Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polisi Sebut Terduga Teroris yang Ditangkap di Lumajang Jaringan JAD

Kompas.com - 09/09/2022, 15:40 WIB
Yohanes Valdi Seriang Ginta,
Krisiandi

Tim Redaksi

DENPASAR, KOMPAS.com - Kepala Satgaswil Densus 88/Antiteror Polri Bali Kombes Pol Ketut Widhiarto, mengungkapkan FI (28), warga Denpasar, yang ditangkap di Lumajang terkait kasus terorisme merupakan jaringan jamaah ansharut daulah (JAD). 

JAD merupakan organisasi yang terafiliasi yang terafiliasi dan mendukung gerakan Negara Islam irak dan Suriah (ISIS).

FI diketahui ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri karena diduga terlibat jaringan teroris di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (6/8/2022).

Baca juga: Densus Tangkap Seorang Terduga Teroris di Lumajang

"Disebut sebagai kelompok Ansyorut Daullah (AD) atau Pendukung ISIS," kata Widhiarto melalui pesan instan aplikasi Whatsapp pada Jumat (9/9/2022).

Widhiarto mengatakan, FI sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga terpapar paham terorisme melalui media sosial dan direkrut secara daring.

"Mereka (dia FI) terpapar radikalisme melalui media sosial, dan terekrut secara online," kata dia.

Setelah direkrut, lanjut Widhiarto, FI kemudian mengikuti sumpah setia kepada pemimpin ISIS melalui daring.

"Perekrutan itu diwujudkan dalam bentuk Bai'at (sumpah setia) kepada Pimpinan ISIS yang juga dilaksanakan secara online," bebernya.

Lebih lanjut, Widhiarto menuturkan, Densus akan meningkatkan pengawasan dan pengetatan di sejumlah pintu masuk Bali.

Apalagi dalam waktu dekat, Bali akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan dihadiri oleh kepala negara dan delegasi negara anggota.

Adapun akses keluar dan masuk Bali tersebut, yakni Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Pelabuhan Benoa, dan pelabuhan nelayan di daerah pesisir Bali, serta Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali.

"Sterilisasi terhadap lokasi atau tempat yang akan digunakan untuk event-event Presidensi G20 maupun penginapan dari seluruh delegasi dari kegiatan tersebut," kata dia.

Baca juga: Ibu di Bali Syok Mendengar Anaknya Ditangkap Densus 88 di Lumajang

Selain itu, Widhiarto mengatakan, pihaknya akan meningkatkan upaya untuk menekan tumbuhnya bibit teroris di Bali dengan berbagai pendekatan.

Salah satunya, melakukan kontra narasi melalui moderenisasi pemahaman beragama dan penguatan wawasan kebangsaan.

"Memetakan setiap potensi ancaman radikal-terorisme yang ada di Bali, di antaranya dengan cara pendekatan persuasif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dari instansi pemerintahan dan elemen masyarakat lainnya," kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com