Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Periksa 25 Saksi, Polisi Sebut Kasus Pembunuhan Pegawai Bapenda Tergolong Rapi

Kompas.com - 19/09/2022, 13:34 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Polda Jawa Tengah (Jateng) telah memeriksa 25 saksi untuk mendalami kasus pembunuhan dengan korban pegawai Bapenda Kota Semarang, Iwan Boedi Prasetijo.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, sudah ada 25 saksi yang telah diperiksa oleh tim gabungan untuk pendalaman.

"Sampai hari ini ada 25 orang yang telah diperiksa oleh tim gabungan," kata Iqbal, saat ditemui di Mapolda Jateng, pada Senin (19/9/2022).

Baca juga: Ungkap Percakapan Terakhir dengan PNS Bapenda Semarang yang Tewas Terbakar, Polisi: Dia Bilang Akan Bertanggung Jawab

Adapun latar belakang saksi yang diperiksa berbeda-beda mulai dari keluarga korban, warga yang ada di lokasi dan rekan kerja Iwan Boedi di Bapenda Semarang.

"Semuanya sekarang kami pertajam," ujar dia.

Dia mengatakan, kasus pembunuhan dengan korban pegawai Bapenda Kota Semarang itu tergolong rapi.

Pihaknya juga belum bisa menyimpulkan soal penemuan sejumlah pisau di lokasi pembunuhan.

"Pembakaran yang 100 persen karena beneran tinggal tulang. Termasuk rapi," ujar dia.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 7 Februari 2023

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 7 Februari 2023

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 7 Februari 2023

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 7 Februari 2023

Regional
'Separuh Usiaku Mengabdi sebagai Honorer di Papua Barat'

"Separuh Usiaku Mengabdi sebagai Honorer di Papua Barat"

Regional
Kapolda Papua: Pilot Susi Air dan 15 Pekerja Dibawa Keluar dari Distrik Paro, Nduga

Kapolda Papua: Pilot Susi Air dan 15 Pekerja Dibawa Keluar dari Distrik Paro, Nduga

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 7 Februari 2023

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 7 Februari 2023

Regional
Panik Dengar KPK OTT Karomani, Rektor Untirta Minta Istri Kembalikan Titipan Rp 150 Juta

Panik Dengar KPK OTT Karomani, Rektor Untirta Minta Istri Kembalikan Titipan Rp 150 Juta

Regional
Sederet Fakta Pesawat Susi Air Dibakar KKB di Paro Nduga, Kondisi Pilot hingga Sempat Hilang Kontak

Sederet Fakta Pesawat Susi Air Dibakar KKB di Paro Nduga, Kondisi Pilot hingga Sempat Hilang Kontak

Regional
Ibu di Madiun Tega Bakar Bayi yang Baru Dilahirkan

Ibu di Madiun Tega Bakar Bayi yang Baru Dilahirkan

Regional
Singgah di Sekolah karena Hujan dan Motor Mogok, Siswi Disetubuhi Kepala Sekolah di Ruang Kantornya

Singgah di Sekolah karena Hujan dan Motor Mogok, Siswi Disetubuhi Kepala Sekolah di Ruang Kantornya

Regional
Pria di Baubau Terekam CCTV Saat Mencuri HP di Tempat Servis

Pria di Baubau Terekam CCTV Saat Mencuri HP di Tempat Servis

Regional
Tak Hanya Bereskan Kasus Buruh Viral di Grobogan, Disnaker Jateng Tangani 41 Aduan di Awal 2023

Tak Hanya Bereskan Kasus Buruh Viral di Grobogan, Disnaker Jateng Tangani 41 Aduan di Awal 2023

Regional
Hendak Culik Siswa SD, Seorang Pria di Jayapura Ditangkap

Hendak Culik Siswa SD, Seorang Pria di Jayapura Ditangkap

Regional
Gunung Karangetang Alami Peningkatan Guguran Lava

Gunung Karangetang Alami Peningkatan Guguran Lava

Regional
Menikmati Es Pankuk Legendaris yang Berdiri Sejak 1950 di Kota Semarang

Menikmati Es Pankuk Legendaris yang Berdiri Sejak 1950 di Kota Semarang

Regional
Update Kapal Ikan Hilang Kontak di Perairan Cilacap, 1 ABK Ditemukan Tewas

Update Kapal Ikan Hilang Kontak di Perairan Cilacap, 1 ABK Ditemukan Tewas

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.