Kompas.com - 18/09/2022, 10:07 WIB

PINRANG, KOMPAS.com -- Setalah Videonya viral memukul seorang perempuan paruh baya di Desa Waetuoe, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, oknum polisi Aipda S hanya ditahan 5 hari.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan pemanggilan saksi-saksi kita menahan pelaku selama 5 hari untuk memberi efek jera," ujar Kapolres Pinrang, Sulawesi Selatan, AKBP Mohammad Roni Mustofa, Minggu (18/09/2022).

Menurut Roni, pelaku Aipda Supirman dan korban yang merupakan keluarga sendiri, telah bersepakat berdamai ditunjukkan dengan bukti surat perjanjian damai yang ditandatangani kedua belah pihak di atas materai.

Baca juga: Viral Video Oknum Polisi Aniaya Perempuan Paruh Baya di Pinrang, Kapolres Sebut Sudah Berdamai

"Kedua belah pihak telah bersepakat berdamai ditandai dengan surat perjanjian kesepatakan," tutur Roni.

Sebelumnya, video pemukulan oknum polisi Aipda Supirman viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 1 menit 27 detik, seorang pria diduga anggota polisi bertugas di wilayah Polres Pinrang, Sulawesi Selatan, mengancam akan membunuh seorang perempuan berjilbab hijau, sambil memegang leher korban.

Baca juga: Aniaya Perempuan dan Viral di Media Sosial, Oknum Polisi di Pinrang Ditahan

"Kita tidak menerima laporan penganiayaan itu, namun kejadian itu kami ketahui di media sosial. Untuk itu kita segera melakukan tindakan," ungkap Roni. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sering Dikunjungi Jokowi, Wali Kota Klaim Pontianak Istimewa

Sering Dikunjungi Jokowi, Wali Kota Klaim Pontianak Istimewa

Regional
Wapres Ma'ruf Amin: Saya Harap Kopi Papua Ini Menjadi Kopi yang Mendunia

Wapres Ma'ruf Amin: Saya Harap Kopi Papua Ini Menjadi Kopi yang Mendunia

Regional
Sambil Tertawa, Jokowi Jawab Soal Rambut Putih: Ditafsirkan Apa Pun Silakan

Sambil Tertawa, Jokowi Jawab Soal Rambut Putih: Ditafsirkan Apa Pun Silakan

Regional
Iriana Jokowi Datangi Pura Mangkunegaran Ditemani Kahiyang dan Selvi Ananda, Cek 'Venue' dan 'Food Test'

Iriana Jokowi Datangi Pura Mangkunegaran Ditemani Kahiyang dan Selvi Ananda, Cek "Venue" dan "Food Test"

Regional
Pria di Buleleng Meninggal dengan Status Suspek Rabies

Pria di Buleleng Meninggal dengan Status Suspek Rabies

Regional
Jadi Buron Selama 11 Bulan, Pria Pemerkosa Remaja Putri di Kupang Ditangkap

Jadi Buron Selama 11 Bulan, Pria Pemerkosa Remaja Putri di Kupang Ditangkap

Regional
Jokowi Minta Tak Ada Gesekan dan Adu Domba di Tahun Politik

Jokowi Minta Tak Ada Gesekan dan Adu Domba di Tahun Politik

Regional
Jokowi Hadiri Temu Akbar Pasukan Merah di Pontianak, Serukan Isu Keberagaman

Jokowi Hadiri Temu Akbar Pasukan Merah di Pontianak, Serukan Isu Keberagaman

Regional
Presiden Jokowi: Kita Akan Bangun IKN, Dukungan Masyarakat Dayak Sangat Dibutuhkan

Presiden Jokowi: Kita Akan Bangun IKN, Dukungan Masyarakat Dayak Sangat Dibutuhkan

Regional
Jasad Briptu Lasminto, Kopilot Helikopter Polri yang Jatuh Ditemukan

Jasad Briptu Lasminto, Kopilot Helikopter Polri yang Jatuh Ditemukan

Regional
Gudang Solar Oplosan di Palembang Digerebek, 4 Pelaku Tertangkap

Gudang Solar Oplosan di Palembang Digerebek, 4 Pelaku Tertangkap

Regional
Aniaya Pencuri Pelat Besi hingga Tewas, 4 Sekuriti di Batam Jadi Tersangka

Aniaya Pencuri Pelat Besi hingga Tewas, 4 Sekuriti di Batam Jadi Tersangka

Regional
Diteriaki 'Ganjar Presiden' oleh Kepala Desa, Ganjar: Tolong Volumenya Dikecilkan Dulu

Diteriaki "Ganjar Presiden" oleh Kepala Desa, Ganjar: Tolong Volumenya Dikecilkan Dulu

Regional
Cari 3 Awak Helikopter Polri yang Masih Hilang, KRI Spica Dikerahkan ke Babel

Cari 3 Awak Helikopter Polri yang Masih Hilang, KRI Spica Dikerahkan ke Babel

Regional
Banjir Bandang Rendam 30 Rumah di Bima, BPBD Soroti Alih Fungsi Lahan

Banjir Bandang Rendam 30 Rumah di Bima, BPBD Soroti Alih Fungsi Lahan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.