Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Udi, Sopir Truk yang "Ditumbalkan" Bosnya, Ditahan karena Angkut Solar Ilegal, Pemilik Barang Kabur

Kompas.com - 28/09/2022, 15:12 WIB

 

PONTIANAK, KOMPAS.com – Mata Udi berlinang. Sambil mengenakan baju tahanan, perlahan keluar dari pintu sel dan langsung memeluk istri beserta tiga anaknya yang datang membesuk, Selasa (27/9/2022) siang.  

Udi adalah seorang sopir truk asal Wajok Hilir, Kecamatan Jungkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar).

Dia ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Kabupaten Sekadau karena kedapatan membawa delapan ton bahan bakar minyak (BBM) solar tanpa dokumen alias ilegal pada Kamis (1/9/2022).

Baca juga: Gudang Solar Ilegal di Palembang yang Terbakar Sudah Beroperasi 5 Bulan

Sudah hampir satu bulan Udi mendekam di dalam jeruji besi. Dia mengakui perbuatannya salah dan siap bertanggung jawab di hadapan hukum.

Namun, Udi juga menuntut pihak kepolisian segera menangkap bos pemilik solar ilegal tersebut.

"Ketika berangkat, saya kira pemilik modal dan pemilik minyak ini sudah koordinasi di lapangan. Ternyata tidak. Kalau saya tahu dari awal, saya pasti tidak akan mau berangkat," kata Udi.

Sebagaimana diketahui, Udi ditangkap di Jalan Raya Sekadau-Sintang saat hendak mengantarkan solar tersebut ke sebuah perusahaan kelapa sawit di Kabupaten Sintang.

Udi menceritakan, peristiwa penangkapan bermula pada Rabu (31/8/2022).

Saat itu, dia dihubungi seorang pria berinisial RF dan menawarkan membawa delapan ton solar ke Kabupaten Sintang. Karena Udi juga tidak memiliki pekerjaan tetap, tawaran itu langsung diterima.

Setelah mobil tangki diisi muatan, Udi mendapat uang jalan Rp 1,2 juta. Udi terkejut karena dirasa uang jalannya terlalu kecil. Biasanya, untuk perjalanan ke Kabupaten Sintang, uang jalannya Rp 2 juta.

“Saya ragu berangkat karena uangnya tidak sesuai. Sempat saya ajukan batal berangkat, tapi RF memaksa. Karena juga butuh uang, saya tidak bisa menolak,” ucap Udi.

Baca juga: Tertimpa Tangki Solar yang Jatuh dari Truk, 2 Pengendara Motor Tewas

Udi pun akhirnya berangkat dari Kota Pontianak ke Kabupaten Sintang, membawa mobil tangki bermuatan delapan ton solar dengan berbekal surat jalan dan dokumen pesanan yang diduga palsu.

Malang bagi Udi, pada Kamis (1/9/2022) sekitar pukul 08.30, dia ditangkap aparat Polres Sekadau. Dia dibawa ke Mapolres. Sementara mobil tangki dibiarkan tetap berada di pinggir jalan. 

Udi lalu menjalani pemeriksaan. Kepada penyidik, Udi mengakui bahwa hanya diminta untuk mengantar solar ke Kabupaten Sintang oleh pemilik barang.

"Kepada penyidik, saya disuruh oleh RF dan solar ini punya KV,” terang Udi.

Saat tengah dalam pemeriksaan, dia menghubungi bos pemilik minyak, KV, dan meminta datang ke Mapolres Sekadau untuk menyelesaikan masalah.

Menurut Udi, keesokan harinya, KV datang ke Mapolres Sekadau dan sempat menjalani pemeriksaan.

“Saya juga bertemu dengan KV. Dia minta sabar menunggu. Karena KV akan mengurus masalah tersebut. Saya dijanjikan keluar dari tahanan,” ujar Udi.

Usai berjanji, KV pamit untuk kembali ke hotel karena ingin mandi. Namun, sejak hari pertama pertemuan sampai dengan saat ini, KV menghilang. Udi dibiarkan mendekam di tahanan hampir sebulan.

Udi berharap kepada aparat penegak hukum adil. Kalaulah dirinya salah, karena membawa minyak tidak sesuai dengan tujuannya, maka harusnya orang-orang yang terlibat di belakangnya juga ditangkap.

"Jangan hanya saya yang ditumbalkan," ungkap Udi.

Pihak keluarga minta keadilan

Adik Udi, Abdullah, mengaku, pihak keluarga tidak mempermasalahkan jika memang Udi ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Abdullah menuturkan, memang apa yang dikerjakan Udi salah. Tetapi, kesalahan yang dilakukannya tidak berdiri sendiri.

Menurut Abdullah, abangnya hanya berperan sebagai sopir. Menerima upah dari pemilik minyak. Ia bekerja untuk menafkahi istri dan anak-anaknya.

"Kalau abang saya salah, kami berharap tegakkan hukum seadil-adilnya," pinta Abdullah.

Abdullah meminta, orang-orang yang terlibat, seperti pemilik minyak dan orang yang menyuruh abangnya mengantar minyak ke Sintang, juga ikut ditangkap.

Polisi langsung keluarkan DPO

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sekadau Iptu Rahmad Kartono membenarkan bahwa pada Kamis 1 September lalu, pihaknya menangkap tangki bermuatan delapan ton solar, yang dibawa oleh pelaku atas nama Udi.

Rahmad menerangkan, mobil tangki tersebut diamankan ketika melintas. Di mana tangki tersebut bermuatan 8.000 liter solar tanpa dilengkapi dokumen sah.

"Untuk sopir tangki sudah dilakukan penahanan dan telah ditetapkan sebagai tersangka," kata Rahmad.

Rahmad memastikan bahwa pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap dua orang yang diduga sebagai pemilik minyak dan orang yang menyuruh tersangka.

Rahmad menyebutkan, kedua orang itu memang masih belum diketahui keberadaannya. Namun, dia telah mengeluarkan surat daftar pencarian orang untuk KV dan RF.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Pilu Lansia di Brebes Ditetapkan Tersangka Usai Buat Laporan Kehilangan Sertifikat Tanah

Kisah Pilu Lansia di Brebes Ditetapkan Tersangka Usai Buat Laporan Kehilangan Sertifikat Tanah

Regional
Viral Sugik Nur Mengaku Dizalimi saat Ditahan di Rutan Polda Jateng, ini Penjelasannya

Viral Sugik Nur Mengaku Dizalimi saat Ditahan di Rutan Polda Jateng, ini Penjelasannya

Regional
Kronologi Penjual Ayam di Wonogiri Kemalingan Emas 181 Gram, tapi Sehari Kemudian Barang yang Dicuri Dikembalikan Pelaku

Kronologi Penjual Ayam di Wonogiri Kemalingan Emas 181 Gram, tapi Sehari Kemudian Barang yang Dicuri Dikembalikan Pelaku

Regional
2 Kasus Perselingkuhan Abdi Negara yang Terungkap setelah Ada Kematian

2 Kasus Perselingkuhan Abdi Negara yang Terungkap setelah Ada Kematian

Regional
Banyak Barang Masuk ke IKN, Komplotan Curanmor Naik Kasta Jadi Pencuri Panel Alat Berat di IKN

Banyak Barang Masuk ke IKN, Komplotan Curanmor Naik Kasta Jadi Pencuri Panel Alat Berat di IKN

Regional
Beredar Isu Penculikan Anak di Banjarbaru dan Banjar, Polisi: Hoaks

Beredar Isu Penculikan Anak di Banjarbaru dan Banjar, Polisi: Hoaks

Regional
Tarif Pass Penumpang Internasional di Pelabuhan Batam Naik Menjadi Rp 100.000

Tarif Pass Penumpang Internasional di Pelabuhan Batam Naik Menjadi Rp 100.000

Regional
Polisi Pastikan Isu Pembakaran Rumah Ibadah Saat Bentrokan di Tual Hoaks

Polisi Pastikan Isu Pembakaran Rumah Ibadah Saat Bentrokan di Tual Hoaks

Regional
Ledakan Pipa Sumur Minyak Tewaskan Pekerja di Riau, Dewan Panggil Pihak Perusahaan

Ledakan Pipa Sumur Minyak Tewaskan Pekerja di Riau, Dewan Panggil Pihak Perusahaan

Regional
Kapal Tenggelam di Mamberamo Raya Papua, 8 Orang Hilang

Kapal Tenggelam di Mamberamo Raya Papua, 8 Orang Hilang

Regional
2 Warga di Jember Hanyut di Sungai Tanggul, Diduga Mabuk dan Berkelahi lalu Tercebur

2 Warga di Jember Hanyut di Sungai Tanggul, Diduga Mabuk dan Berkelahi lalu Tercebur

Regional
Nekat Terobos Palang Pintu, Pengendara Motor di Kebumen Terserempat Kereta Api Sawunggalih

Nekat Terobos Palang Pintu, Pengendara Motor di Kebumen Terserempat Kereta Api Sawunggalih

Regional
Bripda Steven, Korban Jembatan Putus di Sungai Digul Ditemukan Meninggal, 1 Polisi Masih Hilang

Bripda Steven, Korban Jembatan Putus di Sungai Digul Ditemukan Meninggal, 1 Polisi Masih Hilang

Regional
Polisi Imbau Warga NTB Tak Mudah Percaya Hoaks Penculikan Anak

Polisi Imbau Warga NTB Tak Mudah Percaya Hoaks Penculikan Anak

Regional
Gempa Magnitudo 5 Guncang Morotai Maluku Utara

Gempa Magnitudo 5 Guncang Morotai Maluku Utara

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.