Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dampak Kenaikan BBM Terasa hingga Wondama, Bupati: Kita Sudah Biasa Menerima Itu

Kompas.com - 10/09/2022, 11:36 WIB
Mohamad Adlu Raharusun,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

MANOKWARI, KOMPAS.com - Bupati Teluk Wondama, Hendrik Mambor mengatakan bahwa dampak pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak BBM terasa hingga ke daerahnya.

Hal ini disampaikan Mambor saat ditemui di Manokwari, Jumat (9/9/2022). "Secara Nasional kita melihat dampak kenaikan BBM ini sangat dirasakan oleh masyarakat, baik di pusat hingga daerah, dan kita bisa lihat ada gejolak di beberapa daerah," katanya

Baca juga: Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Trisakti Berbagi Bensin Gratis ke Pengendara

Meski demikian, Bupati mengaku walau dalam kondisi yang terbatas, namun di Papua Barat terutama Wondama, sudah biasa menerima itu. "Walau kita dalam kondisi terbatas, kita sudah biasa menerima itu," katanya

Mambor menuturkan sebagai Pemerintah, pihaknya sudah tentu mengambil kebijakan lain untuk mengantisipasi itu. "Di Wondama kita sudah bentuk tim, untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM ini. Tim itu dipimpin Pak Wakil Bupati," katanya.

Dia mengakui bahwa saat ini, dampak kenaikan BBM itu sangat terasa di kalangan masyarakat, terutama harga bahan pokok

"Dampak itu sudah terasa, tetapi sekarang kita ambil contoh di Kabupaten Pegunungan, Semen sampai Rp 1 Juta apakah ada orang demo, kan tidak tapi bukan berarti kita biarkan rakyat kita menderita," ucapnya.

Bupati mengaku, kebijakan yang diambil untuk mengantisipasi dampak kenaikan BBM ini seperti mendorong dinas teknis untuk meningkatkan produktivitas di bidang pertanian, perikanan sehingga diharapkan memberi dampak pendapatan kepada masyarakat.

Belum ada SPBU di Wondama

Bupati Hendrik Mambor mengakui, daerahnya hingga saat ini belum memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum SPBU. "Sudah kita lakukan pembebasan lahan untuk SPBU, kebetulan investor dari Nabire" kata Bupati.

Dia mengatakan sejauh ini ia terus mendorong penambahan kuota BBM di Daerah itu namun terkendala karena belum ada SPBU "Untuk pembangunan SPBU ini hanya tinggal mengurus ijin Lingkungan karena lokasi tanah masuk kawasan konservasi" ucapnya

"Soal kuota BBM saya kurang hafal tetapi ada beberapa KL, didistribusikan kepada Masyarakat melalui beberapa APMS," ucapnya.

Baca juga: Tarif Angkot di Tangerang Naik Rp 2.000 Imbas Kenaikan Harga BBM

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Terkini Lainnya

Kronologi Helikopter Hilang Kontak di Hutan Halmahera, Pilot Sempat Dengar Suara Ledakan

Kronologi Helikopter Hilang Kontak di Hutan Halmahera, Pilot Sempat Dengar Suara Ledakan

Regional
PLN Berkomitmen Sediakan Listrik di Daerah Pelosok, Pj Agus Fatoni Beri Dukungan Penuh

PLN Berkomitmen Sediakan Listrik di Daerah Pelosok, Pj Agus Fatoni Beri Dukungan Penuh

Regional
Respons Gibran soal Ganjar Dorong Partai Pengusung Anies-Muhaimin Gulirkan Hak Angket Selidiki Kecurangan Pemilu

Respons Gibran soal Ganjar Dorong Partai Pengusung Anies-Muhaimin Gulirkan Hak Angket Selidiki Kecurangan Pemilu

Regional
Ketua KPPS di Magelang Dipecat, Apa Sebabnya?

Ketua KPPS di Magelang Dipecat, Apa Sebabnya?

Regional
Raih Penghargaan Tokoh Peduli Kebudayaan dan Pembangunan, Kang DS: Jadi Kebanggaan dan Motivasi

Raih Penghargaan Tokoh Peduli Kebudayaan dan Pembangunan, Kang DS: Jadi Kebanggaan dan Motivasi

Regional
Bawaslu Temukan Politik Uang di 2 Kecamatan Semarang, Ini Perinciannya

Bawaslu Temukan Politik Uang di 2 Kecamatan Semarang, Ini Perinciannya

Regional
Perumda Tirta Amerta Jati Raih Keuntungan Rp 739 Juta, Bupati Jembrana Apresiasi Kepemimpinan Puriawan

Perumda Tirta Amerta Jati Raih Keuntungan Rp 739 Juta, Bupati Jembrana Apresiasi Kepemimpinan Puriawan

Regional
23 Warga Klaten Keracunan Usai Santap Pecel, 4 Masih Dirawat

23 Warga Klaten Keracunan Usai Santap Pecel, 4 Masih Dirawat

Regional
Basarnas Ternate: Pencarian Helikopter Hilang Bergantung pada Cuaca

Basarnas Ternate: Pencarian Helikopter Hilang Bergantung pada Cuaca

Regional
Truk Tangki BBM Terjun Bebas dari Jembatan di Brebes, Sopir Tewas

Truk Tangki BBM Terjun Bebas dari Jembatan di Brebes, Sopir Tewas

Regional
 Penjara Gajah di Tepi Kebun Karet Ban Michelin

Penjara Gajah di Tepi Kebun Karet Ban Michelin

Regional
Gara-gara Satu Pemilih Tidak Terdaftar, TPS di Rangkasbitung Gelar PSU

Gara-gara Satu Pemilih Tidak Terdaftar, TPS di Rangkasbitung Gelar PSU

Regional
Harga Beras di Purworejo Terus Meroket, Naik Dua Kali dalam Seminggu

Harga Beras di Purworejo Terus Meroket, Naik Dua Kali dalam Seminggu

Regional
Polisi Selidiki Kasus Honor KPPS Kayong Utara Rp 82 Juta yang Dilaporkan Hilang

Polisi Selidiki Kasus Honor KPPS Kayong Utara Rp 82 Juta yang Dilaporkan Hilang

Regional
Puluhan Warga di Klaten Keracunan Pecel yang Dibeli di Pasar, Ada yang Mual hingga Diare

Puluhan Warga di Klaten Keracunan Pecel yang Dibeli di Pasar, Ada yang Mual hingga Diare

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com