Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Monumen Bajra Sandhi: Daya Tarik, Arsitektur, dan Harga Tiket

Kompas.com - 22/09/2022, 21:25 WIB
Dini Daniswari

Editor

KOMPAS.com - Monumen Bajra Sandhi terletak di Niti Mandala, Renon, Denpasar, Bali.

Monumen Bajra Sandi juga  dikenal sebagai Monumen Perjuangan Rakyat Bali.

Tempat wisata sejarah ini merekam peristiwa penting sejarah rakyat Bali, mulai pra sejarah hingga kemerdekaan Indonesia.

Selain menjadi tempat sejarah, kawasan monumen yang berada di tengah kota ini ramai dikunjungi warga dan wisata sekedar melakukan aktivitas santai, seperti jalan-jalan, berkumpul, maupun olah raga.

Monumen Bajra Sandhi

Daya Tarik Monumen Bajra Sandhi

Kawasan Monumen Bajra Sandhi memiliki luas 13,8 hektar dengan luas bangunan 4.900 meter persegi.

Lokasi monumen sebuah taman kota yang memiliki lapangan luas penuh pepohonan.

Monumen Bajra Sandhi dibangun untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Monumen Bajra Sandhi memiliki koleksi sebanyak 33 diorama, foto, dan lukisan.

Baca juga: Monumen Bajra Sandhi: Merawat Ingatan Perjuangan Kemerdekaan RI di Bali

Dalam diorama tersebut berisikan sejarah kehidupan orang Bali selama empat generasi.

Diorama berukuran 2x3 tersebut menceritakan secara berurutan kehidupan orang Bali dari masa pra sejarah, masa Bali kuno, masa Bali madya, dan masa Bali tengah memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan.

Bali merupakan salah satu basis perjuangan melawan penjajah Belanda.

Hal ini terungkap melalui sejumlah pelawanan yang terjadi di Bali, seperti Perang Jagaraga (1848-1849), Perang Kusamba (1849), Perlawanan Rakyat Banjar (1868), Perang Puputan Badung (1906), serta Puputan Klungkung (1908).

Selain itu, adanya Perang Puputan Margarana di Desa Marga, Tabanan yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai beserta Laskar Ciung wanara merupakan perang habis-habisan untuk melawan Belanda pada tahun 1946.

Monumen Bajra Sandhi dibangun untuk mengingatkan sejarah dan menghormati pahlawan yang telah mempertaruhkan nyawa.

Monumen Bajra Sandhi di Renon, Denpasar, Bali. Dok. Kemenparekraf Monumen Bajra Sandhi di Renon, Denpasar, Bali.

Arsitektur Monumen Bajra Sandhi

Monumen merupakan rancangan oleh arsitek Ida Gede, pada tahun 1981. Kemudian, monumen mulai dibangun pada tahun 1987.

Dinding-dinding monumen dibuat dengan sistem tulang beton cor yang dilapisi dengan batuan andesit (lahar) supaya tahan terhadap guncangan.

Baca juga: Merasakan Diorama Bali Pra Sejarah di Monumen Bajra Sandhi

Penamaan Bajra Sandhi karena bentuk monumen menyerupai lonceng para pendeta Hindu.

Bajra berarti genta atau lonceng besar, yang pada bagian atasnya terdapat periuk (kumba) yang melambangkan Guci Amerta.

Genta yang menjulang di bagian atas monumen dimaknai sebagai lambang perjumpaan lingga, sebagai sisi maskulin, dan yoni, sisi feminin.

Lingga menjadi bangunan utama, sedangkan yoni merupakan bangunan dasar.

Dalam falsafah Hindu, simbol pertemuan purusa (pria) dan radana (perempuan) akan memberikan kesejahteraan bagi kehidupan manusia.

Bangunan monumen juga dilandasi oleh kisah pemutaran Mandara Giri dengan sumber Kitab Adi Parwa, kisah pertama dalam epos Mahabarata.

Melalui kisah Gunung Mandara, para pencetus Monumen Bajra Sandhi berpesan kepada generasi muda bahwa keberhasilan hanya dapat dicapai dengan kerja keras, ketekunan, keuletan, dan gotong royong.

Bangunan yang berbentuk segi delapan melambangkan kekuasaan Tuhan Yang Maha esa.

Selain itu, monumen memiliki anak tangga di depan pintu berjumlah 17, kemudian 8 tiang agung di dalam gedung monumen, dan tinggi monumen 45 meter.

Angka tersebut merujuk pada hasil perjuangan rakyat Indonesia berupa kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Baca juga: Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Denpasar, Ada Monumen Bajra Sandhi

Secara horisontal, monumen berbentuk bujur sangkar yang mengacu pada konsep Tri Mandala. Pertama, Nista Mandala berupa pelataran luar yang mengelilingi monumen.

Kedua, Madia Mandala berupa pelataran yang dikelilingi oleh pagar bangunan dilengkapi pintu gerbang. Ketiga, Utama Mandala berupa inti bangunan yang dikelilingi oleh telaga.

Wisatawan mengunjungi Monumen Bajra Sandhi, di Renon, Denpasar, Bali, Selasa (5/5/2015). TRIBUN BALI/ADY SUCIPTO Wisatawan mengunjungi Monumen Bajra Sandhi, di Renon, Denpasar, Bali, Selasa (5/5/2015).

Secara vertikal, bangunan mengambil konsep Tri Angga. Pertama, Nistaining Utama Mandala adalah lantai gedung monumen terbawah.

Kedua, Madianing Utama Mandala adalah lantai k berisi 33 diorama. Ketiga, Utamaning Utama Mandala berupa lantai teratas dimana wisatawan dapat melihat Kota Denpasar.

 

Harga Tiket Monumen Bajra Sandhi

Untuk menikmati sejarah Bali ini, pengunjug akan dikenai tarif tiket sebesar Rp 2.000 sampai Rp 10.000.

Baca juga: 25.256 Wisatawan Kunjungi Monumen Bajra Sandhi

Jam Buka Monumen Bajra Sandhi

Monumen Bajra Sandhi buka mulai pukul 08.00-18.00 WITA.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati monumen dapat menyesuaikan dengan jam buka.

Rute Monumen Bajra Sandhi

Monumen Bajra Sandhi terletak di Jalan Raya Puputan Nomor 142, Denpasar, Bali.

Lokasi monumen yang berada di tengah kota menjadikan kawasan ini mudah dijangkau dengan transportasi umum maupun kendaran pribadi.

Jika pengunjung datang dari kawasan Kuta, waktu tempuh perjalanan sekitar 30 menit melalui Jalan Imam Bonjol.

Monumen Bajra Sandhi merupakan salah satu destinasi wisata selain wisata alam yang terdapat di Bali. 

Sumber:

bali.antaranews.com

student-activity.binus.ac.id

bali.tribunnews.com

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

8 Alat Musik Tradisional Sumatera Barat dan Cara Memainkannya

8 Alat Musik Tradisional Sumatera Barat dan Cara Memainkannya

Regional
Trauma, Gadis Pemohon KTP Korban Pelecehan Seksual di Nunukan Menangis Saat Diperiksa

Trauma, Gadis Pemohon KTP Korban Pelecehan Seksual di Nunukan Menangis Saat Diperiksa

Regional
PKB-Gerindra Jajaki Koalisi untuk Pilkada Jateng, Gus Yusuf: Cinta Lama Bersemi Kembali

PKB-Gerindra Jajaki Koalisi untuk Pilkada Jateng, Gus Yusuf: Cinta Lama Bersemi Kembali

Regional
Sempat Jadi Bupati Karanganyar Selama 26 Hari, Rober Christanto Maju Lagi di Pilkada

Sempat Jadi Bupati Karanganyar Selama 26 Hari, Rober Christanto Maju Lagi di Pilkada

Regional
Antisipasi Banjir, Mbak Ita Instruksikan Pembersihan dan Pembongkaran PJM Tanpa Izin di Wolter Monginsidi

Antisipasi Banjir, Mbak Ita Instruksikan Pembersihan dan Pembongkaran PJM Tanpa Izin di Wolter Monginsidi

Regional
Soal Wacana DPA Dihidupkan Kembali, Mahfud MD Sebut Berlebihan

Soal Wacana DPA Dihidupkan Kembali, Mahfud MD Sebut Berlebihan

Regional
Baliho Bakal Cawalkot Solo Mulai Bermunculan, Bawaslu: Belum Melanggar

Baliho Bakal Cawalkot Solo Mulai Bermunculan, Bawaslu: Belum Melanggar

Regional
Ayah di Mataram Lecehkan Anak Kandung 12 Tahun, Berdalih Mabuk sehingga Tak Sadar

Ayah di Mataram Lecehkan Anak Kandung 12 Tahun, Berdalih Mabuk sehingga Tak Sadar

Regional
Jembatan Penghubung Desa di Kepulauan Meranti Ambruk

Jembatan Penghubung Desa di Kepulauan Meranti Ambruk

Regional
Universitas Andalas Buka Seleksi Mandiri, Bisa lewat Jalur Tahfiz atau Difabel

Universitas Andalas Buka Seleksi Mandiri, Bisa lewat Jalur Tahfiz atau Difabel

Regional
Pemkab Bandung Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut dari BPK RI

Pemkab Bandung Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut dari BPK RI

Regional
Berikan Pelayanan Publik Prima, Pemkab HST Terima Apresiasi dari Gubernur Kalsel

Berikan Pelayanan Publik Prima, Pemkab HST Terima Apresiasi dari Gubernur Kalsel

Regional
Penculik Balita di Bima Ditangkap di Dompu, Korban dalam Kondisi Selamat

Penculik Balita di Bima Ditangkap di Dompu, Korban dalam Kondisi Selamat

Regional
Candi Ngawen di Magelang: Arsitektur, Relief, dan Wisata

Candi Ngawen di Magelang: Arsitektur, Relief, dan Wisata

Regional
Pria di Magelang Perkosa Adik Ipar, Korban Diancam jika Lapor

Pria di Magelang Perkosa Adik Ipar, Korban Diancam jika Lapor

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com