Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Temukan Pisau yang Diduga Digunakan untuk Membunuh Mayat Terbakar di Semarang

Kompas.com - 14/09/2022, 20:13 WIB
Muchamad Dafi Yusuf,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com - Selain bagian tubuh korban, polisi juga menemukan sebuah pisau yang diduga milik pelaku pembunuhan di Kawasan Pantai Marina Semarang, Jawa Tengah.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar mengatakan, polisi menemukan pisau yang diduga menjadi alat kejahatan milik pelaku pembunuhan.

Baca juga: Moci, Anjing Kesayangan PNS Bapenda Semarang yang Hilang Dilibatkan Cari Bagian Tubuh Mayat Terbakar

"Sejak awal memang ditemukan pisau dan ini memang bagian dari alat kejahatan," jelasnya saat ditemui di lokasi mayat ditemukan, Rabu (14/9/2022).

Dengan pisau tersebut pelaku bisa menusuk, membunuh dan memotong bagian tubuh korban. Selanjutnya, pihaknya akan melakukan penyelidikan.

"Bisa untuk menusuk, membunuh, atau memotong itu nanti akan kita kembangkan dengan proses penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan melakukan pendalaman melalui tes sidik jari yang ada di pisau tersebut melalui proses forensik. Dia meyakini, pada pisau tersebut masih ada sidik jari milik pelaku.

"Untuk proses pengecekan sidik jari sedang dalam proses forensik. Sehingga dalam alat atau barang yang ditemukan ada sidik jari atau tidak, nanti akan kita sampaikan setelah kami menerima dari laboratorium forensik," imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Sardo Lumbantoruan menambahkan, personel gabungan yang dikerahkan melakukan pencarian berjumlah sekitar 100 personel.

Dia menjelaskan, untuk pengerahan kali ini dikhususkan untuk mencari barang bukti dan bagian tubuh korban yang digunakan oleh pelaku dan korban.

"Kita masih mencari bagian tubuh yang masih hilang," ujarnya.

Donny menambahkan, korban yang diduga merupakan pegawai Bapenda Semarang atas nama Iwan Budi Paulus dilaporkan hilang pada 25 Agustus 2022.

Baca juga: Bagian Tubuh Mayat Terbakar di Semarang Ditemukan Terpisah, Polisi Pastikan Korban Kejahatan

"Waktu informasi dari keluarga dari rumah pukul 6.30 WIB," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dia dapatkan terkakhir korban sempat berada di depan Akademi Kepolisian (Akpol) Kota Semarang dan SPBU Gajah Mungkur.

"Setelah itu dia kehilangan jejak," ujarnya.

Terkait dengan handphone korban, saat ini pihaknya masih dalam penyelidikan. Pada tanggal 24 Agustus handphone korban terdeteksi masih aktif.

"Namun harus kita buktikan lebih lanjut," imbuhnya.

Pantauan di lokasi, personel gabungan tersebut melakukan penyisiran mulai pukul 02.00 WIB hingga pukul 17.15 WIB.

Dari penyisiran tersebut polisi menemukan beberapa bagian tubuh korban yang diduga dibunuh.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Berpotensi Jadi Tersangka, Polisi Buru Sopir Bus ALS yang Tewaskan 1 Penumpang di Agam

Berpotensi Jadi Tersangka, Polisi Buru Sopir Bus ALS yang Tewaskan 1 Penumpang di Agam

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Sabtu 20 April 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Sabtu 20 April 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Sabtu 20 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Sabtu 20 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Sabtu 20 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Sabtu 20 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Regional
[POPULER NUSANTARA] Penemuan Kerangka Manusia di Gunung Slamet | Penipuan Katering Buka Puasa di Masjid Sheikh Zayed

[POPULER NUSANTARA] Penemuan Kerangka Manusia di Gunung Slamet | Penipuan Katering Buka Puasa di Masjid Sheikh Zayed

Regional
4.299 Hektare Sawah Gagal Panen Selama Banjir Demak, Produksi Beras Terancam Menurun Tahun Ini

4.299 Hektare Sawah Gagal Panen Selama Banjir Demak, Produksi Beras Terancam Menurun Tahun Ini

Regional
Curhat Korban Penipuan Katering Masjid Syeikh Zayed, Pelaku Orang Dekat dan Bingung Lunasi Utang

Curhat Korban Penipuan Katering Masjid Syeikh Zayed, Pelaku Orang Dekat dan Bingung Lunasi Utang

Regional
Imbas Erupsi Gunung Ruang, Bandara Sam Ratulangi Manado Ditutup hingga Besok

Imbas Erupsi Gunung Ruang, Bandara Sam Ratulangi Manado Ditutup hingga Besok

Regional
Calon Gubernur-Wagub Babel Jalur Perseorangan Harus Kumpulkan 106.443 Dukungan

Calon Gubernur-Wagub Babel Jalur Perseorangan Harus Kumpulkan 106.443 Dukungan

Regional
Keuchik Demo di Kantor Gubernur Aceh, Minta Masa Jabatannya Ikut Jadi 8 Tahun

Keuchik Demo di Kantor Gubernur Aceh, Minta Masa Jabatannya Ikut Jadi 8 Tahun

Regional
Hilang sejak Malam Takbiran, Wanita Ditemukan Tewas Tertutup Plastik di Sukoharjo

Hilang sejak Malam Takbiran, Wanita Ditemukan Tewas Tertutup Plastik di Sukoharjo

Regional
Diduga Janjikan Rp 200.000 kepada Pemilih, Caleg di Dumai Bakal Diadili

Diduga Janjikan Rp 200.000 kepada Pemilih, Caleg di Dumai Bakal Diadili

Regional
39 Perusahaan Belum Bayar THR Lebaran, Wali Kota Semarang: THR Kewajiban

39 Perusahaan Belum Bayar THR Lebaran, Wali Kota Semarang: THR Kewajiban

Regional
Gadaikan Motor Teman demi Kencan dengan Pacar, Pri di Sumbawa Dibekuk Polisi

Gadaikan Motor Teman demi Kencan dengan Pacar, Pri di Sumbawa Dibekuk Polisi

Regional
Digigit Anjing Tetangga, Warga Sikka Dilarikan ke Puskesmas

Digigit Anjing Tetangga, Warga Sikka Dilarikan ke Puskesmas

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com