Kompas.com - 04/10/2022, 13:25 WIB

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Jasad perempuan ditemukan terkubur di pekarangan rumah, di Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pada Jumat (30/9/2022).

Jasad itu diketahui berinisial S (17) warga Desa Gemawang, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung. Korban sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak 20 September 2022.

Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan kejanggalan-kejanggalan pada kondisi jasad. Di antaranya kedua tangan korban diikat menggunakan kain, dan badan korban telungkup. Korban juga hanya mengenakan pakaian atas.

Baca juga: Jalan Panjang Mencari Keadilan Kasus Pembunuhan Saksi Kasus Korupsi di Semarang

"Pada Sabtu 30 Oktober 2022, Polres Temanggung mendapat laporan masyarakat terkait adanya temuan bagian tubuh manusia tertanam di belakang rumah warga. Setelah ditindaklanjuti ke TKP, tampak telapak tangan (korban) sedang tengadah. Setelah dibuka ternyata korban diikat, dimakamkan telungkup, menimbun tidak maksimal sehingga kelihatan tangannya," jelas Kapolres Temanggung, AKBP Agus Puryadi, dalam keterangan pers yang diterima selasa (4/10/2022).

Setelah dilakukan pencocokan dengan pihak keluarga, ternyata jasad tersebut adalah S yang dilaporkan hilang. Selain cocok secara fisik, ada beberapa barang seperti anting-anting, kalung, gelang, pakaian, dan handphone korban yang ditemukan.

Polisi kemudian menelusuri sebab korban meninggal dunia hingga terkubur di tanah. Hasilnya, kata Agus, korban tewas dibunuh oleh kekasihnya sendiri yang rumahnya tidak jauh dari TKP.

"Langkah awal yang dilakukan adalah membongkar makam dan otopsi. Hasilnya ada kecocokan. Pertama sprei, yang (oleh pelaku) diambil di rumah kosong, yang merupakan rumah kakek pelaku untuk menutup korban, dan menguburnya di belakang rumah kakek pelaku," imbuh Agus.

Agus menyebutkan pelaku yang merupakan kekasih korban berinisial R. Pelaku yang masih di bawah umur itu merupakan warga Kecamatan Tretep.

Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kini harus menjalani proses hukum. Dari tangan tersangka polisi mengamankan cangkul yang diduga untuk menggali tanah dan mengubur korban. Selain itu juga handphone, dan sepeda motor.

"Tersangka ditangkap 6 jam setelah mengubur korban, di Kota Temanggung, lagi naik motor di jalan. Dia berinisial R warga Tretep," kata Agus. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Nelayan Asal NTT Ditahan di Australia

8 Nelayan Asal NTT Ditahan di Australia

Regional
Teluk Kiluan: Daya Tarik, Harga Tiket, Rute, dan Penginapan

Teluk Kiluan: Daya Tarik, Harga Tiket, Rute, dan Penginapan

Regional
Korban dan 7 ABH Siswa SD Kasus Perundungan di Malang Alami Trauma, Psikolog: Anak Butuh Dukungan Lingkungan Sekitar

Korban dan 7 ABH Siswa SD Kasus Perundungan di Malang Alami Trauma, Psikolog: Anak Butuh Dukungan Lingkungan Sekitar

Regional
Wagub Jateng Ungkap Zakat ASN Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan

Wagub Jateng Ungkap Zakat ASN Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan

Regional
TNI AL Bakal Bangun Pangkalan di Maluku Barat Daya

TNI AL Bakal Bangun Pangkalan di Maluku Barat Daya

Regional
Polisi Periksa 7 ABH Perundung Siswa Kelas 2 SD di Kepanjen, Psikolog: Berikan Sanksi Sebagai Efek Jera

Polisi Periksa 7 ABH Perundung Siswa Kelas 2 SD di Kepanjen, Psikolog: Berikan Sanksi Sebagai Efek Jera

Regional
4 Daftar Batik Jawa Tengah, dari Solo hingga Pekalongan

4 Daftar Batik Jawa Tengah, dari Solo hingga Pekalongan

Regional
Tersisa Waktu 3 Hari untuk Mencari Pilot Helikopter AKP Arif Rahman

Tersisa Waktu 3 Hari untuk Mencari Pilot Helikopter AKP Arif Rahman

Regional
Syarat Jadi Anggota DPD di Sumbar, Butuh 2.000 Dukungan Tersebar di 10 Daerah

Syarat Jadi Anggota DPD di Sumbar, Butuh 2.000 Dukungan Tersebar di 10 Daerah

Regional
Ganjar Umumkan UMP Jateng, Apindo Bakal Tetap Gunakan PP 36, Ini Alasannya

Ganjar Umumkan UMP Jateng, Apindo Bakal Tetap Gunakan PP 36, Ini Alasannya

Regional
Polisi Sebut Penjual Nanas yang Tewas Dianiaya Pesilat di Gresik Sempat Buat Surat Klarifikasi

Polisi Sebut Penjual Nanas yang Tewas Dianiaya Pesilat di Gresik Sempat Buat Surat Klarifikasi

Regional
Angka Kemiskinan Bertambah hingga 30 juta Penduduk Pasca Covid-19, Begini Upaya Baznas RI

Angka Kemiskinan Bertambah hingga 30 juta Penduduk Pasca Covid-19, Begini Upaya Baznas RI

Regional
Kontingen PON Papua Barat Tuntut Bonus Peraih Medali, Dispora: Rencananya Desember Sudah Cair

Kontingen PON Papua Barat Tuntut Bonus Peraih Medali, Dispora: Rencananya Desember Sudah Cair

Regional
Berjuang Mandiri, Pasutri Asal Semarang Ini Hidup Nomaden dan Bentuk Gerakan Suarakan Isu Lingkungan

Berjuang Mandiri, Pasutri Asal Semarang Ini Hidup Nomaden dan Bentuk Gerakan Suarakan Isu Lingkungan

Regional
Terbitkan SPH Palsu untuk Ganti Rugi Tol, Mantan Kades di Sumsel Jadi Tersangka

Terbitkan SPH Palsu untuk Ganti Rugi Tol, Mantan Kades di Sumsel Jadi Tersangka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.