Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bantuan Rp 600.000 Tak Cukup Tambal Harga BBM, Buruh Jateng Minta Upah Dinaikkan

Kompas.com - 15/09/2022, 18:29 WIB
Titis Anis Fauziyah,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com - Ratusan buruh di Jawa Tengah yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Jateng, Kamis (15/9/2022).

Para buruh menilai Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp 600.000 yang satu kali yang disalurkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan hanyalah solusi singkat. Namun sejatinya tak menyelesaikan permasalahan.

“Ini solusi jangka pendek dan tidak menyelesaikan masalah,” tegas Nanang Setyono, Ketua KSPI Jateng kepada KOMPAS.com saat unjuk rasa berlangsung pukul 11.00 WIB.

Baca juga: Temui Massa Buruh, Wakil Ketua DPRD Depok Janji Sampaikan Tuntutan Naikkan UMK ke Wali Kota

Keputusan pemerintah pusat menaikkan harga BBM di saat kondisi penduduk belum pulih pasca pandemi Covid-19 sangat tidak bijak.khususnya masyarakat kecil masih terbebani sederet kenaikan harga pokok setelahnya.

“Ini belum menutup kebutuhan hidup buruh yang akan berlangsung lama dan harus menanggung kenaikan harga,” katanya.

Kondisi dampak kenaikan BBM terhadap buruh berbanding terbalik dengan kenaikan upah Jateng pada 2022, yang hanya 0,78 persen.

“Ini jelas tidak sesuai untuk kebutuhan hidup yang layak untuk 2022,” imbuhnya.

Oleh karena itu pihaknya meminta penyesuaian upah atau pembatalan kenaikan harga BBM demi kelangsungan hidup layak para buruh. Mereka mengeluhkan beban ganda upah rendah dan harga kebutuhan yang meroket.

FKSPN juga meminta pemerintah RI untuk mencabut peraturan pemerintah (PP) Nomor 36 tentang Pengupahan karena tidak relevan untuk menjadi dasar penentuan upah inimum setiap tahunnya.

“Pemerintah terlalu memaksakan kehendaknya dengan menerbitkan kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat dan tak mengerti sedikit pun tentang kebutuhan hidup buruh yang terus bertambah,” tambah Nanang.

Mereka meminta agar Menteri Ketenagakerjaa RI dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo segera mencari terobosan dalam penyesuaian upah.

Lalu menunjukkan keberpihakan dengan memperbaiki sistem pengupahan untuk melindungi dan menyejahterakan kaum buruh di Indonesia.

Baca juga: Massa Buruh Terkejut Saat Tiba di Gedung DPRD Depok: Bisa-bisanya Tempat Aksi Jadi Parkiran...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Terkini Lainnya

Jatuh Sakit Usai Diancam saat Pembakaran Kotak Suara, Ketua KPPS di Bima Meninggal Jelang PSU

Jatuh Sakit Usai Diancam saat Pembakaran Kotak Suara, Ketua KPPS di Bima Meninggal Jelang PSU

Regional
Tinjau PSU di Manokwari, Kapolda Papua Barat Interaksi dengan Pemilih di TPS

Tinjau PSU di Manokwari, Kapolda Papua Barat Interaksi dengan Pemilih di TPS

Regional
2 Anggota KPPS di Indragiri Hulu Riau Meninggal Usai Pencoblosan

2 Anggota KPPS di Indragiri Hulu Riau Meninggal Usai Pencoblosan

Regional
1 Pelaku Penganiayaan Anggota TNI hingga Meninggal di Keerom Ditangkap, 1 Buron

1 Pelaku Penganiayaan Anggota TNI hingga Meninggal di Keerom Ditangkap, 1 Buron

Regional
Museum Bengkulu di Bengkulu: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Museum Bengkulu di Bengkulu: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
Diguyur Hujan Lebat 3 Jam, Belasan Perumahan di Lampung Kebanjiran

Diguyur Hujan Lebat 3 Jam, Belasan Perumahan di Lampung Kebanjiran

Regional
2 Orang Pelaku Pembakaran 68 Kotak Suara di Bima Positif Narkoba

2 Orang Pelaku Pembakaran 68 Kotak Suara di Bima Positif Narkoba

Regional
Banjir Bandang dan Tanah Longsor Terjang Satu Desa di Sumbawa, Puluhan Rumah Terendam

Banjir Bandang dan Tanah Longsor Terjang Satu Desa di Sumbawa, Puluhan Rumah Terendam

Regional
Saat Perhitungan Suara, Warga Siram Bensin ke Kotak Suara di TPS 025 Sanggeng Manokwari

Saat Perhitungan Suara, Warga Siram Bensin ke Kotak Suara di TPS 025 Sanggeng Manokwari

Regional
Dikira Tenggelam di Irigrasi Brebes, Bocah Ini Malah Menonton Aksi Tim SAR

Dikira Tenggelam di Irigrasi Brebes, Bocah Ini Malah Menonton Aksi Tim SAR

Regional
Pemilu Susulan di Demak: Demi 'Nyoblos', Banjir Pun Diterobos

Pemilu Susulan di Demak: Demi "Nyoblos", Banjir Pun Diterobos

Regional
Cerita Disabilitas Netra Ikuti Pemungutan Suara Ulang di Sumbawa, Butuh 20 Menit di Bilik Suara

Cerita Disabilitas Netra Ikuti Pemungutan Suara Ulang di Sumbawa, Butuh 20 Menit di Bilik Suara

Regional
Perkosa 5 Bocah Perempuan, Seorang Pria di Ambon Ditangkap

Perkosa 5 Bocah Perempuan, Seorang Pria di Ambon Ditangkap

Regional
Demi Beli HP Baru, Cucu Rampok Emas dan Pukul Kepala Neneknya di Inhu Riau

Demi Beli HP Baru, Cucu Rampok Emas dan Pukul Kepala Neneknya di Inhu Riau

Regional
Buka Festival Cap Go Meh Singkawang, Sandiaga: Perkembengan Pariwisata Kalbar Luar Biasa

Buka Festival Cap Go Meh Singkawang, Sandiaga: Perkembengan Pariwisata Kalbar Luar Biasa

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com