Kompas.com - 22/09/2022, 21:02 WIB

MANOKWARI, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat menghentikan penyelidikan perkara dugaan korupsi anggaran hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat. Sebab, penyidik tidak menemukan bukti yang kuat terkait dugaan korupsi itu.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Juniman Hutagaol di Manokwari, Kamis (22/9/2022). Menurutnya, penghentian penanganan perkara tersebut karena penyidik tidak menemukan bukti yang kuat.

"Memang dilakukan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan), kita tidak menemukan adanya indikasi pelanggaran hukum," kata Juniman.

Baca juga: DPW PPP Papua Barat Tegaskan Tetap Solid di Tengah Pergantian Ketua DPP

Juniman menjelaskan, KONI Papua Barat mendapat kucuran dana hibah sekitar Rp 67 miliar. Anggaran itu dikucurkan dalam rangka operasional menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua pada tahun lalu.

"Dari hasil pulbaket, kaitan dengan PON terdapat 34 cabang olahraga (cabor), namun KONI Papua Barat hanya mengirim 29 cabor dan semua itu sudah disalurkan," jelasnya.

Baca juga: Pemerintah-DPR Setuju RUU Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya Dibawa ke Paripurna

Sementara itu, pemerintah masih berkewajiban untuk membayar bonus para atlet peraih medali. Sebab, anggaran Rp 67 miliar itu belum termasuk pemberian bonus kepada para atlet peraih medali PON.

"Sehingga Pemda masih berkewajiban untuk membayar bonus kepada atlet," terangnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Moetiah, Anggota Gerwani yang Minta Berdoa dan Qiroah Sebelum Dieksekusi di Tengah Hutan Plumbon Semarang

Kisah Moetiah, Anggota Gerwani yang Minta Berdoa dan Qiroah Sebelum Dieksekusi di Tengah Hutan Plumbon Semarang

Regional
Cerita Aipda Sopyan Sisihkan Gaji untuk Dirikan Sekolah bagi Anak Tak Mampu

Cerita Aipda Sopyan Sisihkan Gaji untuk Dirikan Sekolah bagi Anak Tak Mampu

Regional
Didesak Buat Aturan Larangan Perdagangan Daging Anjing, Gibran: 'Ojo Kesusu'

Didesak Buat Aturan Larangan Perdagangan Daging Anjing, Gibran: "Ojo Kesusu"

Regional
Perjalanan Kasus Anggota DPRD Medan Dipecat gara-gara Video Vulgar, Berawal dari Kenalan dengan Pria di Facebook

Perjalanan Kasus Anggota DPRD Medan Dipecat gara-gara Video Vulgar, Berawal dari Kenalan dengan Pria di Facebook

Regional
Ayah dan Anak Dibacok Maling di Pematangsiantar, Korban Butuh Biaya Operasi

Ayah dan Anak Dibacok Maling di Pematangsiantar, Korban Butuh Biaya Operasi

Regional
PKS Solo Kirim Aspirasi Dukungan Anies Baswedan Jadi Capres 2024

PKS Solo Kirim Aspirasi Dukungan Anies Baswedan Jadi Capres 2024

Regional
Penjual BBM di Tarakan Terkena Peluru Nyasar Polisi, Kapolda Kaltara Minta Maaf

Penjual BBM di Tarakan Terkena Peluru Nyasar Polisi, Kapolda Kaltara Minta Maaf

Regional
Dilarang Isi BBM Subsidi, Tronton Peti Kemas di Pelabuhan Baai Bengkulu Mogok Kerja

Dilarang Isi BBM Subsidi, Tronton Peti Kemas di Pelabuhan Baai Bengkulu Mogok Kerja

Regional
Mantan Wali Kota Ambon Disebut Terima Suap hingga Rp 11,2 Miliar

Mantan Wali Kota Ambon Disebut Terima Suap hingga Rp 11,2 Miliar

Regional
Tabrak Bocah SD di Minahasa, Mobil Rombongan DPRD Solo Diamuk Massa

Tabrak Bocah SD di Minahasa, Mobil Rombongan DPRD Solo Diamuk Massa

Regional
Ditanya KPK Soal PMB Mandiri, Dekan FEB Unila: Fakultas Ekonomi Putuskan Tidak Terima Jalur Mandiri Tahun Ini

Ditanya KPK Soal PMB Mandiri, Dekan FEB Unila: Fakultas Ekonomi Putuskan Tidak Terima Jalur Mandiri Tahun Ini

Regional
Pukul Perempuan di SPBU, Gerindra Pastikan Syukri Zen Lengser sebagai Anggota DPRD Palembang

Pukul Perempuan di SPBU, Gerindra Pastikan Syukri Zen Lengser sebagai Anggota DPRD Palembang

Regional
Selama 10 Tahun Petugas 'Cleaning Service' SPBU Curi BBM, Tiap Malam Masukkan Bio Solar ke Jeriken

Selama 10 Tahun Petugas "Cleaning Service" SPBU Curi BBM, Tiap Malam Masukkan Bio Solar ke Jeriken

Regional
Perajin asal Tuntang Ketiban Rezeki Usai Pameran di Madrid, 2.000 Sandal Eceng Gondok Dipesan Pasar Eropa

Perajin asal Tuntang Ketiban Rezeki Usai Pameran di Madrid, 2.000 Sandal Eceng Gondok Dipesan Pasar Eropa

Regional
Hukuman Anak Alex Noerdin Dikurangi 2 Tahun Usai Menang Banding, KPK Ajukan Kasasi ke MA

Hukuman Anak Alex Noerdin Dikurangi 2 Tahun Usai Menang Banding, KPK Ajukan Kasasi ke MA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.