Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanahnya Dirampas Mafia Tanah, Petani Transmigran Demo ke Kantor Gubernur Jambi

Kompas.com - 26/09/2022, 15:15 WIB

Ia mencontohkan penyerobotan tanah di Desa Mekar Sari dan Tebing Tinggi Kecamatan Marosebo Ulu, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Menurut Abdullah ada lahan yang diperuntukkan bagi petani transmigrasi dari Jawa Tengah seluas 308 hektar di kuasai oknum mafia tanah.

"Kejadian sudah 10 tahun. Tapi negara kalah dengan pengusaha lokal yang menguasai lahan bersertifikat milik petani transmigrasi," kata Abdullah.

Baca juga: Duduk Perkara Kasus Mafia Tanah di Padang, Berawal dari Landraad 1930, Kaum Maboet Ditahan lalu Dilepas karena Tak Cukup Bukti

Petani transmigrasi dari Jawa Tengah hidup memilukan di tanah rantauan, mengantongi sertifikat tanah tapi lahannya dikuasai mafia tanah.

Oknum dari mafia tanah ini, terus berupaya mengadang perjuangan petani transmigran untuk mendapatkan tanahnya, dengan ancaman dibacok, ditembak, dan rumah dibakar.

Setelah dikirim dari Jawa oleh pemerintah di Desa Mekar Sari dan Tebing Tinggi Kabupaten Batanghari, Jambi pada 2005, ratusan petani transmigrasi mendapatkan sertifikat penguasaan lahan seluas 308 hektar dan 34 hektar pada 2010.

Namun pada 2012 lahan mereka direbut mafia tanah, pengusaha lokal yang kemudian ditanami sawit.

Sampai sekarang mereka masih mengantongi sertifikat tanpa adanya lahan.

Persoalan ini sudah disampaikan ke Kementrian ATR-BPN, Kemendes, Mabes Polri bahkan KSP. Namun petani transmigran belum juga mendapatkan hak atas tanahnya.

"Kami baru bisa bergerak, setelah anak buah mafia tanah, preman besar yakni Judi mati ditembak polisi pada 2021 lalu. Sebelum itu kami hidup ketahutan dan selalu menerima ancaman," kata Jais mantan Kepala Desa Mekar Sari saat konferensi pers pada Hari Tani Nasional (HTN) 2022 di Walhi Jambi, Sabtu (24/9/2022).

Baca juga: Kasus Mafia Tanah di Padang Dihentikan, tapi 1 Orang Masih Jalani Hukuman Penjara

Ia mengatakan selama bertahun-tahun petani transmigrasi hidup di bawah bayang-bayang ketakutan, lantaran mendapatakan ancaman dibacok dan ditembak.

"Kalau dipukul dan ditendang itu sudah sering kami terima. Kalau dibacok dan ditembak itu belum. Rumah yang dibakar itu ada tiga rumah warga," kata Jais dengan suara parau.

Bahkan anak buah dari mafia tanah, sering menyantroni rumah warga dan meminta jatah keamanan Rp 2 sampai Rp 5 juta kepada aparat desa setiap bulan.

Kawanan mafia tanah ini sangat kuat dan berkuasa. Jais saat menjadi kepala desa, sempat ditodong pistol oleh kawanan mafia tanah.

"Waktu itu, saya selaku kepala desa mendampingi petani transmigrasi yang diusir oleh anak buah sang mafia tanah. Saya ditodong pistol suruh mundur tak boleh ikut campur," kata Jais.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Warga Tertimpa Longsor di Mamasa, 2 Tewas, 1 Selamat

3 Warga Tertimpa Longsor di Mamasa, 2 Tewas, 1 Selamat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Uang Rp 654 Juta di Rekening Milik Anggota DPRD Raib | Warga Tewas Terlilit Ular Piton

[POPULER NUSANTARA] Uang Rp 654 Juta di Rekening Milik Anggota DPRD Raib | Warga Tewas Terlilit Ular Piton

Regional
Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 4 Februari 2023: Siang hingga Malam Hujan

Prakiraan Cuaca di Yogyakarta Hari Ini, 4 Februari 2023: Siang hingga Malam Hujan

Regional
Perjuangan Ibu di Manggarai Timur Hidupi 4 Anaknya, Sang Suami Alami Gangguan Jiwa

Perjuangan Ibu di Manggarai Timur Hidupi 4 Anaknya, Sang Suami Alami Gangguan Jiwa

Regional
Menerka Keseriusan Kaesang Pangarep Terjun ke Dunia Politik...

Menerka Keseriusan Kaesang Pangarep Terjun ke Dunia Politik...

Regional
Cak Imin Usul Gubernur Dihapus, FX Rudy Beri Sindiran: Belum Pernah Jadi Gubernur Soalnya

Cak Imin Usul Gubernur Dihapus, FX Rudy Beri Sindiran: Belum Pernah Jadi Gubernur Soalnya

Regional
Gelapkan Dana Nasabah Rp 400 Juta, Mantan Karyawan Koperasi di TTU Jadi Tersangka

Gelapkan Dana Nasabah Rp 400 Juta, Mantan Karyawan Koperasi di TTU Jadi Tersangka

Regional
Curi Ponsel Warga yang Tertidur Usai Karaoke, Pria di Sumbawa Ditangkap Polisi

Curi Ponsel Warga yang Tertidur Usai Karaoke, Pria di Sumbawa Ditangkap Polisi

Regional
Viral Video Buruh Tidak Dibayar Uang Lembur, Ganjar Terjunkan Tim untuk Mediasi ke Grobogan

Viral Video Buruh Tidak Dibayar Uang Lembur, Ganjar Terjunkan Tim untuk Mediasi ke Grobogan

Regional
Peringati Hari BUMDesa, Mendes Halim Promosikan Produk Olahan Kepulauan Riau

Peringati Hari BUMDesa, Mendes Halim Promosikan Produk Olahan Kepulauan Riau

Regional
Buruh Pabrik di Grobogan dan Bosnya dari India Dimediasi, Begini Hasilnya

Buruh Pabrik di Grobogan dan Bosnya dari India Dimediasi, Begini Hasilnya

Regional
Logo TNI Kembali Terpasang di Kantor Pemkot, Wali Kota Magelang Berencana Temui Panglima TNI

Logo TNI Kembali Terpasang di Kantor Pemkot, Wali Kota Magelang Berencana Temui Panglima TNI

Regional
Warga Solo Bisa Ajukan Keringanan Pembayaran PBB, Begini Caranya

Warga Solo Bisa Ajukan Keringanan Pembayaran PBB, Begini Caranya

Regional
Pantai Tirtayasa di Bandar Lampung: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Aktivitas

Pantai Tirtayasa di Bandar Lampung: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Aktivitas

Regional
Banjir Bandang Terjang 2 Desa di Sumbawa, 2 Rumah Hanyut

Banjir Bandang Terjang 2 Desa di Sumbawa, 2 Rumah Hanyut

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.