Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Antrean Pertalite di SPBU Bandung 30 Menit, Driver Ojol Rugi hingga Beralih ke Pedagang Eceran

Kompas.com - 27/09/2022, 16:35 WIB
M. Elgana Mubarokah,
Reni Susanti

Tim Redaksi

Hal serupa dikeluhkan Omat Hidayat (32), sopir angkot jurusan Cileunyi-Majalaya.

Omat mengaku, dampak dari antrean yang kerap terjadi di SPBU membuat performanya semakin buruk.

Baca juga: Harga BBM Dikabarkan Naik Besok, Warga Lampung Antre Pertalite Ratusan Meter

Biasanya dalam sehari, Rohmat bisa menjalankan angkotnya 3 sampai 4 rit (pulang-pergi).

Namun, setelah terjadinya kenaikan BBM dan antrean di sepanjang SPBU ia hanya bisa narik 2-3 rit. 

"Ya rugi lah, antrean kaya gini dampaknya ke kita yang banyak, waktu terbuang terus yang penumpang juga harus ekstra sabar, kadang ada aja yang ngeluh ke kita," ujar Omat.

Beralih ke Pedagang Bensin Eceran

Kepada Kompas.com Yusuf mengaku sudah beberapa kali mengisi bahan bakar di penjual bensin eceran.

Hal itu ia lakukan guna menghemat waktu, sekalipun harus merogoh kocek lebih banyak. Jika harga Pertalite di SPBU Rp 10.000 per liter, di tempat eceran Rp 12.000.

"Saya milih nambahin Rp 2.000 tapi performa saya tetap bagus, penumpang gak nunggu lama," kata dia.

Yusuf mengatakan, hampir rata-rata pengemudi driver online dan ojeg pangkalan saat ini kerap mengisi bensin di pedagang bensin eceran.

"Gak pernah tuh ada ceritanya pedagang eceran penuh, lebih praktis lagi," jelasnya.

Penjelasan Petugas

Deden Nurhadi, Supervisor SPBU Rancaekek mengatakan, antrean panjang memang telah terjadi pasca-naiknya harga BBM. Terutama untuk pengisian Pertalite roda dua. 

Deden menduga banyak pemilik kendaraan roda dua yang beralih dari Pertamax ke Pertalite akibat kenaikan harga BBM.

Hal itu terlihat dari stok Pertalite yang kerap habis lebih cepat.

"Sekarang 24 ton pengiriman bahan bakar itu, bisa habis hanya dalam beberapa hari saja, dulu kadang berimbang gitu antara Pertalite dan Pertamax," kata dia.

Antrean panjang yang kerap mengular hingga ke jalan, lanjut dia, terkadang membuat petugas kerepotan. Sebab ia dan sekuriti harus mengamankan atau merapikan lajur antrean.

"Ya kadang nambah pekerjaan, tapi gimana lagi namanya juga tugas supaya gak menganggu yang di jalan, ya harus diurai," ungkapnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:


Terkini Lainnya

Viral, Video Aksi Karyawan Perempuan di Semarang Kejar Pencuri Bermotor sampai Tubuh Tersungkur

Viral, Video Aksi Karyawan Perempuan di Semarang Kejar Pencuri Bermotor sampai Tubuh Tersungkur

Regional
Hendak Dijual untuk Biaya Haji, Sapi Limosin Warga Magelang Malah Dicuri

Hendak Dijual untuk Biaya Haji, Sapi Limosin Warga Magelang Malah Dicuri

Regional
Ada Pelambatan di KM 440, 'One Way' Lokal Bawen-Kalikangkung Diterapkan Lagi

Ada Pelambatan di KM 440, "One Way" Lokal Bawen-Kalikangkung Diterapkan Lagi

Regional
Ibu dan Anak Tewas Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Palembang, 1 Anak Lainnya Selamat

Ibu dan Anak Tewas Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Palembang, 1 Anak Lainnya Selamat

Regional
ASDP Catat, 448.514 Penumpang dari Sumatera Belum Kembali ke Jawa

ASDP Catat, 448.514 Penumpang dari Sumatera Belum Kembali ke Jawa

Regional
26.000 Orang Kunjungi Wisata Lawang Sewu Semarang

26.000 Orang Kunjungi Wisata Lawang Sewu Semarang

Regional
Pj Gubernur Banten Terbitkan SE soal WFH Usai Libur Lebaran

Pj Gubernur Banten Terbitkan SE soal WFH Usai Libur Lebaran

Regional
KDRT di Magelang, Istri Dianiaya Suami, 2 Anaknya Histeris

KDRT di Magelang, Istri Dianiaya Suami, 2 Anaknya Histeris

Regional
Identitas Mayat Perempuan dengan Wajah Tertutup Plastik Terungkap, Korban Warga Karanganyar

Identitas Mayat Perempuan dengan Wajah Tertutup Plastik Terungkap, Korban Warga Karanganyar

Regional
Polisi Dalami Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Palembang

Polisi Dalami Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Palembang

Regional
Walhi Bengkulu: Hentikan Rencana Penambangan Emas di Kabupaten Seluma

Walhi Bengkulu: Hentikan Rencana Penambangan Emas di Kabupaten Seluma

Regional
Warga Mukomuko Diancam Bui 3 Bulan jika Lepas Hewan Ternak ke Jalan

Warga Mukomuko Diancam Bui 3 Bulan jika Lepas Hewan Ternak ke Jalan

Regional
Suami, Istri, dan 2 Anaknya Ditemukan Tewas di Mobil Terjebak Lumpur di Jambi

Suami, Istri, dan 2 Anaknya Ditemukan Tewas di Mobil Terjebak Lumpur di Jambi

Regional
TNI AU Sediakan Pesawat Gratis untuk Prajurit AU Kembali ke Perbatasan

TNI AU Sediakan Pesawat Gratis untuk Prajurit AU Kembali ke Perbatasan

Regional
Cerita Penumpang Terpaksa Menginap di Terminal Purwokerto karena Bus Telat akibat Terjebak Macet

Cerita Penumpang Terpaksa Menginap di Terminal Purwokerto karena Bus Telat akibat Terjebak Macet

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com