Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Trauma Remaja di Sumbawa, "Video Call Sex" yang Berujung Pemerasan...

Kompas.com - 13/09/2022, 09:20 WIB

SUMBAWA, KOMPAS.com - M (16) seorang pelajar kelas dua salah satu SMA di Kabupaten Sumbawa masih murung.

Raut wajah nya kusut. Rentetan pemerasan dan kebohongan yang dilakukan sang pacar membuatnya trauma.

Ia sudah menyerahkan semuanya. Termasuk hal yang paling berharga dalam hidupnya. Mereka sudah berhubungan badan layaknya suami istri.

M berharap R akan menjadi suaminya kelak. Tapi ternyata semua dusta.

Ia tidak pernah menyangka. R (17) pacar yang begitu dicintai tega menyakiti dan membuatnya malu.

Baca juga: Sebulan Ferdy Sambo Tersangka: Mencuatnya Dugaan Obstruction of Justice hingga Pelecehan Putri Candrawathi

R menuduh M selingkuh. Lalu mengancam.  

Suatu siang, M mendapatkan pesan ancaman dari R. Jika, ia tidak memberikan sejumlah uang maka video dan foto kencan akan disebar. Ancaman itu ia terima sejak awal 2022. 

M menuruti kemauan R. Ia memberikan sejumlah uang yang diminta. R meminta uang bukan hanya sekali. Ia sudah sering melakukan itu.

Hingga M capek. Semua uangnya habis. Ia tidak mau lagi mengabulkan permintaan R.

R yang kesal kemudian menyebarkan konten video dan foto non konsensual saat mereka berkencan.

M mengira R hanya mengancam dan tidak akan setega itu. Ternyata, R melakukannya.

M kalut, dan menangis. Ia marah ketika video call sex bersama R disebar di grup WhatsApp. Dalam ketakutan yang M rasakan, ia tidak tahu harus bagaimana.

Hingga akhirnya, M berani bercerita kepada sepupunya. Dan sepupunya langsung menceritakan itu kepada orangtua M.

Tidak terima dengan apa yang menimpa anaknya, keluarga M melaporkan R ke Polres Sumbawa pada 23 Agustus 2022.

Baca juga: Ngaku Anggota Brimob, Pemuda Ini Minta Video Call Seks dan Peras Korbannya

"Kasusnya sedang proses penyelidikan di Polres Sumbawa. Sejumlah saksi dan korban sudah diperiksa," kata pendamping advokasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) kabupaten Sumbawa Fatriatulrahma Rabu (8/9/2022).

Menurut Atul, kasus ini bukan hanya VCS tetapi ada kekerasan seksual.

Sementara, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satuan Reserse dan Kriminal, Polres Sumbawa, Aiptu Arifin Setioko saat dikonfirmasi Senin (12/9/2022), membenarkan adanya laporan tersebut.

Disebutkan, dalam kasus ini diberlakukan Sistem Peradilan Pidana Anak dan UU Perlindungan Anak karena korban dan pelaku masih usia anak.

"Pelaku sudah kami amankan. Karena dia kelas tiga, kami upayakan pelaku tetap bisa akses pendidikan sampai tamat," katanya.

Lebih jauh, dari hasil visum at rivertum diketahui M mengalami luka lama.

"M dan R sudah pacaran sejak SMP. Dari pengakuan keduanya sudah sering berhubungan layaknya suami istri. Bahkan TKP bukan di satu tempat, tapi banyak tempat," jelas Arifin.

Baca juga: Dilaporkan Kasus Dugaan Pelecehan Remaja di Pesisir Selatan, Satpol PP Siapkan Laporan Balik

Walau bagaimana pun sambungnya, anak perempuan tetap korban, penyidik masih melakukan pendalaman atas kasus ini.

Lebih jauh sambung Arifin, penyidik mengalami kendala karena korban menghapus bukti yang ada di ponsel. Ia menyeting ulang ponselnya sehingga bukti hilang.

"Bukti tersisa hanya screenshot, itupun gambarnya cuma satu," ungkap Arifin.

Head of program Ruang Temu Generasi Sehat (Rutgers) Indonesia Nancy Sunarno yang ditemui Kompas.com, Selasa (23/8/2022), mengatakan saat korban setuju menceritakan kasusnya, belum tentu ia siap menanggung dampak dari hal tersebut.

"Korban perlu waktu berproses untuk pemulihan trauma. Dan trauma tidak akan terlihat dengan mudah. Perlu pemeriksaan psikologis," sebut Nancy di Yogyakarta.

Berdasarkan catatan tahunan (Catahu) Komnas Perempuan tahun 2021 yang diluncurkan pada bulan Maret 2022 terjadi peningkatan KBGO sebesar 83 persen. Dari 940 kasus pada 2020 menjadi 1721 kasus pada 2021.

Komisioner Komnas Perempuan Alimatul Qibtiyah mengatakan, kasus kekerasan berbasis gender online (KBGO) terus mengalami peningkatan.

Baca juga: Ini Alasan Komnas HAM Tak Beri Rekomendasi Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Brigadir J ke Presiden

Dalam UU Nomor 12 tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) disebutkan korban KBGO berhak untuk dilupakan dengan menghilangkan jejak digital.

"Kami harapkan kepolisian bisa membersihkan jejak digital korban kekerasan seksual berbasis siber tersebut.

"Agar jejak digital tidak merugikan korban," demikian kata Alimatul yang dikonfirmasi 24 Agustus 2022 di Yogyakarta.

Langkah pencegahan terus dimasifkan, bahkan pihak Komnas Perempuan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk sosialisasi melalui media sosial agar para generasi muda lebih berhati-hati supaya tidak terjadi KBGO.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Pak Jokowi, Kami Sudah Lelah Belajar Pakai Lampu Minyak Tanah, Tolong Kasih Kami Listrik'

"Pak Jokowi, Kami Sudah Lelah Belajar Pakai Lampu Minyak Tanah, Tolong Kasih Kami Listrik"

Regional
200 Mahasiswa Asal Papua Kesulitan Biaya Hidup, Terungkap dari Dana Kerja Sama Rp 28 Miliar, Baru Dikirim Rp 5 Miliar

200 Mahasiswa Asal Papua Kesulitan Biaya Hidup, Terungkap dari Dana Kerja Sama Rp 28 Miliar, Baru Dikirim Rp 5 Miliar

Regional
Resepsi Puncak Hari Pers Nasional di Purworejo, Wartawan Komitmen Lawan Hoaks di Tahun Politik

Resepsi Puncak Hari Pers Nasional di Purworejo, Wartawan Komitmen Lawan Hoaks di Tahun Politik

Regional
65 Tenaga Honorer Positif Narkoba di Lhokseumawe Aceh

65 Tenaga Honorer Positif Narkoba di Lhokseumawe Aceh

Regional
Masuk Bursa Calon Wakil Gubernur Mendampingi Gibran, Inilah Profil Bupati Kendal

Masuk Bursa Calon Wakil Gubernur Mendampingi Gibran, Inilah Profil Bupati Kendal

Regional
BMKG: 1.079 Gempa Terjadi di Jayapura Sejak 2 Januari 2023

BMKG: 1.079 Gempa Terjadi di Jayapura Sejak 2 Januari 2023

Regional
Angin Kencang Terjang 25 Lokasi di Bogor Raya, 2 Pemotor Tertimpa Pohon Tumbang

Angin Kencang Terjang 25 Lokasi di Bogor Raya, 2 Pemotor Tertimpa Pohon Tumbang

Regional
8 Daftar Makanan Khas Kudus, Selain Soto Kudus

8 Daftar Makanan Khas Kudus, Selain Soto Kudus

Regional
BPBD Bangun Dapur Umum dan Tenda Pengungsi untuk Warga Korban Banjir di Seram Bagian Barat

BPBD Bangun Dapur Umum dan Tenda Pengungsi untuk Warga Korban Banjir di Seram Bagian Barat

Regional
Sebelum Bakar Rumah Orangtuanya, Remaja 17 Tahun di Jambi Bawa Lari Anak Perempuan

Sebelum Bakar Rumah Orangtuanya, Remaja 17 Tahun di Jambi Bawa Lari Anak Perempuan

Regional
Warga Jayapura Diimbau Menghindari Bangunan yang Rusak akibat Gempa

Warga Jayapura Diimbau Menghindari Bangunan yang Rusak akibat Gempa

Regional
Tempati Sempadan Sungai, 64 Lapak Pedagang Wisata Klawing Sonten Purbalingga Akan Direlokasi

Tempati Sempadan Sungai, 64 Lapak Pedagang Wisata Klawing Sonten Purbalingga Akan Direlokasi

Regional
Kondisi Terkini Gempa M 5,4 di Jayapura, Empat Warga Tewas hingga Mal Rusak

Kondisi Terkini Gempa M 5,4 di Jayapura, Empat Warga Tewas hingga Mal Rusak

Regional
Air Mata Budiyono Pecah saat Wakili Almarhum Anaknya Wisuda di UIN Walisongo Semarang

Air Mata Budiyono Pecah saat Wakili Almarhum Anaknya Wisuda di UIN Walisongo Semarang

Regional
Pamintan Mau Pergi Jauh, Pemilik Motor yang Terparkir 3 Hari di Sungai Dengkeng Punya Masalah dengan Istri

Pamintan Mau Pergi Jauh, Pemilik Motor yang Terparkir 3 Hari di Sungai Dengkeng Punya Masalah dengan Istri

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.