Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Suap Kasus Dinas PUPR Muba, AKBP Dalizon Dituntut 4 Tahun Penjara

Kompas.com - 26/09/2022, 16:49 WIB
Aji YK Putra,
Reni Susanti

Tim Redaksi

PALEMBANG, KOMPAS.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung) menjatuhkan tuntutan terhadap AKBP Dalizon dengan kurungan 4 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan.

Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang, JPU Kejagung Syamsul Bahri Siregar menilai, AKBP Dalizon telah terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap Rp 10 miliar dalam kasus pengerjaan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muba

Hal itu dilakukannya saat AKBP Dalizon menjabat Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Sumsel pada 2019.

Baca juga: JPU Tak Siap, Sidang Tuntutan AKBP Dalizon Kembali Ditunda

Perbuatan AKBP Dalizon tersebut telah melanggar Pasal 12e atau 12B UU RI Nomor 31 Tahun 2001 tentang Korupsi, atau Pasal 5 ayat (2) Jo Pasal 5 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 31 Tahun 2001 tentang Korupsi.

“Menuntut terdakwa Dalizon dengan penjara selama 4 tahun dan meminta kepada hakim agar terdakwa tetap ditahan,” kata Syamsul saat membacakan tuntutan, Senin (26/9/2022).

Selain itu, JPU menuntut AKBP Dalizon mengembalikan uang pengganti Rp 10 miliar. Apabila tidak dikembalikan, maka harta benda milik perwira menengah (Pamen) itu akan disita.

“Apabila harta benda terdakwa tidak mencukupi maka diganti dengan hukuman selama 2 tahun penjara,” ujarnya.

Usai mendengarkan tuntutan tersebut, AKBP Dalizon yang hadir secara virtual mengaku akan mengajukan pledoi yang akan dibacakan pada Rabu (5/9/2022).

“Proses pledoi sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya yang mulia,” kata Dalizon.

Baca juga: Polda Sumsel Minta AKBP Dalizon Buktikan Tiap Bulan Setor Rp 500 Juta ke Kombes Anton

Untuk diketahui, JPU Kejagung sebelumnya telah dua kali meminta agar sidang tuntutan ini ditunda dengan alasan berkas tuntutan belum siap. 

Pada persidangan sebelumnya, mantan Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, AKBP Dalizon mengatakan, uang Rp 500 juta sempat ia setorkan kepada mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumsel Kombes Anton Setiawan.

Bahkan, Anton sempat memberikannya tanggal jatuh tempo setiap bulan yakni tanggal 5. Karena itu, Dalizon juga mengaku sering terlambat memberikan setoran.

Pernyataan ini disampaikan Dalizon saat Ketua Majelis Hakim Mangapul Manalu menanyakan asal uang ratusan juta rupiah tersebut.

"Saya lupa (uangnya dari mana), Yang Mulia, tapi yang jelas ada juga dari hasil pendampingan. Bayarnya juga sering macet, buktinya itu dapat WA (ditagih)," ujar Dalizon, saat sidang di Pengadilan Tipikor, Palembang, Sumsel, Rabu (7/9/2022).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Terkini Lainnya

Respons Gibran soal Simulasi Makan Siang Gratis di Tangerang

Respons Gibran soal Simulasi Makan Siang Gratis di Tangerang

Regional
Pembunuh Dosen UIN Raden Mas Said Solo Divonis Penjara Seumur Hidup

Pembunuh Dosen UIN Raden Mas Said Solo Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Respons BTNK Terkait Pengeboman Ikan di Perairan Taman Nasional Komodo

Respons BTNK Terkait Pengeboman Ikan di Perairan Taman Nasional Komodo

Regional
Ditinggal Ayahnya Tidur, Bocah 3 Tahun Jatuh dari KM Sanus 106, Ditemukan Tewas di Pesisir Pantai

Ditinggal Ayahnya Tidur, Bocah 3 Tahun Jatuh dari KM Sanus 106, Ditemukan Tewas di Pesisir Pantai

Regional
Berdalih Pengobatan, Bocah 9 Tahun Dilecehkan Ayah Tiri di Serang

Berdalih Pengobatan, Bocah 9 Tahun Dilecehkan Ayah Tiri di Serang

Regional
Dorong Kesadaran Masyarakat Bayar Zakat, Bupati Bandung Terima Penghargaan dari Baznas RI

Dorong Kesadaran Masyarakat Bayar Zakat, Bupati Bandung Terima Penghargaan dari Baznas RI

Regional
ODGJ Asal Pacitan Telantar di Riau, Sempat Dirawat Polisi

ODGJ Asal Pacitan Telantar di Riau, Sempat Dirawat Polisi

Regional
Residivis Kasus Pengeroyokan di Semarang Bacok dan Lindas Temannya hingga Tewas

Residivis Kasus Pengeroyokan di Semarang Bacok dan Lindas Temannya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Kerusuhan Saat Rekapitulasi, Kantor KPU Kota Bima Dipagari Kawat Berduri

Antisipasi Kerusuhan Saat Rekapitulasi, Kantor KPU Kota Bima Dipagari Kawat Berduri

Regional
'Debt Collector' Dibacok Nasabah di Batam, Pelaku Marah Ditagih secara Kasar

"Debt Collector" Dibacok Nasabah di Batam, Pelaku Marah Ditagih secara Kasar

Regional
Bangunan Hancur Imbas Tanah Bergerak, Sekolah di Bandung Barat Direlokasi

Bangunan Hancur Imbas Tanah Bergerak, Sekolah di Bandung Barat Direlokasi

Regional
Anggota DPRD NTT yang Ditangkap karena Narkoba Jalani Rehabilitasi

Anggota DPRD NTT yang Ditangkap karena Narkoba Jalani Rehabilitasi

Regional
Mayat Pria di Majalengka, Diduga Korban Miras Campur Obat Batuk

Mayat Pria di Majalengka, Diduga Korban Miras Campur Obat Batuk

Regional
Sempat Terendam Banjir 1,9 Meter, Fasilitas SD di Demak Rusak, Ratusan Siswa Masih Diliburkan

Sempat Terendam Banjir 1,9 Meter, Fasilitas SD di Demak Rusak, Ratusan Siswa Masih Diliburkan

Regional
Impor 14.000 Ton, Bulog Pastikan Stok Beras Sumsel dan Babel Aman Selama Ramadan

Impor 14.000 Ton, Bulog Pastikan Stok Beras Sumsel dan Babel Aman Selama Ramadan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com