Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tangkap 3 Pengedar di Gorontalo, Polisi Sita 1.000 Butir Obat Keras

Kompas.com - 01/10/2022, 21:28 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com - Tim Operasional Direktorat Reserse Narkoba Polda Gorontalo menangkap tiga pengedar dan menyita 1.000 butir obat keras Trihexphendily.

Ketiga pelaku itu ditangkap saat mengambil paket di salah satu jasa pengiriman, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Daftar Kabupaten dan Kota di Provinsi Gorontalo

Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono mengatakan, ketiga terduga pelaku adalah warga Kelurahan Limba B Kota Selatan berinisial WH, warga Kelurahan Limba U2 Kota Selatan berinisial RJ, dan warga Kelurahan Dulomo Kota Utara berinisial DR.

Penangkapan ini berawal dari polisi yang mendapat informasi paket diduga berisi Trihexyphenidyl yang telah tiba di salah satu kantor jasa pengiriman.

Trihexyphenidyl adalah jenis obat keras yang masuk dalam kategori psikotropika golongan empat yang biasa digunakan sebagai obat penenang.

“Dari informasi itu, tim opsnal langsung melakukan koordinasi dengan pihak jasa pengiriman, tidak lama terlihat seorang laki-laki menggunakan bentor yaitu WH datang mengambil paket tersebut, Tim opsnal melakukan penyelidikan dan mendapati dan kemudian langsung melakukan penangkapan,” kata Wahyu saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Sabtu (1/10/2022)

Saat diinterogasi, WH mengatakan bahwa barang tersebut miliknya dan RJ yang dipesan melalui DR dengan harga Rp1.070.000.

Polisi lalu memerintahkan WH menghubungi kedua temannya melalui sambungan telepon.


Saat kedua orang tersebut datang, tim operasional Diresnarkoba memerintahkan ketiga orang tersebut membuka paket yang dicurigai berisi obat-obatan keras dan disaksikan aparat kelurahan setempat.

“Paket tersebut berisi obat-obatan keras jenis Trihexphenidly 100 strip, setiap satu strip berisi 10 butir dengan total 1.000 butir,” kata Wahyu Tri Cahyono.

Baca juga: Burung Gelatik Jawa yang Terancam Punah Terlihat di Sejumlah Tempat di Kota Gorontalo

Wahyu Tri Cahyono mengungkapkan, 1.000 butir obat trihexphhenidly masih dalam pemeriksaan uji di laboratorium Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo.

“Obat-obatan tersebut masih diuji di BPOM apakah benar mengandung bahan-bahan terlarang seperti narkoba atau sejenisnya, jika nanti terbukti bahwa obat-obatan tersebut positif mengandung bahan terlarang maka tersangka akan dijerat pasal 196 jo Pasal 197 UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun,”tutur Wahyu Tri Cahyono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selundupkan 7,1 Kg Sabu dari Malaysia, 2 Kurir Ditangkap

Selundupkan 7,1 Kg Sabu dari Malaysia, 2 Kurir Ditangkap

Regional
Soal Perbaikan Rumah Rusak akibat Bentrok di Kota Tual, BPBD Maluku Janji Dorong ke Pemerintah Pusat

Soal Perbaikan Rumah Rusak akibat Bentrok di Kota Tual, BPBD Maluku Janji Dorong ke Pemerintah Pusat

Regional
Hakim Kesal Dengar Ketua Dewan Pendidikan Bisa Beri Rekomendasi Masuk Unila: Apa Hebatnya Bapak?

Hakim Kesal Dengar Ketua Dewan Pendidikan Bisa Beri Rekomendasi Masuk Unila: Apa Hebatnya Bapak?

Regional
Kapal Ikan Hilang Kontak di Perairan Cilacap, 3 ABK Selamat, 2 Hilang

Kapal Ikan Hilang Kontak di Perairan Cilacap, 3 ABK Selamat, 2 Hilang

Regional
Potret Ariyanto, Montir Terminal di Pemalang: 7 Tahun Menabung demi Wujudkan Istana Kecil bagi Buah Hati

Potret Ariyanto, Montir Terminal di Pemalang: 7 Tahun Menabung demi Wujudkan Istana Kecil bagi Buah Hati

Regional
Kasasi Ditolak MA, Eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin Dipenjara 9 Tahun Terkait Korupsi Masjid Sriwijaya dan Penjualan Migas

Kasasi Ditolak MA, Eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin Dipenjara 9 Tahun Terkait Korupsi Masjid Sriwijaya dan Penjualan Migas

Regional
Video Viral Bus Terobos Lampu Merah hingga Nyaris Tabrak Pemotor di Banyumas, Sopir Diamankan Polisi

Video Viral Bus Terobos Lampu Merah hingga Nyaris Tabrak Pemotor di Banyumas, Sopir Diamankan Polisi

Regional
Gempa M 5,2 Guncang Banten, Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa M 5,2 Guncang Banten, Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
MGPA Buka Rekrutmen Volunter WSBK di Sirkuit Mandalika, Ini Syaratnya

MGPA Buka Rekrutmen Volunter WSBK di Sirkuit Mandalika, Ini Syaratnya

Regional
Warga dan Polisi di NTT Gotong Jenazah Seorang Kakek Sejauh 2,5 Kilometer, Lintasi 3 Sungai

Warga dan Polisi di NTT Gotong Jenazah Seorang Kakek Sejauh 2,5 Kilometer, Lintasi 3 Sungai

Regional
Jasad Bayi Dikerubuti Lalat Ditemukan dengan Kondisi Dibungkus Kain dan Diikat di Semarang

Jasad Bayi Dikerubuti Lalat Ditemukan dengan Kondisi Dibungkus Kain dan Diikat di Semarang

Regional
Cerita Sadinem Dapat Ganti Rugi Tol Rp 2,8 Miliar, Pilih Beli Tanah Ketimbang Mobil

Cerita Sadinem Dapat Ganti Rugi Tol Rp 2,8 Miliar, Pilih Beli Tanah Ketimbang Mobil

Regional
3 Hari Bentrok Warga di Kota Tual Akibatkan 86 Rumah Hangus Terbakar

3 Hari Bentrok Warga di Kota Tual Akibatkan 86 Rumah Hangus Terbakar

Regional
Polisi Sebut Ada Indikasi Minyakita Ditahan Distribusinya di Pasaran

Polisi Sebut Ada Indikasi Minyakita Ditahan Distribusinya di Pasaran

Regional
Diduga Lecehkan Perempuan, Kepala Desa di Lombok Tengah Didemo Warga

Diduga Lecehkan Perempuan, Kepala Desa di Lombok Tengah Didemo Warga

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.