Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wartawan Diduga Diusir Saat Meliput Kegiatan Gubernur, Pejabat Pemprov NTT Klaim Sudah Saling Memaafkan

Kompas.com - 12/09/2022, 11:58 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

KUPANG, KOMPAS.com - Kepala Bagian Protokol Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohanis Abrianto Kore, menjelaskan duduk perkara insiden seorang wartawan yang diduga diusir saat meliput kegiatan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Kabupaten Sikka.

Menurut Abrianto, tidak ada masalah antara dirinya dan wartawan Media Indonesia bernama Gabriel Langga.

"Saya dengan dia (Gabriel) tidak ada masalah. Kita tidak membatasi, tapi justru kita memberikan dia tempat yang lebih baik (untuk meliput," ujar Abrianto, kepada Kompas.com, Senin (12/9/2022).

Baca juga: Wartawan di Sikka Diduga Diusir Pejabat Pemprov NTT Saat Meliput, Sempat Saling Dorong

Mengarahkan posisi awak media

Abrianto menuturkan, saat itu Gubernur NTT hadir bersama bupati se-daratan Flores, dalam kegiatan gerakan nasional pengendalian inflasi daerah di Aula Lantai 3 Kantor Bupati Sikka, Minggu (10/9/2022).

Sebagai pejabat protokoler Gubernur yang menjalankan prosedur tetap, dirinya mengarahkan awak media yang hadir untuk mengabadikan momen foto di bagian sisi kanan ruangan

"Setelah selesai rekan-rekan media foto, kita mengarahkan untuk kembali ke tempat duduk yang telah disediakan," ujar Abrianto.

Baca juga: Ibu di NTT Gantung Diri di Hadapan Anaknya yang Berusia 9 Tahun, Titip Pesan Jaga Adik dan Ayah

Saat itu, Gabriel sempat menolak dan mengatakan dirinya hendak meliput.

"Saya bilang kalau tidak mau diatur silahkan di luar. Karena tempat duduk telah disediakan," kata Abrianto.

Baca juga: Kakek di NTT Pamer Alat Kelamin ke 3 Anak di Bawah Umur


Saling memaafkan

Abrianto mengaku, keduanya sudah saling memaafkan saat bertemu di luar ruangan.

"Ketika kita bertemu di tangga, saya bilang sorry ya tadi tidak ada tendensi pribadi, tapi itu hanya melaksanakan tugas dan demi kerapian tata laksana pelaksanaan kegiatan," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, seorang wartawan di Kabupaten Sikka, NTT, diduga diusir oleh salah satu pejabat Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Insiden ini terjadi saat wartawan bernama Gabriel Langga itu hendak meliput kegiatan gerakan nasional pengendalian inflasi daerah di Aula Lantai 3 Kantor Bupati Sikka, Minggu (10/9/2022).

Baca juga: Pegawai Honorer di NTT Cabuli Anak di Bawah Umur hingga Hamil

Kegiatan ini dihadiri Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan bupati se-daratan Flores.

Wartawan Media Indonesia ini menuturkan, pengusiran bermula saat pembukaan kegiatan.

Secara tiba-tiba, pria yang diduga merupakan pejabat di bagian Humas, datang dan menyuruhnya keluar ruangan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

8 Alat Musik Tradisional Sumatera Barat dan Cara Memainkannya

8 Alat Musik Tradisional Sumatera Barat dan Cara Memainkannya

Regional
Trauma, Gadis Pemohon KTP Korban Pelecehan Seksual di Nunukan Menangis Saat Diperiksa

Trauma, Gadis Pemohon KTP Korban Pelecehan Seksual di Nunukan Menangis Saat Diperiksa

Regional
PKB-Gerindra Jajaki Koalisi untuk Pilkada Jateng, Gus Yusuf: Cinta Lama Bersemi Kembali

PKB-Gerindra Jajaki Koalisi untuk Pilkada Jateng, Gus Yusuf: Cinta Lama Bersemi Kembali

Regional
Sempat Jadi Bupati Karanganyar Selama 26 Hari, Rober Christanto Maju Lagi di Pilkada

Sempat Jadi Bupati Karanganyar Selama 26 Hari, Rober Christanto Maju Lagi di Pilkada

Regional
Antisipasi Banjir, Mbak Ita Instruksikan Pembersihan dan Pembongkaran PJM Tanpa Izin di Wolter Monginsidi

Antisipasi Banjir, Mbak Ita Instruksikan Pembersihan dan Pembongkaran PJM Tanpa Izin di Wolter Monginsidi

Regional
Soal Wacana DPA Dihidupkan Kembali, Mahfud MD Sebut Berlebihan

Soal Wacana DPA Dihidupkan Kembali, Mahfud MD Sebut Berlebihan

Regional
Baliho Bakal Cawalkot Solo Mulai Bermunculan, Bawaslu: Belum Melanggar

Baliho Bakal Cawalkot Solo Mulai Bermunculan, Bawaslu: Belum Melanggar

Regional
Ayah di Mataram Lecehkan Anak Kandung 12 Tahun, Berdalih Mabuk sehingga Tak Sadar

Ayah di Mataram Lecehkan Anak Kandung 12 Tahun, Berdalih Mabuk sehingga Tak Sadar

Regional
Jembatan Penghubung Desa di Kepulauan Meranti Ambruk

Jembatan Penghubung Desa di Kepulauan Meranti Ambruk

Regional
Universitas Andalas Buka Seleksi Mandiri, Bisa lewat Jalur Tahfiz atau Difabel

Universitas Andalas Buka Seleksi Mandiri, Bisa lewat Jalur Tahfiz atau Difabel

Regional
Pemkab Bandung Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut dari BPK RI

Pemkab Bandung Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut dari BPK RI

Regional
Berikan Pelayanan Publik Prima, Pemkab HST Terima Apresiasi dari Gubernur Kalsel

Berikan Pelayanan Publik Prima, Pemkab HST Terima Apresiasi dari Gubernur Kalsel

Regional
Penculik Balita di Bima Ditangkap di Dompu, Korban dalam Kondisi Selamat

Penculik Balita di Bima Ditangkap di Dompu, Korban dalam Kondisi Selamat

Regional
Candi Ngawen di Magelang: Arsitektur, Relief, dan Wisata

Candi Ngawen di Magelang: Arsitektur, Relief, dan Wisata

Regional
Pria di Magelang Perkosa Adik Ipar, Korban Diancam jika Lapor

Pria di Magelang Perkosa Adik Ipar, Korban Diancam jika Lapor

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com