Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Pemerkosa Anak Keterbelakangan Mental di Banyumas Rayu Korban dengan Uang Rp 10.000 hingga Rp 50.000

Kompas.com - 21/09/2022, 14:24 WIB

BANYUMAS, KOMPAS.com - Delapan terduga pelaku pemerkosaan terhadap anak keterbalakangan mental di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, merayu korban dengan memberikan sejumlah uang.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Agus Supriadi mengungkapkan, para pelaku memberi uang kepada korban antara Rp 10.000 sampai Rp 50.000.

Baca juga: 8 Pemerkosa Anak Keterbalakangan Mental di Banyumas Ditangkap Polisi, Sebagian Pelaku Sudah Lansia

"Modus yang digunakan para pelaku yaitu dengan cara merayu korban dengan memberikan imbalan uang, kemudian melakukan persetubuhan. Uang yang diberikan bervariasi mulai Rp 10.000 sampai Rp 50.000," kata Agus kepada wartawan, Rabu (21/9/2022).

Perbuatan tersebut, kata Agus, dilakukan para pelaku dengan waktu dan tempat berbeda-beda sejak tahun 2021 lalu. Masing-masing pelaku memerkosa korban lebih dari satu kali.

"Sudah beberapa kali, di beberapa tempat, tidak bersama-sama. TKP-nya ada di rumah pelaku, ada yang dibawa ke tempat lain yang tidak jauh dari rumah korban," jelas Agus.

Menurut Agus, para pelaku memanfaatkan kondisi korban yang mengalami keterbelakangan mental, sehingga dengan mudah melakukan perbuatan bejatnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap delapan terduga pelaku pemerkosaan anak yang mengalami keterbelakangan mental di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Mirisnya, sebagian pelaku merupakan orang yang telah lanjut usia (lansia). Peristiwa pemerkosaan tersebut terjadi kurang lebih selama setahun, yaitu sejak tahun 2021 hingga pertengahan bulan Juli 2022 lalu.

Pemerkosaan terhadap anak yang mengalami keterbelakangan mental itu terbongkar setelah korban hamil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lakukan Aborsi di Kamar Hotel, Perempuan Muda Meninggal Dunia

Lakukan Aborsi di Kamar Hotel, Perempuan Muda Meninggal Dunia

Regional
Polda Sumsel Buru Polisi Gadungan Tipu Wanita dengan Modus Video Call, Bujuk Korban Buka Baju

Polda Sumsel Buru Polisi Gadungan Tipu Wanita dengan Modus Video Call, Bujuk Korban Buka Baju

Regional
Mantan Suami Norma Risma Ternyata Sudah Cabut Aduan Pencemaran Nama Baik

Mantan Suami Norma Risma Ternyata Sudah Cabut Aduan Pencemaran Nama Baik

Regional
Sekjen PDI-P Hasto Jelaskan soal Politik Dinasti, Ini Katanya...

Sekjen PDI-P Hasto Jelaskan soal Politik Dinasti, Ini Katanya...

Regional
Sejarah Singkat Berdirinya Nahdlatul Ulama (NU): Latar Belakang, Tokoh, dan Tujuannya

Sejarah Singkat Berdirinya Nahdlatul Ulama (NU): Latar Belakang, Tokoh, dan Tujuannya

Regional
Sejumlah Anak di Pati Dirawat di Bangsal Kejiwaan akibat Keranjingan 'Game' dan Konten Porno

Sejumlah Anak di Pati Dirawat di Bangsal Kejiwaan akibat Keranjingan "Game" dan Konten Porno

Regional
Proyek Jalan Raya di Padang Dinilai Asal Jadi, Dinas PUPR Buka Suara

Proyek Jalan Raya di Padang Dinilai Asal Jadi, Dinas PUPR Buka Suara

Regional
Pendaki Wanita Tewas di Gunung Lawu: Proses Evakuasi Terkendala Cuaca

Pendaki Wanita Tewas di Gunung Lawu: Proses Evakuasi Terkendala Cuaca

Regional
Jual Motor Hasil Curian di Facebook, 2 Pemuda di Ende Ditangkap

Jual Motor Hasil Curian di Facebook, 2 Pemuda di Ende Ditangkap

Regional
Muncul Wacana Kaesang 'Dijodohkan' dengan Rheo Fernandes Anak Ketua PDI-P Solo FX Rudy, Gibran: Bagus

Muncul Wacana Kaesang "Dijodohkan" dengan Rheo Fernandes Anak Ketua PDI-P Solo FX Rudy, Gibran: Bagus

Regional
Komplotan Pengganjal Mesin ATM di Pemalang Tepergok Satpam dan Warga, Sudah Beraksi 3 Kali

Komplotan Pengganjal Mesin ATM di Pemalang Tepergok Satpam dan Warga, Sudah Beraksi 3 Kali

Regional
Dipicu Masalah Tambang Ilegal, Warga Cegat Iring-iringan Bupati Pasaman Barat

Dipicu Masalah Tambang Ilegal, Warga Cegat Iring-iringan Bupati Pasaman Barat

Regional
Kasus Warga Ogan Ilir Tewas Usai Ditangkap Polisi, Dituduh Curi Kambing hingga Melawan Petugas

Kasus Warga Ogan Ilir Tewas Usai Ditangkap Polisi, Dituduh Curi Kambing hingga Melawan Petugas

Regional
Usai Megawati Lewat di Karpet Merah, Kader PDI-P di Semarang Berebut Foto

Usai Megawati Lewat di Karpet Merah, Kader PDI-P di Semarang Berebut Foto

Regional
Buntut Warga Ditembak Polisi Pengaman Perusahaan, Pabrik Sawit Habis Dibakar Massa

Buntut Warga Ditembak Polisi Pengaman Perusahaan, Pabrik Sawit Habis Dibakar Massa

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.