Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2 Penyebab Kasus Main Hakim Sendiri Sering Terjadi, Ini Kata Pengamat

Kompas.com - 29/09/2022, 20:00 WIB

KOMPAS.com - Baru-baru ini pelaku penganiayaan driver ojek online (ojol) dipukuli karena aksi main hakim sendiri hingga tewas di Jalan Nogososro, Tlogosari Wetan, Kota Semarang, Sabtu (24/9/2022).

Pelaku berinisial KP tewas dikeroyok driver ojol yang awalnya hendak membawanya ke Polsek Pedurungan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Namun, KP justru menyerang para driver ojol dengan sebilah pisau hingga terjadi pengeroyokan oleh driver ojol dan warga yang melihat.

Saat ini Donny menetapkan tiga orang tersangka pengeroyokan, yakni NS, warga Semarang; ZD, warga Demak; dan HMR, warga Semarang.

Tersangka ZD dan NS merupakan teman Hasto Priyo yang sebelumnya menjadi korban pemukulan di SPBU Majapahit Semarang, Sabut (24/9/2022).

Baca juga: Aksi Main Hakim Sendiri, Pengeroyokan Pemukul Driver Ojol di Semarang yang Berujung Bui

Tanggapan pengamat hukum

Dr Martini Idris SH MH, Ahli Hukum Pidana sekaligus Dosen Universitas Muhammadiyah Palembang mengatakan, ada dua faktor yang menyebabkan masyarakat mudah sekali main hakim sendiri terhadap pelaku kejahatan.

Pertama, ketidakpahaman masyarakat terhadap dasar-dasar hukum dan akibat yang didapat jika melakukan kekerasan dalam bentuk apapun.

"Masyarakat memang rentan akan hal-hal yang berbau kekerasan. Bahkan masih ada masyarakat yang lebih memilih bersikap egois," ujarnya saat diwawancarai via telepon, Rabu (28/9/2022).

Faktor kedua, kurangnya pendidikan bagi para pelaku hukum sehingga seringkali tidak menaati undang-undang yang berlaku di Indonesia.

"Setiap tindakan menghilangkan nyawa seseorang, luka berat dan ringan akan dikenakan pidana," ujarnya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPD Partai Nasdem Surabaya Mengundurkan Diri

Ketua DPD Partai Nasdem Surabaya Mengundurkan Diri

Regional
Dipasangkan dengan Bupati Kendal jika Cagub Jateng, Gibran Malah Bahas Makan Bersama Bicarakan 2024

Dipasangkan dengan Bupati Kendal jika Cagub Jateng, Gibran Malah Bahas Makan Bersama Bicarakan 2024

Regional
Serang Disebut Tak Pantas Jadi Ibu Kota Banten, Gubernur: Pembangunan Butuh Ditingkatkan

Serang Disebut Tak Pantas Jadi Ibu Kota Banten, Gubernur: Pembangunan Butuh Ditingkatkan

Regional
Dua Pengelola Tambang Ilegal di Pati dan Blora Ditangkap Polda Jateng

Dua Pengelola Tambang Ilegal di Pati dan Blora Ditangkap Polda Jateng

Regional
Bukan Gagal Ginjal Akut, Pasien Anak di RSUD Moewardi Solo Alami Gangguan Ginjal Ini

Bukan Gagal Ginjal Akut, Pasien Anak di RSUD Moewardi Solo Alami Gangguan Ginjal Ini

Regional
Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Duafa Aceh Utara, Hasil Audit Diserahkan ke Kejari

Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Duafa Aceh Utara, Hasil Audit Diserahkan ke Kejari

Regional
15 Pekerja Bangunan yang Diancam KKB Selamat karena Mengamankan Diri di Rumah Pendeta

15 Pekerja Bangunan yang Diancam KKB Selamat karena Mengamankan Diri di Rumah Pendeta

Regional
Sugeng Dipaksa Akui Tabrak Lari Selvi, Kakak Tersangka Kantongi Bukti Percakapan Nur dan Suaminya

Sugeng Dipaksa Akui Tabrak Lari Selvi, Kakak Tersangka Kantongi Bukti Percakapan Nur dan Suaminya

Regional
Masuk Bursa Wagub Jateng Mendampingi Gibran, Bupati Kendal: Saya Masih Fokus Beresin Kendal

Masuk Bursa Wagub Jateng Mendampingi Gibran, Bupati Kendal: Saya Masih Fokus Beresin Kendal

Regional
Hadapi Resesi, Kementerian Perindustrian Gelontorkan Rp 49 Miliar untuk IKM

Hadapi Resesi, Kementerian Perindustrian Gelontorkan Rp 49 Miliar untuk IKM

Regional
Keraton Solo Beri Restu ke Gibran Lakukan Revitalisasi

Keraton Solo Beri Restu ke Gibran Lakukan Revitalisasi

Regional
TNI Polri Mulai Evakuasi 15 Pekerja yang Sempat Diancam oleh KKB Egianus Kogoya

TNI Polri Mulai Evakuasi 15 Pekerja yang Sempat Diancam oleh KKB Egianus Kogoya

Regional
Dataran Tinggi Dieng Kembali Diguncang Gempa, Kekuatannya Magnitudo 2,4

Dataran Tinggi Dieng Kembali Diguncang Gempa, Kekuatannya Magnitudo 2,4

Regional
Pengusaha Yogyakarta Tipu Warga Padang Rp 1,1 M, Polisi: Mengaku Keturunan Pakubuwono V, Punya Warisan Rp 5 Triliun

Pengusaha Yogyakarta Tipu Warga Padang Rp 1,1 M, Polisi: Mengaku Keturunan Pakubuwono V, Punya Warisan Rp 5 Triliun

Regional
Beredar Status WhatsApp Bonek Akan Geruduk Polda Jateng, Polisi Mengaku Belum Tahu

Beredar Status WhatsApp Bonek Akan Geruduk Polda Jateng, Polisi Mengaku Belum Tahu

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.