran, maka burung-burung tersebut kehilangan tempat beristirahat dan mencari makan. Ancaman ini yang terus mengintai dalam perjalanan Panjang mereka.

“Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama internasional di seluruh wilayah migrasi untuk melestarikan dan melindungi burung air yang bermigrasi dan habitat tempat mereka bergantung,” ujar Ragil Satriyo Gumilang.

Ragil menjelaskan dalam jaringan kerja lokasi jalur terbang (Flyway Site Network) di jalur terbang Asia Timur-Australasia terdapat lebih dari 700 lokasi lahan basah, sejauh ini diketahui memenuhi salah satu kriteria sebagai lokasi penting bagi burung bermigrasi, dan 151 di antaranya, telah dimasukan kedalam jaringan kerja lokasi jalur terbang.

Baca juga: Yuk Berwisata Sambil Mengamati Migrasi Burung di Pusunge

Menurutnya kerja sama para pihak di jalur terbang Asia Timur-Australasia (EAAF Partnership) merupakan kemitraan pelestarian burung air bermigrasi yang penting dan strategis.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Deras, Tebing 100 Meter di Rest Area Ungaran Longsor

Hujan Deras, Tebing 100 Meter di Rest Area Ungaran Longsor

Regional
Bertemu Kapolda NTT, Nono Sang Bocah Juara Sempoa Dunia Ingin Jadi Polisi

Bertemu Kapolda NTT, Nono Sang Bocah Juara Sempoa Dunia Ingin Jadi Polisi

Regional
Pengamat: 2 Kali Digandeng Megawati, Gibran Ada di Bawah Lindungan Beliau, Tidak Boleh Diganggu

Pengamat: 2 Kali Digandeng Megawati, Gibran Ada di Bawah Lindungan Beliau, Tidak Boleh Diganggu

Regional
2 Pencuri HP Sopir Truk di Bengkalis Riau Ditangkap, Sudah Beraksi di 16 Lokasi

2 Pencuri HP Sopir Truk di Bengkalis Riau Ditangkap, Sudah Beraksi di 16 Lokasi

Regional
Ikat Kaki dan Tangan Keponakan yang Masih Balita, Wanita di NTT Ditetapkan Tersangka

Ikat Kaki dan Tangan Keponakan yang Masih Balita, Wanita di NTT Ditetapkan Tersangka

Regional
Ada 11 TKW Jadi Korban Wowon Cs, 2 Dibunuh, 7 Masih Hidup dan 2 Belum Diketahui Keberadaannya

Ada 11 TKW Jadi Korban Wowon Cs, 2 Dibunuh, 7 Masih Hidup dan 2 Belum Diketahui Keberadaannya

Regional
Dugaan Korupsi Pengadaan Sarana Belajar 50 SLB di Sumbar, Polisi Minta Audit Kerugian Negara

Dugaan Korupsi Pengadaan Sarana Belajar 50 SLB di Sumbar, Polisi Minta Audit Kerugian Negara

Regional
Pesta Miras Oplosan di Stadion Maulana Yusuf, 2 Warga Serang Tewas

Pesta Miras Oplosan di Stadion Maulana Yusuf, 2 Warga Serang Tewas

Regional
Dana BLT 94 Warga di Mamuju Diduga Digelapkan Kades, Kerugian Negara Rp 169 Juta

Dana BLT 94 Warga di Mamuju Diduga Digelapkan Kades, Kerugian Negara Rp 169 Juta

Regional
Momen Kapolda NTT Gendong Nono, Sebut sebagai Bintang dari Selatan Indonesia

Momen Kapolda NTT Gendong Nono, Sebut sebagai Bintang dari Selatan Indonesia

Regional
Banjir Sabang, 5 Rumah Tertimbun Longsor dan Jembatan ke Km 0 Putus

Banjir Sabang, 5 Rumah Tertimbun Longsor dan Jembatan ke Km 0 Putus

Regional
Soal Yeni, TKW Calon Korban Wowon Cs yang Lolos dari Pembunuhan, Sempat Ajak Korban Lain Gandakan Uang

Soal Yeni, TKW Calon Korban Wowon Cs yang Lolos dari Pembunuhan, Sempat Ajak Korban Lain Gandakan Uang

Regional
Puluhan Sapi Ternak di Mamuju Mati Mendadak, Diduga Terserang Virus Jembrana

Puluhan Sapi Ternak di Mamuju Mati Mendadak, Diduga Terserang Virus Jembrana

Regional
Angkut Kayu Hasil Penebangan Liar di Hutan Register 38 Lampung, 2 Pedagang Gelap Ditangkap

Angkut Kayu Hasil Penebangan Liar di Hutan Register 38 Lampung, 2 Pedagang Gelap Ditangkap

Regional
Tangkap Mantan Kadus Tersangka Perampokan, Polisi Sempat Diadang Masyarakat hingga Diteriaki Maling Lewat Toa Mushala

Tangkap Mantan Kadus Tersangka Perampokan, Polisi Sempat Diadang Masyarakat hingga Diteriaki Maling Lewat Toa Mushala

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.