Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pendataan Honorer di Nunukan Terkendala Jaringan, Pegawai BKPSDM Lembur hingga Harus Mandi di Kantor

Kompas.com - 28/09/2022, 19:38 WIB

"Aplikasi yang ada, diatur sedemikian rupa dengan seleksi ketat. Ketika data honorer tidak memenuhi syarat. Contohnya, masa kerja di bawah satu tahun, usia di bawah 20 tahun, maka otomatis tertolak secara sistem. Demikian juga dengan adanya beda antara NIK dan nama di KTP," jelasnya.

Adapun data tenaga honorer yang dimasukkan ke aplikasi BKN, meliputi SK sukwan tahun 2021, ijazah terakhir, daftar gaji tenaga honorer yang bersumber dari APBN maupun APBD tahun 2021. Termasuk pula yang bersumber dari dana BOS bagi tenaga honorer sekolah.

Menurut Surai, dasar pendataan tenaga honorer adalah Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor: B/1511/M.SM.01.00/2022.

Baca juga: 524 Guru Honorer Bengkulu yang Lulus Passing Grade Tak Diajukan Jadi PPPK

Lebih lanjut, Surai mengatakan, ada kabar gembira sekaligus harapan bagi tenaga honorer untuk tetap bekerja. Hal tersebut, merujuk pada ucapan Menpan-RB yang baru, Azwar Anas, bahwa tenaga honor masih bisa bekerja mengikuti masa kepemimpinan kepala daerah.

"Saya yakin ucapan beliau bisa dipertanggungjawabkan mengingat kapasitas beliau sebagai menteri. Kalau kita menerjemahkan ucapan beliau, akan ada formula baru terkait tenaga honorer agar bisa tetap bekerja. Kita di daerah menunggu komitmen secara tertulis saja,’’katanya.

Masih kata Surai, sejauh ini, ada permintaan untuk mendata seluruh tenaga honorer, sekalipun yang SK-nya keluar 2022. Hal ini karena kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak mau disalahkan.

Penolakan sistem itulah yang nantinya menjadi dasar para kepala OPD menjelaskan kepada para tenaga honor mereka.

‘’Jadi saat ini kita belum mencatat secara rinci berapa jumlah honorer yang tertolak system karena masih focus untuk input nama nama honor satu persatu. Intinya ada 4.288 yang kita masukkan ke aplikasi. Sebanyak 500 orang melakukan verifikasi mandiri, dan yang sudah terinput sekitar 1.600-an honorer,’’tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyelundupan 115 Kg Sabu di Palembang, Polisi: Diproduksi 3 Negara Asia

Penyelundupan 115 Kg Sabu di Palembang, Polisi: Diproduksi 3 Negara Asia

Regional
Jenazah Pratu Ferdian, Korban Jembatan Putus di Sungai Digul, Dievakuasi ke Jayapura

Jenazah Pratu Ferdian, Korban Jembatan Putus di Sungai Digul, Dievakuasi ke Jayapura

Regional
5 Terduga Pembakar Perempuan yang Dituduh Menculik di Sorong Masih di Bawah Umur

5 Terduga Pembakar Perempuan yang Dituduh Menculik di Sorong Masih di Bawah Umur

Regional
Cemburu, Pemuda di Bitung Tikam Pacarnya yang Berusia 14 Tahun

Cemburu, Pemuda di Bitung Tikam Pacarnya yang Berusia 14 Tahun

Regional
Hasto Bocorkan Alasan Megawati Hadiri Pelantikan Wali Kota Semarang

Hasto Bocorkan Alasan Megawati Hadiri Pelantikan Wali Kota Semarang

Regional
Video Balita Ditemukan Tengkurap dengan Tangan Terikat di NTT, Ini Penjelasan Kades

Video Balita Ditemukan Tengkurap dengan Tangan Terikat di NTT, Ini Penjelasan Kades

Regional
Muncikari Hotel Mewah di Batam Ditangkap, Pasang Tarif Rp 3 Juta

Muncikari Hotel Mewah di Batam Ditangkap, Pasang Tarif Rp 3 Juta

Regional
Untuk Pertama Kalinya, Sumbar Ekspor 785 Kg Lato-lato ke Malaysia

Untuk Pertama Kalinya, Sumbar Ekspor 785 Kg Lato-lato ke Malaysia

Regional
Ditanya soal Capres PDI-P, Bambang Pacul: Itu Pertanyaan Aneh

Ditanya soal Capres PDI-P, Bambang Pacul: Itu Pertanyaan Aneh

Regional
Kronologi Warga Tewas Ditembak hingga Pabrik Sawit di Lampung Dibakar, Versi Polisi

Kronologi Warga Tewas Ditembak hingga Pabrik Sawit di Lampung Dibakar, Versi Polisi

Regional
Alasan Norma Risma Akhirnya Laporkan Mantan Suami dan Ibu Kandung Terkait Kasus Perzinaan

Alasan Norma Risma Akhirnya Laporkan Mantan Suami dan Ibu Kandung Terkait Kasus Perzinaan

Regional
Mengaku Jadi Kasetpres Pengganti Heru Budi yang Menjabat Pj Gubernur DKI, Pria Asal Demak Ditangkap Polisi

Mengaku Jadi Kasetpres Pengganti Heru Budi yang Menjabat Pj Gubernur DKI, Pria Asal Demak Ditangkap Polisi

Regional
Penyeberangan Kapal di Bangka Barat Dihentikan, Tiket yang Sudah Terbeli Bisa Dikembalikan

Penyeberangan Kapal di Bangka Barat Dihentikan, Tiket yang Sudah Terbeli Bisa Dikembalikan

Regional
Bantah Motif Balas Dendam ke Wali Kota Blitar Santoso, Kuasa Hukum Samanhudi: Hubungannya Baik Sekali

Bantah Motif Balas Dendam ke Wali Kota Blitar Santoso, Kuasa Hukum Samanhudi: Hubungannya Baik Sekali

Regional
Pembangunan Jembatan Terpanjang di Indonesia Segera Direalisasikan di Kepri

Pembangunan Jembatan Terpanjang di Indonesia Segera Direalisasikan di Kepri

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.